Merancang Portofolio Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah ketidakpastian ekonomi makro global yang kian kompleks, para perancang strategi dan penasihat pengelolaan kekayaan (wealth management) di seluruh dunia menghadapi pertanyaan mendasar: bagaimana melindungi nilai aset sekaligus menangkap peluang pertumbuhan di era volatilitas tinggi? Dinamika geopolitik yang terfragmentasi, fluktuasi harga komoditas strategis, serta rezim suku bunga acuan global yang bertahan lebih lama di level tinggi (higher for longer) telah menguji berbagai asumsi investasi konvensional. Di Indonesia, tantangan struktural ini terasa semakin mendesak bagi segmen mass affluent -- kelompok profesional mapan, eksekutif dan pelaku usaha mandiri -- yang mendambakan pertumbuhan kekayaan tanpa harus terpapar risiko kehancuran modal.
Kabar baiknya, kondisi fundamental ekonomi dan korporasi global saat ini justru lebih sehat dari perkiraan banyak pihak. Pasar saham global telah melalui berbagai ujian -- konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, hingga kekhawatiran inflasi -- namun tetap mencatatkan tren penguatan, ditopang oleh pertumbuhan laba korporasi yang solid dan akselerasi adopsi kecerdasan buatan (AI) yang kian meluas. Bagi investor mass affluent, ini bukan alasan untuk menghindari pasar, melainkan justru momentum untuk membangun portofolio yang terstruktur dengan baik.
Baca Juga: CEO Optimistis Peluang Ekspansi di Kuartal Akhir 2026 Terbuka Lebar
