Nilai Tukar Rupiah Terseret Sentimen Wait and See Pasar

Kamis, 30 Oktober 2025 | 06:15 WIB
Nilai Tukar Rupiah Terseret Sentimen Wait and See Pasar
[ILUSTRASI. Petugas menghitung mata uang asing dolar Amerika Serikat (US$) di konter jasa penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (20/6/2024). Dalam setahun terakhir rupiah telah turun 9,33% terhadap USD, ketidakstabilan ekonomi global, kebijakan moneter Amerika Serikat yang ketat, dan ketidakpastian politik domestik menjadi faktor yang menyebabkan rupiah melemah terhadap US$. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/23/06/2024]
Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot terkoreksi 0,05% secara harian ke level Rp 16.617 per dolar AS pada Rabu (29/10). Pada kurs Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga melemah 0,05% ke posisi Rp 16.631 per dolar AS. 

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, investor masih cenderung wait and see hasil pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump pada Kamis (30/10).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Restitusi Pajak Masih Turun Tajam
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 06:38 WIB

Restitusi Pajak Masih Turun Tajam

Realisasi pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi mencapai Rp 198,71 triliun hingga September 2026

Proyek Migas dan Segmen Mineral Dongkrak Laba MEDC
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 06:36 WIB

Proyek Migas dan Segmen Mineral Dongkrak Laba MEDC

Kinerja bottom line PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) diprediksi moncer untuk tahun 2026 hingga 2028 mendatang.

PTBA Kucurkan Rp 42,86 Miliar untuk Eksplorasi
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 06:34 WIB

PTBA Kucurkan Rp 42,86 Miliar untuk Eksplorasi

Total biaya eksplorasi di tiga wilayah operasional PTBA pada Juli-September 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp 42,86 miliar.

Permintaan Impor Menopang Kinerja
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Permintaan Impor Menopang Kinerja

Sejumlah emiten batubara diuntungkan tingginya permintaan dari India yang memicu kenaikan harga komoditas tersebut

Menkeu Minta K/L Hemat Anggaran di Akhir Tahun
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Menkeu Minta K/L Hemat Anggaran di Akhir Tahun

Perjalanan dinas dipangkas 30% serta pengadaan kendaraan dan rumah dinas baru ditunda               

Tekanan Harga Nikel Ancam Kinerja Margin dan Laba Emiten
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 06:28 WIB

Tekanan Harga Nikel Ancam Kinerja Margin dan Laba Emiten

Harga komoditas nikel di pasar global kembali tertekan dan berpotensi memengaruhi kinerja emiten produsen nikel pada kuartal IV-2026

Efek Kenaikan Harga Energi
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 06:26 WIB

Efek Kenaikan Harga Energi

Sentimen eksternal hingga berlanjutnya outflow asing di pasar domestik, menjadi pengganjal pergerakan indeks bursa nasional

Dominasi Tekanan Global Menekan Rupiah pada Jumat (9/10)
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Dominasi Tekanan Global Menekan Rupiah pada Jumat (9/10)

Kombinasi tekanan yield obligasi dan lonjakan harga komoditas global membayangi laju pergerakan nilai tukar rupiah

Haji Berkelanjutan
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 06:02 WIB

Haji Berkelanjutan

Dana yang dikelola hari ini bukan hanya untuk jemaah yang berangkat pada 2027, melainkan juga untuk calon jemaah yang masih menunggu giliran.

Risiko Margin Tetap Mengintai PGAS
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Risiko Margin Tetap Mengintai PGAS

PT Perusahaan Gas negara Tbk (PGAS) berupaya mengamankan pasokan baru dan memperluas pelanggan untuk mendorong kinerja

INDEKS BERITA

Terpopuler