No Viral No Justice

Jumat, 05 Desember 2025 | 06:10 WIB
No Viral No Justice
[ILUSTRASI. Yuwono Triatmodjo]
Yuwono Triatmodjo | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jagat pasar modal Indonesia baru-baru ini dihebohkan oleh kasus hilangnya aset investor pasar modal bernama Irman senilai Rp 71 miliar. Bersama kuasa hukumnya, Irman membuat laporan terjadinya dugaan tindak pidana penipuan hingga ilegal akses ke Bareskrim Polri. 

Sontak kasus ini menjadi perhatian publik jasa keuangan. Tidak hanya karena nilai kerugian yang terbilang fantastis, namun juga karena melibatkan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai terlapor.

Perkembangan perkara kian memanas, kala Mirae buka suara. Dari pemeriksaan awal, kata corporate comunication Mirae, terdapat indikasi kuat bahwa nasabah membagikan kata sandi dan akses akunnya kepada orang lain. Hal ini merupakan pelanggaran keras terhadap pedoman keamanan dan berpotensi menimbulkan risiko pada akun yang bersangkutan.

Mirae balik mengancam: Tak ragu untuk mengambil langkah hukum apabila investigasi membuktikan adanya penyalahgunaan, laporan palsu, atau tindakan yang merugikan reputasi perusahaan.

Mirae menyebut sedang melaksanakan investigasi internal dan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), self regulatory organizations (SRO) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kini, publik menanti hasil penyelidikan otoritas, siapa yang bersalah? Dan pertanyaan ini harus terjawab!

Asal tahu saja, pada Laporan Kinerja OJK Triwulan II-2025, OJK menyebut perolehan nilai IKU (Indeks Kinerja Utama) lembaga ini nyaris sempurna. Disebutkan, pada perspektif internal business process, capaian IKU OJK mencapai 99,86% dibandingkan dengan target akhir tahun, dan sebesar 97,20% dibandingkan target triwulan II.

OJK menyebutkan, angka itu diperoleh, salah satunya, terkait pelindungan konsumen. Namun mirisnya, kini juga viral di kanal Youtube Leon Hartono, tentang kisah seorang investor yang mengaku kehilangan aset senilai sekitar Rp 160 juta, atau 90% dari total asetnya, pada Agustus 2025.

Tak lama kemudian, masih di kanal Youtube yang sama, muncul pengakuan anak pasangan investor yang menyebut orang tuanya kehilangan aset hingga Rp 1,7 miliar atau 99% dari total investasinya. Kejadian yang terjadi sejak November 2024, hingga kini belum terselesaikan.

No viral no justice. Mungkin dengan mengangkat isu ini, kepastian hukum serta keadilan bisa ditegakkan.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Saham BIg Four Perbankan Terus Tertekan, Saatnya Akumulasi?
| Senin, 19 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Saham BIg Four Perbankan Terus Tertekan, Saatnya Akumulasi?

Keputusan untuk melakukan akumulasi beli harus mempertimbangkan tiga hal, yakni tujuan investasi, jangka waktu investasi, dan profil risiko.

MSCI dan Perlunya Meninjau Ulang Resep Bursa Saham
| Senin, 19 Oktober 2026 | 10:30 WIB

MSCI dan Perlunya Meninjau Ulang Resep Bursa Saham

Reformasi berhasil bukan karena aturan semakin banyak, tetapi karena pasar Indonesia semakin transparan, likuid, adil, dan dipercaya.       

IHSG Anjlok 40,04% YtD, Terburuk di Dunia, Asing Net Sell Rp 88 Triliun
| Senin, 19 Oktober 2026 | 09:19 WIB

IHSG Anjlok 40,04% YtD, Terburuk di Dunia, Asing Net Sell Rp 88 Triliun

Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terburuk di antara bursa saham global yang diperbandingkan BEI sepanjang 2026.

Tak Lagi Repot-Repot Urus Administrasi di Rumahsakit
| Senin, 19 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Tak Lagi Repot-Repot Urus Administrasi di Rumahsakit

Platform kesehatan kini tidak hanya menawarkan layanan janji temu dengan dokter, tapi juga mendampingi pasien di rumahsakit.

Kenaikan Suku Bunga Acuan Semakin Dekat
| Senin, 19 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Kenaikan Suku Bunga Acuan Semakin Dekat

Gejolak pasar keuangan meningkatkan risiko perubahan arah kebijakan suku bunga acuan                

Mengawali Pekan, MSCI Masih Menghantui Pasar, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 19 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Mengawali Pekan, MSCI Masih Menghantui Pasar, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pada Senin (19/10), volatilitas IHSG diprediksi masih cukup tinggi, meskipun peluang technical rebound tetap terbuka.

CNGR Incar 80% Saham GNI, PACK Berpotensi Kecipratan Sentimen Positif
| Senin, 19 Oktober 2026 | 08:29 WIB

CNGR Incar 80% Saham GNI, PACK Berpotensi Kecipratan Sentimen Positif

CNGR Advanced Material adalah pemilik PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) via PT Eco Energi Perkasa.

Dua Tahun Prabowo: Janji Ekonomi Tak Mampu Selamatkan IHSG dari Krisis Kepercayaan
| Senin, 19 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Dua Tahun Prabowo: Janji Ekonomi Tak Mampu Selamatkan IHSG dari Krisis Kepercayaan

Koreksi IHSG yang lebih dalam dibandingkan sejumlah pasar lain menunjukkan adanya persoalan domestik yang turut membebani pasar.

Kelangkaan BBM dan Pemadaman Listrik Jadi Alarm Bagi Tata Kelola Energi Nasional
| Senin, 19 Oktober 2026 | 07:44 WIB

Kelangkaan BBM dan Pemadaman Listrik Jadi Alarm Bagi Tata Kelola Energi Nasional

Sejumlah pihak mendesak Presiden untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh agar blackout listrik dan kelangkaan BBM tidak terus berulang​

Menagih Janji Penegakan Hukum Pasar Modal di Tengah Ancaman Turun Kelas MSCI
| Senin, 19 Oktober 2026 | 07:39 WIB

Menagih Janji Penegakan Hukum Pasar Modal di Tengah Ancaman Turun Kelas MSCI

Dukungan terhadap pasar modal tidak cukup melalui pernyataan, tetapi harus terlihat dalam pelaksanaan reformasi dan kepastian regulasi.

INDEKS BERITA

Terpopuler