Peluang Rebound TPIA Pasca Gapai Proyek Baru dan Catat Foreign Net Sell Tertinggi

Kamis, 16 Juli 2026 | 07:44 WIB
Peluang Rebound TPIA Pasca Gapai Proyek Baru dan Catat Foreign Net Sell Tertinggi
[ILUSTRASI. Chandra Asri Pacific (TPIA) (TPIA/Pabrik Chandra Asri Pacific (TPIA))]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasca keluar dari indeks MSCI, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melalui dinamika beragam. Mulai dari ramai-ramai ditinggalkan dalam proses rebalancing, namun sejak minggu lalu, mulai kembali diserbu.

Pada awal minggu ini saja, Senin (13/7), TPIA bahkan mencatat nilai net foreign buy tertinggi, yaitu mencapai Rp 89,69 miliar.

Pada penutupan perdagangan Rabu (15/7) saham TPIA juga tercatat menguat lagi sebesar 1,60% ke Rp 1.910. Penguatan ini pun melanjutkan kenaikan yang terjadi baik pada seminggu dan sebulan belakangan yang sudah terjadi masing-masing 7,00% dan 3,24%. Adapun kinerja TPIA per year to date (YtD) atau sepanjang tahun berjalan 2026, posisi TPIA terlihat ambles sedalam 72,71%.

Tetapi optimisme TPIA sepertinya mulai semakin terlihat tak hanya saham yang terlihat kembali diserbu asing, tetapi juga beberapa proyek yang berhasil digapainya baru-baru ini.

Sebagaimana diketahui, TPIA melalui entitas bisnisnya, PT Chandra Waste Energy terpilih sebagai mitra dalam tender proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang diadakan oleh Danantara.

Baca Juga: TPIA Masih Ambles 76% YtD, Analis Sebut Peluang Rebound Baru Muncul Akhir 2026

Lebih detailnya, PT Chandra Waste Energy, yang berada di bawah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA),  tergabung dalam konsorsium Masa Depan Energi Indonesia bersama Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc. bakal menggarap proyek PSEL yang berlokasi di Serang Raya dengan kapasitas pengolahan sampah mencapai 1.161 ton per hari.

Dengan mengenggam proyek ini melalui anak usahanya, TPIA resmi memiliki tiga segmen usaha, yaitu energi, kimia dan infrastruktur. Segmen infrastruktur terdiri dari bisnis grup, seperti penjualan daya listrik dan jasa kelistrikan lainnya, seperti sewa tangki dan dermaga hingga jasa sewa kapal.

Mencermati geliat dan langkah TPIA ini, Senior Investment Analyst Mirae Asser Sekuritas, Nafan Aji Gusta berpendapat, bahwa tekanan yang terjadi pada sahamnya pasca ditendang dari MSCI, memang bukan diakibatkan oleh kinerja fundamental perusahaan.

Arus dana asing yang kabur dari TPIA pada periode rebalancing memang cukup besar, namun kini mulai mereda seiring saham yang kembali dijajakan berdasarkan prospek fundamentalnya.

“Setelah mengalami koreksi yang cukup dalam, valuasi TPIA menjadi lebih menarik bagi investor dengan horizon investasi menengah hingga panjang. Tidak menutup kemungkinan sebagian investor institusi mulai melakukan bottom fishing atau akumulasi bertahap pada level harga yang dinilai sudah lebih rasional,” ujarnya kepada Kontan, belum lama ini.

Keberhasilan TPIA memenangkan proyek infrastruktur hijau berskala besar di bidang waste to energy pun juga menambah minat para investor, sehingga menambah sentimen positif yang muncul hampir bersamaan. Langkah perseroan ini pun juga dinilai Nafan meningkatkan kepercayaan investor atas strategi diversifikasi yang coba diupayakan oleh TPIA.

Tak hanya itu saja, usaha TPIA untuk meningkatkan porsi saham publik atau free float hingga mencapai sekitar 25,7% juga dianggap positif guna memperbaiki likuiditas perdagangan saham.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Reli Saham Grup Bakrie: Katalis Aksi Korporasi atau Euforia Semata?
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Reli Saham Grup Bakrie: Katalis Aksi Korporasi atau Euforia Semata?

Penguatan saham-saham Grup Bakrie saat ini lebih banyak didorong oleh sentimen aksi korporasi, utamanya rights issue.

Asing Tetap Jualan di Tengah IHSG Menghijau, Apa Saja yang Jadi Ganjalan?
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Asing Tetap Jualan di Tengah IHSG Menghijau, Apa Saja yang Jadi Ganjalan?

Utamakan untuk memantau saham-saham berkapitalisasi pasar besar yang memang menjadi favorit investor asing.

Sukses Jadi Bankir, Direktur KB Bank Widodo Suryadi Utamakan Disiplin & Integritas
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Sukses Jadi Bankir, Direktur KB Bank Widodo Suryadi Utamakan Disiplin & Integritas

Bagi Widodo Suryadi, kesempatan membangun kembali sebuah organisasi jauh lebih menarik dibanding sekadar mempertahankan kondisi yang sudah baik.

Melfrida Gultom, Direktur Bank DBS Indonesia: Minimal 10% Penghasilan Untuk Investasi
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Melfrida Gultom, Direktur Bank DBS Indonesia: Minimal 10% Penghasilan Untuk Investasi

Peppy mengingatkan agar investor tidak mudah terbawa arus informasi, terutama yang beredar luas di medsos tanpa dasar yang kuat dan terverifikasi.

Melfrida Gultom Rencanakan Keuangan Sejak Belia
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:25 WIB

Melfrida Gultom Rencanakan Keuangan Sejak Belia

Pendekatan yang disiplin, konsisten, dan penuh kesadaran menjadi kunci utama dalam menjaga nilai kekayaan

Budaya Nebeng Jadi Solusi Perjalanan Lebih Terjangkau
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:15 WIB

Budaya Nebeng Jadi Solusi Perjalanan Lebih Terjangkau

Budaya berbagi tumpangan, bukan hal baru di Indonesia. Konsep ini kini hadir dalam bentuk aplikasi. Seperti apa layanannya?

 
Cara IKEA Merakit Bisnis Wirausahawan Sosial
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Cara IKEA Merakit Bisnis Wirausahawan Sosial

IKEA Indonesia menjalankan aksi keberlanjutan dengan membesarkan pelaku usaha sosial (social enterprise). Bagaimana caranya?

Setrum Paylater Kian Terasa di Ekosistem Motor Listrik
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Setrum Paylater Kian Terasa di Ekosistem Motor Listrik

Motor listrik makin menjadi incaran konsumen dengan pilihan pembayaran yang semakin beragam. Salah satunya skema paylater.

 
Balapan Mobil Listrik Segmen Pasar di Bawah Rp 300 Juta
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Balapan Mobil Listrik Segmen Pasar di Bawah Rp 300 Juta

Persaingan pasar mobil listrik dengan harga di bawah Rp 300 juta semakin sengit. Simak kompetisi pasarnya.

Cuan Datang Setelah Meriset Ubah Sampah Sulit Terurai
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Cuan Datang Setelah Meriset Ubah Sampah Sulit Terurai

Bermula dari memikirkan masa depan anak, Rendy Aditya Wachid memilih membangun bisnis pengolahan residu berbasis riset.

 
INDEKS BERITA

Terpopuler