Penjualan Mobil Naik Bukan Indikator Daya Beli Masyarakat Pulih
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan penjualan mobil nasional yang mencapai dua digit pada semester I-2026 belum bisa serta-merta diartikan sebagai bukti pulihnya daya beli masyarakat maupun menggeliatnya kembali ekonomi domestik. Sejumlah ekonom menilai kenaikan tersebut lebih banyak dipengaruhi faktor musiman dan strategi pelaku industri. Di sisi lain, permintaan mobil masih didominasi kelompok masyarakat berpendapatan menengah atas.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil secara wholesales mencapai 436.564 unit sepanjang Januari–Juni 2026, meningkat 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, penjualan retail naik 10,5% menjadi 433.848 unit.
