Pergerakan Rupiah Hari Ini (14/10) Tertekan Data Inflasi AS
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari ekspektasi bakal menekan nilai tukar rupiah hari ini.Maklum, inflasi tinggi mengindikasikan The Fed bakal tetap agresif mengerek suku bunga.
Kemarin, pemerintah AS mengumumkan inflasi di September mencapai 8,2% secara tahunan. Realisasi ini lebih tinggi dari proyeksi 8,1%, kendati lebih rendah dari Agustus yang mencapai 8,3%.
Baca Juga: Rupiah Kembali Melemah, Tertekan Sentimen Eksternal
Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri memperkirakan, inflasi tinggi bakal membuat The Fed kian tegas mengambil sikap hawkish. Apalagi, risalah rapat The Fed September juga memperlihatkan pembuat kebijakan sepakat menyetujui pengetatan moneter.
Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan, indeks dollar AS bisa menguat lagi, mendekati level puncak 20 tahun. "The Fed memberi isyarat hawkish," ucap dia. The Fed juga akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang diisyaratkan awalnya untuk mengendalikan inflasi.
Ibrahim memprediksi, Jumat (14/10), rupiah akan melemah dan bergerak antara Rp 15.340-Rp 15.400. Reny memprediksi rupiah akan melemah dan berada di kisaran Rp 15.312-Rp 15.380.
