Pergerakan Rupiah Hari Ini (14/10) Tertekan Data Inflasi AS

Jumat, 14 Oktober 2022 | 04:35 WIB
Pergerakan Rupiah Hari Ini (14/10) Tertekan Data Inflasi AS
[]
Reporter: Akmalal Hamdhi, Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari ekspektasi bakal menekan nilai tukar rupiah hari ini.Maklum, inflasi tinggi mengindikasikan The Fed bakal tetap agresif mengerek suku bunga.

Kemarin, pemerintah AS mengumumkan inflasi di September mencapai 8,2% secara tahunan. Realisasi ini lebih tinggi dari proyeksi 8,1%, kendati lebih rendah dari Agustus yang mencapai 8,3%.

Baca Juga: Rupiah Kembali Melemah, Tertekan Sentimen Eksternal

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri memperkirakan, inflasi tinggi bakal membuat The Fed kian tegas mengambil sikap hawkish. Apalagi, risalah rapat The Fed September juga memperlihatkan pembuat kebijakan sepakat menyetujui pengetatan moneter. 

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan, indeks dollar AS bisa menguat lagi, mendekati level puncak 20 tahun. "The Fed memberi isyarat hawkish," ucap dia. The Fed juga akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang diisyaratkan awalnya untuk mengendalikan inflasi. 

Ibrahim memprediksi, Jumat (14/10), rupiah akan melemah dan bergerak antara Rp 15.340-Rp 15.400. Reny memprediksi rupiah akan melemah dan berada di kisaran Rp 15.312-Rp 15.380. 

Bagikan

Berita Terbaru

Saham Emiten Terafiliasi Prajogo Pangestu Masih Menarik, Ini Katalis CUAN
| Kamis, 24 September 2026 | 12:00 WIB

Saham Emiten Terafiliasi Prajogo Pangestu Masih Menarik, Ini Katalis CUAN

Penguatan CUAN lebih banyak didorong oleh ekspektasi pertumbuhan fundamental, dan positioning investor terhadap ekosistem bisnis Prajogo Pangestu.

Potensi dan Risiko Pembentukan BUMN Tekstil Terhadap Emiten Sektor Tekstil
| Kamis, 24 September 2026 | 10:00 WIB

Potensi dan Risiko Pembentukan BUMN Tekstil Terhadap Emiten Sektor Tekstil

Bila BUMN masuk ke segmen yang sama dengan swasta dan memperoleh pembiayaan, lahan, hingga kontrak yang lebih mudah, risiko crowding out meningkat

Menyesap Harumnya Dividen, Mewaspadai Penurunan Harga
| Kamis, 24 September 2026 | 08:51 WIB

Menyesap Harumnya Dividen, Mewaspadai Penurunan Harga

Sejumlah emiten dari berbagai sektor akan mencatatkan cum dividen interim pada akhir bulan September 2026

Kredit Perbankan Melaju Kencang Agustus 2026
| Kamis, 24 September 2026 | 08:06 WIB

Kredit Perbankan Melaju Kencang Agustus 2026

Pertumbuhan kredit perbankan mencapai 13,65% pada Agustus 2026, tetapi ekspansinya masih belum merata antarbank dan segmen.

Kebijakan Insentif Bank Sentral Mulai Menurunkan Kepemilikan Bank di SBN
| Kamis, 24 September 2026 | 08:01 WIB

Kebijakan Insentif Bank Sentral Mulai Menurunkan Kepemilikan Bank di SBN

Penempatan dana perbankan pada SBN mulai menunjukkan penurunan menyusul implementasi insentif KLM Pendalaman Pasar Uang 

Laba Melompat, Kinerja Saham ADMR Jalan di Tempat
| Kamis, 24 September 2026 | 07:41 WIB

Laba Melompat, Kinerja Saham ADMR Jalan di Tempat

Meski meraih kinerja keuangan positif, harga saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) justru stagnan

Semakin Bergigi dengan Elektrifikasi
| Kamis, 24 September 2026 | 07:37 WIB

Semakin Bergigi dengan Elektrifikasi

Sejumlah emiten di sektor layanan transportasi mulai aktif mengoperasikan kendaraan listrik dan hibrid

Rupiah Masih Rawan Melemah
| Kamis, 24 September 2026 | 07:18 WIB

Rupiah Masih Rawan Melemah

Nilai tukar rupiah menguat setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan BI rate di level 5,75%.

Lonjakan Harga Bahan Baku Bisa Menekan Kinerja JPFA, Simak Rekomendasi Sahamnya
| Kamis, 24 September 2026 | 07:16 WIB

Lonjakan Harga Bahan Baku Bisa Menekan Kinerja JPFA, Simak Rekomendasi Sahamnya

Mengukur peluang dan tantangan kinerja PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) di tengah kenaikan harga ayam dan bahan baku

BI Rate Bertahan, Reksadana Pendapatan Tetap Masih Beri Cuan
| Kamis, 24 September 2026 | 07:12 WIB

BI Rate Bertahan, Reksadana Pendapatan Tetap Masih Beri Cuan

Level suku bunga yang masih tinggi membuat harga obligasi yang menjadi aset dasar reksadana pendapatan tetap (RDPT) menghadapi tekanan.​

INDEKS BERITA

Terpopuler