Pergerakan Rupiah Hari Ini (4/7) Dilanda Capital Outflow

Senin, 04 Juli 2022 | 04:05 WIB
Pergerakan Rupiah Hari Ini (4/7) Dilanda Capital Outflow
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah masih akan tertekan pada awal pekan ini. The Fed masih menunjukkan sinyal hawkish sehingga mata uang berisiko seperti rupiah akan tertekan. 

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, data inflasi dalam negeri melebihi proyeksi para analis. Ini memicu aksi keluar investor asing. "Capital outflow yang berlanjut menjadi sentimen negatif bagi rupiah," kata Reny.

Analis DCFX Futures Lukman Leong memprediksi, awal pekan ini rupiah berpotensi masuk ke Rp 15.000 sebagai level psikologis baru. Terlebih saat ini tekanan masih sangat kuat, lantaran investor cenderung risk off. 

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Tertekan Hingga Rp 15.000 pada Perdagangan Senin (4/7)

Inflasi domestik dalam negeri yang jauh di atas perkiraan pasar akan memaksa Bank Indonesia menaikkan suku bunga. "Jika ternyata tidak direspons BI dengan intervensi, maka kurs rupiah akan mendekati atau malah melewati Rp 15.000," ucap Lukman. 

Proyeksi Lukman, kurs rupiah hari ini akan bergerak antara Rp 14.875-Rp 15.000. Reny memperkirakan rupiah bergerak di Rp 14.875-Rp 14.967. 
Jumat (1/7), kurs spot rupiah ditutup Rp 14.943, melemah 0,27%. Sementara kurs Jisdor melemah 0,5% ke Rp 14.956.  

Bagikan

Berita Terbaru

Depresiasi Rupiah dan Menyusutnya Cadangan Devisa, Sinyal Lampu Kuning Ekonomi RI
| Senin, 13 April 2026 | 10:10 WIB

Depresiasi Rupiah dan Menyusutnya Cadangan Devisa, Sinyal Lampu Kuning Ekonomi RI

Mesin penyedot dolar AS di dalam negeri tak maksimal, sementara capital outflow dari pasar saham semakin masif.

 Negosiasi AS-Iran Mandek, Harga Emas Bersiap Terbang Menembus US$ 5.000?
| Senin, 13 April 2026 | 07:58 WIB

Negosiasi AS-Iran Mandek, Harga Emas Bersiap Terbang Menembus US$ 5.000?

Aksi borong emas makin masif dilakukan oleh bank-bank sentral global yang secara agresif menjadikannya sebagai alternatif cadangan devisa.

ESG Cikarang Listrindo (POWR): Menjual Setrum dari Operasi Ramah Lingkungan
| Senin, 13 April 2026 | 07:51 WIB

ESG Cikarang Listrindo (POWR): Menjual Setrum dari Operasi Ramah Lingkungan

Simak rencana bisnis Penyedia listrik PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) ke depan dengan operasi ramah lingkungan dan potensi pembagian dividen.

Perundingan AS-Iran Gagal, IHSG Dalam Ancaman, Technical Rebound bisa Patah
| Senin, 13 April 2026 | 07:36 WIB

Perundingan AS-Iran Gagal, IHSG Dalam Ancaman, Technical Rebound bisa Patah

Belum ada kabar gembira soal ekonomi domestik yang bisa menjadi katalis penopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Emiten Menara Cetak Pertumbuhan Laba Pada 2025
| Senin, 13 April 2026 | 07:12 WIB

Emiten Menara Cetak Pertumbuhan Laba Pada 2025

Tiga emiten menara telekomunikasi terbersar di Indonesia kompak mencetak pertumbuhan kinerja di sepanjang tahun 2025. 

Saham Emiten Merekah Saat Harga Emas Melemah
| Senin, 13 April 2026 | 07:05 WIB

Saham Emiten Merekah Saat Harga Emas Melemah

Mayoritas saham emiten emas berkilau dalam sepekan terakhir saat harga komoditas ini dalam tren melandai.​

IHSG Senin (13/4) Masih Disetir Tekanan Geopolitik
| Senin, 13 April 2026 | 07:01 WIB

IHSG Senin (13/4) Masih Disetir Tekanan Geopolitik

Negosiasi AS-Iran alot, Israel ikut menekan. Dinamika global bisa pengaruhi pergerakan IHSG hari ini.

Menjaga Kinerja Manufaktur di Masa Krisis
| Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB

Menjaga Kinerja Manufaktur di Masa Krisis

Menjaga kinerja industri manufaktur dalam negeri harus fokus pada pasar domestik sebagai penopang utama.​

Kenaikan Harga Dongkrak Kinerja Emiten Minyak dan Gas
| Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB

Kenaikan Harga Dongkrak Kinerja Emiten Minyak dan Gas

Eskalasi konflik Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak. Cari tahu emiten migas mana saja yang berpotensi cuan dari kondisi ini

Nasib Malang Rupiah
| Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB

Nasib Malang Rupiah

Pemerintah seolah tidak punya ambisi besar untuk mempertahankan nilai rupiah yang terpuruk dalam imbas geopolitik. 

INDEKS BERITA

Terpopuler