Perlu Mewaspadai Risiko Penerbitan SBN
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah perlu menyiapkan strategi pembiayaan fleksibel, menyusul kenaikan target penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto jadi Rp 833,7 triliun pada 2027. Kenaikan kebutuhan pembiayaan ini perlu diimbangi upaya menjaga biaya utang dan mencegah pembiayaan pemerintah menekan sektor swasta.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan, target SBN neto 2027 naik sekitar Rp 53,76 triliun atau 6,9% dari target sebelumnya Rp 779,93 triliun. Sementara pembiayaan utang ditetapkan Rp 876,27 triliun dengan defisit anggaran Rp 671,16 triliun, atau 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB). "Isu utamanya bukan semata-mata besarnya nominal SBN," ujar Josua, Kamis (1/10).
