PNB Per Kapita Jadi Indikator Kualitas Pertumbuhan

Kamis, 28 Agustus 2025 | 08:11 WIB
PNB Per Kapita Jadi Indikator Kualitas Pertumbuhan
[ILUSTRASI. Penumpang KRL Commuter Line memadati stasiun saat transit di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (31/5/2022). KONTAN/Fransiskus Simbolon]
Reporter: Siti Masitoh | Editor: Adinda Ade Mustami

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menginginkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dicapai juga berkualitas. Salah satunya adalah dengan memasukkan pendapatan nasional bruto (PNB) alias gross national income (GNI) per kapita sebagai indikator kualitas perekonomian.

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%. Nah, target PNB per kapita tersebut, dimasukkan ke dalam target pembangunan. 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

AVIA Menambah Jaringan Distribusi
| Selasa, 03 November 2026 | 06:05 WIB

AVIA Menambah Jaringan Distribusi

PT Avia Avian Tbk (AVIA) menyiapkan sejumlah strategi bisnia untuk memperluas penetrasi pasar menjelang tutup tahun ini.

AVIA Menambah Jaringan Distribusi
| Selasa, 03 November 2026 | 06:05 WIB

AVIA Menambah Jaringan Distribusi

PT Avia Avian Tbk (AVIA) menyiapkan sejumlah strategi bisnia untuk memperluas penetrasi pasar menjelang tutup tahun ini.

Tekanan Dana Asing Membayangi Pergerakan Rupiah pada Selasa (3/11)
| Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

Tekanan Dana Asing Membayangi Pergerakan Rupiah pada Selasa (3/11)

Mengawali pekan, nilai tukar rupiah kembali melemah. Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,05% ke Rp 18.156 per dolar AS

SMDR Siapkan Sembilan Kapal Baru
| Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

SMDR Siapkan Sembilan Kapal Baru

Tingginya permintaan angkutan kapal PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) tecermin dalam kinerja kuartal III-2026

Inflasi Melandai, tetapi Tekanan Belum Usai
| Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

Inflasi Melandai, tetapi Tekanan Belum Usai

Inflasi melandai pada Oktober, tetapi ancaman harga pangan dan El Nino masih membayangi.                

Permintaan Layanan Tinggi, Prospek Jangka Menengah Emiten Rumah Sakit Kian Solid
| Selasa, 03 November 2026 | 05:58 WIB

Permintaan Layanan Tinggi, Prospek Jangka Menengah Emiten Rumah Sakit Kian Solid

Investor perlu mencermati sejumlah indikator, seperti perubahan waktu penagihan piutang, hingga biaya pendanaan dari periode ke periode.

Laba Emiten Leasing Masih Menggemuk
| Selasa, 03 November 2026 | 05:35 WIB

Laba Emiten Leasing Masih Menggemuk

Sejumlah emiten multifinance mampu memupuk laba hingga dua digit meski pasar pembiayaan masih tersendat

Derasnya Impor Gerus Surplus Dagang
| Selasa, 03 November 2026 | 05:30 WIB

Derasnya Impor Gerus Surplus Dagang

BPS mencatat, surplus neraca perdagangan pada September 2026 mencapai US$ 3,36 miliar, turun dari US$ 3,55 miliar pada Agustus 2026.

Margin Semakin Tipis, Laba Bank Swasta Kian Terhimpit
| Selasa, 03 November 2026 | 05:30 WIB

Margin Semakin Tipis, Laba Bank Swasta Kian Terhimpit

Penyusutan margin bunga bersih (NIM) menekan laba sejumlah bank swasta besar, termasuk CIMB Niaga, Maybank Indonesia, dan Permata Bank 

Mewaspadai Ancaman Tekanan Likuiditas Perbankan
| Selasa, 03 November 2026 | 05:20 WIB

Mewaspadai Ancaman Tekanan Likuiditas Perbankan

Gangguan transaksi dan penurunan dana nasabah Bank MNC memicu kekhawatiran terhadap likuiditas dan kesehatan perbankan

INDEKS BERITA

Terpopuler