Populisme Ekonomi dan Ilusi Kemakmuran
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setiap pemerintahan ingin dikenang sebagai pemerintahan yang berpihak kepada rakyat. Karena itu, ketika harga kebutuhan pokok naik, lapangan kerja sulit dan daya beli melemah, pemerintah hampir selalu terdorong mengambil langkah-langkah yang manfaatnya segera terasa, seperti: bantuan sosial diperluas, subsidi ditambah, harga ditahan, kredit dipermudah, atau program baru diluncurkan dalam skala besar agar jangkauannya mencakup sebagian besar masyarakat.
Dalam banyak keadaan, kebijakan seperti itu memang diperlukan. Negara tidak boleh diam ketika masyarakat menghadapi tekanan ekonomi. Masalah baru akan muncul ketika kebijakan darurat serupa itu berubah menjadi cara utama mengelola perekonomian. Di situlah yang disebut populisme ekonomi mulai berjalan.
