Potensi Pergerakan Dollar AS Masih Kuat

Rabu, 28 September 2022 | 04:20 WIB
Potensi Pergerakan Dollar AS Masih Kuat
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah masih sulit menguat tinggi. Alasannya, permintaan dollar Amerika Serikat (AS) masih tinggi. 

Analis DCFX Futures Lukman Leong menyebut, rupiah kemarin menguat karena dollar AS sudah overbought. "Pasar wait and see menantikan data inflasi dari pengeluaran konsumsi di AS pekan ini," ujar dia, kemarin. 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebut, sejumlah mata uang di Asia kemarin memang menguat terhadap dollar AS, seperti dollar Singapura, rupee dan rupiah. Tapi dollar AS masih dalam tren menguat. 

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Menjadi Katalis Negatif bagi Saham Emiten Dengan Utang Dolar AS

Josua memperkirakan rupiah hari ini (28/9) berpotensi menguat terbatas. "Data AS, seperti indeks keyakinan konsumen dan pesanan barang tahan lama diperkirakan akan berdampak terbatas ke rupiah," ujar dia.

Tapi di saat yang sama, investor cenderung menjauhi instrumen rupiah, terutama obligasi. Ini karena respons terhadap kenaikan suku bunga. 

Lukman memperkirakan, rupiah hari ini bergerak antara Rp 15.050-Rp 15.175. Josua memperkirakan rupiah bergerak di Rp 15.075-Rp 15.150. 

Kemarin, kurs spot rupiah naik tipis 0,04% ke Rp 15.124. Kurs Jisdor turun 0,23% ke Rp 15.155 per dollar AS

Baca Juga: Menakar Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Emiten dengan Utang Valas Jumbo
 

Bagikan

Berita Terbaru

Investasi Asuransi Syariah Ambles
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:45 WIB

Investasi Asuransi Syariah Ambles

Perusahaan asuransi syariah hanya mengumpulkan hasil investasi sebanyak Rp 117,13 miliar selama semester I-2026. 

Bea Keluar Emas dan Jebakan Tarif Progresifnya
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:32 WIB

Bea Keluar Emas dan Jebakan Tarif Progresifnya

Mengejar penyelundup satu demi satu di bandara itu hanya mengobati gejala, bukan penyakit yang sesungguhnya.

Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) Jaga Peluang Pasar Mobil Bekas di Semester II-2026
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:19 WIB

Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) Jaga Peluang Pasar Mobil Bekas di Semester II-2026

Di tengah tantangan daya beli, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) berharap bisnis mobil bekas membaik di semester kedua.

Kunci Prinsip Investasi Bryan David Emil: Cerdas Mengelola Risiko
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:19 WIB

Kunci Prinsip Investasi Bryan David Emil: Cerdas Mengelola Risiko

Mengupas stretegi berinvestasi dan keranjang investasi Bryan David Emil, Direktur Utama PT Martina Berto Tbk (MBTO)

BI Minta Bank Dorong Penyaluran Kredit UMKM
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:30 WIB

BI Minta Bank Dorong Penyaluran Kredit UMKM

Pertumbuhan kredit ke sektor tersebut hingga pertengahan 2026 masih tipis, hanya 1,2% secara tahunan

Purbaya Tambah Rp 31 Triliun untuk PPPK Jadi PNS
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Purbaya Tambah Rp 31 Triliun untuk PPPK Jadi PNS

Menkeu Purbaya memastikan tambahan anggaran tersebut tidak menambah defisit anggaran tahun depan    

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Jumat (20/8), Simak Rekomendasi Sejumlah Saham
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:03 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Jumat (20/8), Simak Rekomendasi Sejumlah Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali mengalami penguatan pada perdagangan Jumat (20/8/2026).

SILO Akuisisi 14 RS Senilai Rp 9 Triliun, Lebih dari Sekadar Asset Recycling?
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:01 WIB

SILO Akuisisi 14 RS Senilai Rp 9 Triliun, Lebih dari Sekadar Asset Recycling?

Dampak terhadap laba SILO bergantung pada perbandingan antara beban sewa yang berhasil dihindari dengan tambahan depresiasi dan beban bunga.​

Batasan BBM Bersubsidi Hemat Anggaran 10%
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:01 WIB

Batasan BBM Bersubsidi Hemat Anggaran 10%

Pemerintah akan membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi bagi masyarakat yang masuk desil 10 mulai tahun ini

Dalam Enam Bulan Utang Luar Negeri BI Melesat 72%
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Dalam Enam Bulan Utang Luar Negeri BI Melesat 72%

Posisi utang luar negeri (ULN) bank sentral per akhir Juni 2026 sebesar US$ 42,46 miliar            

INDEKS BERITA