Private Equity Menjejali Pasar Kawasan Teluk

Sabtu, 04 November 2023 | 04:25 WIB
Private Equity Menjejali Pasar Kawasan Teluk
[ILUSTRASI. Arab Saudi akan mensyaratkan pengelola dana asing harus membuka kantor. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.]
Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - RIYADH. Semakin banyak private equity membuka kantor di kawasan Teluk. Ini adalah bentuk upaya perusahaan private equity mempererat hubungan dengan pengelola dana kekayaan negara dan keluarga di wilayah tersebut. 

Arab Saudi dan negara lain di kawasan teluk dianggap sebagai tempat mengumpulkan uang yang potensial. Secara global, menurut riset Prequin, penggalangan dana dan investasi alternatif, termasuk ekuitas swasta, secara global turun 21% secara tahunan menjadi US$ 972 miliar per 1 November. 

Salah satu private equity yang telah membuka kantor di Arab adalah Ardian. Sejak Januari lalu, Ardian membuka kantor di Abu Dhabi dan memiliki tim beranggotakan 12 orang. 

Baca Juga: Harga Minyak Masih Bisa Melaju Hingga Akhir Tahun

Ardian antara lain berencana berinvestasi di energi hijau, seperti hidrogen. "Kami memperkirakan akan ada 25 orang dalam tim pada akhir tahun depan," kata Francois Aissa-Touazi, Kepala Hubungan Investor Global Ardian, seperti dikutip Reuters, kemarin.

Syarat Arab Saudi

Brookfield, perusahaan manajemen aset dari Kanada, baru-baru ini juga membuka kantor di Riyadh. Perusahaan ini juga berencana membuka kantor lain di Abu Dhabi. Di tahun ini juga ada perusahaan Eropa Tikehau Capital yang membuka kantor di Abu Dhabi. CVC bahkan membuka kantor di Dubai sejak tahun lalu.

Kepala Eksekutif Brookfield Bruce Flatt mengaku tengah membangun bisnis di Arab Saudi. "Kami hanya memiliki bisnis di bawah US$ 10 miliar di wilayah ini. Kami sedang membangun semua bisnis tersebut di Arab Saudi," kata dia. 

Wakil Gubernur Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi Yazeed A. al-Humied, dalam acara Future Investment Initiative (FII), atau yang biasa dijuluki Davos in the Desert, mengatakan, Arab Saudi akan mensyaratkan pengelola dana asing yang ingin mengumpulkan uang orang kaya di Arab Saudi harus memiliki kantor regional di negara tersebut. 

Menteri Keuangan Arab Saudi Mohammed Al Jadaan sebelumnya mengatakan, ketentuan harus memiliki kantor di Arab Saudi tersebut akan ditetapkan pada Januari 2024. Saat ini, Arab Saudi tengah berupaya memprivatisasi sejumlah bidang, mulai dari klub sepakbola hingga pabrik tepung. Arab Saudi juga membuka aset-aset utama yang sebelumnya tidak dapat diakses oleh investor asing. 

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Bisa Terdorong dari Lanjutan Pengurangan Pasokan oleh OPEC+

Sebagian besar kesepakatan yang dilakukan sejauh ini baru di bidang infrastruktur, seperti jaringan pipa minyak dan gas hingga real estate. Perusahaan negara juga tengah mencari cara untuk melakukan transisi energi bersih, seperti hidrogen dan karbon.    

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Menilik Keuangan WBSA, IPO Perdana di 2026 yang Labanya Tumbuh Ribuan Persen di 2025
| Kamis, 26 Maret 2026 | 17:49 WIB

Menilik Keuangan WBSA, IPO Perdana di 2026 yang Labanya Tumbuh Ribuan Persen di 2025

WBSA bakal melepas sebanyak-banyaknya 20,75% saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh bernilai hingga Rp 306 miliar.

Memetakan Persaingan Sengit Alfamart dan Indomaret, Duo Raksasa Ritel di Indonesia
| Kamis, 26 Maret 2026 | 16:52 WIB

Memetakan Persaingan Sengit Alfamart dan Indomaret, Duo Raksasa Ritel di Indonesia

Untuk penjualan minuman siap saji saja di Alfamart turun 20% YoY, pendapatan kelas menengah yang menyusut porsi berbelanja ikut berkurang.

Struktur Voting Baru Grab Holdings Limited Buka Peluang Konsolidasi dengan GOTO
| Kamis, 26 Maret 2026 | 16:19 WIB

Struktur Voting Baru Grab Holdings Limited Buka Peluang Konsolidasi dengan GOTO

Perubahan struktur voting pasca akuisisi Foodpanda Taiwan tampak sebagai strategi Grab untuk menjaga fleksibilitas pengambilan keputusan.

Harga Minyak Terus Melonjak, Margin Emiten Sektor Ini Rentan Tertekan
| Kamis, 26 Maret 2026 | 07:37 WIB

Harga Minyak Terus Melonjak, Margin Emiten Sektor Ini Rentan Tertekan

Jika daya beli masyarakat melemah akibat inflasi energi, emiten sektor konsumer akan kesulitan menjaga volume penjualan.

Sentimen Pembagian Dividen Emiten Kakap, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 26 Maret 2026 | 07:04 WIB

Sentimen Pembagian Dividen Emiten Kakap, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Sentimen positif lain, langkah efisiensi berbagai kementerian melalui pemangkasan belanja tidak mendesak. 

Pemulihan Aset Diprediksi Lebih Sulit Tahun Ini
| Kamis, 26 Maret 2026 | 07:00 WIB

Pemulihan Aset Diprediksi Lebih Sulit Tahun Ini

Bank andalkan jual aset bermasalah untuk jaga laba—tapi tahun ini makin sulit karena stok menipis dan pasar lesu.

Kakao Indonesia Terbentur Kualitas
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:53 WIB

Kakao Indonesia Terbentur Kualitas

Dari sisi hilir, kapasitas industri pengolahan kakao nasional sebenarnya telah mencapai sekitar 739.000 ton per tahun

Suplai Kontainer Langka,  Bongkar Muat Melambat
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:50 WIB

Suplai Kontainer Langka, Bongkar Muat Melambat

Hambatan di pelabuhan akibat kelangkaan kontainer dan keandalan carane, serta  perang Timur Tengah turut mengerek biaya logistik ekspor-impor

Roland Berger: Pasar RI Masih Terbuka
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:44 WIB

Roland Berger: Pasar RI Masih Terbuka

Indonesia menawarkan kombinasi antara potensi jangka panjang yang signifikan dan stabilitas konsumsi yang relatif tinggi.

 Krisis Minyak, Batubara Kembali Menjadi Andalan
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:38 WIB

Krisis Minyak, Batubara Kembali Menjadi Andalan

Potensi Filipina mengimpor batubara dari Indonesia bisa mencapai 40 juta ton pada tahun ini untuk mengamankap operasional PLTU

INDEKS BERITA

Terpopuler