Ratifikasi Ekstradisi

Jumat, 05 Agustus 2022 | 08:00 WIB
Ratifikasi Ekstradisi
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Markus Sumartomdjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Surya Darmadi mencuatkan kembali urusan yang belum tuntas selama puluhan tahun; ekstradisi koruptor yang bersembunyi di Singapura.

Tersangka kasus penguasaan lahan perkebunan sawit secara ilegal dengan taksiran kerugian negara Rp 78 triliun, itu meniru jejak koruptor lain yang kabur dan hidup sentosa di negeri tetangga. 

Pemilik PT Duta Palma Group itu bukan hanya "lihai" lantaran berhasil kabur sebelum dicokok penegak hukum. Ia tampaknya juga tahu persis, Indonesia hingga detik ini tak punya taji untuk menjangkau Singapura.

Sebetulnya, angin surga bagi penegakan hukum sudah bertiup dua kali. Saat Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden, pada 27 April 2007 Indonesia dan Singapura meneken kesepakatan perjanjian ekstradisi di Bali.

Selang dua bulan, dengan dalih kedaulatan, Komisi I DPR menolak meratifikasi perjanjian tersebut.

Pasalnya, pengesahan perjanjian ekstradisi mesti disepakati secara paralel dengan Defence Cooperation Agreement (DCA). Di dalam perjanjian kerja sama pertahanan itu, Singapura diperkenankan menggelar latihan militer di Indonesia, baik sendiri maupun melibatkan pihak ketiga.

Di era Presiden Joko Widodo, Indonesia dan Singapura kembali meneken kesepakatan ekstradisi pada 25 Januari 2022 di Bintan, Kepulauan Riau.

Kali ini juga sepaket dengan perjanjian kerja sama pertahanan yang serupa plus sejumlah kesepakatan lain seperti soal Flight Information Region. 

Namun, sudah lebih dari setengah tahun, pemerintah rupanya belum juga mengajukan ratifikasi perjanjian ekstradisi itu ke DPR. Padahal, kata anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan, politisi Senayan saat ini relatif lebih akomodatif terhadap keinginan pemerintah. 

Soal latihan militer Singapura, asal TNI dilibatkan, tentu tak akan jadi masalah. Toh, Indonesia juga sering mengundang militer negara lain untuk menggelar latihan perang bersama di wilayah Indonesia.

Dus, bola kini di tangan pemerintah. Luhut Binsar Panjaitan, yang kata Farhan diberi tugas oleh Presiden Jokowi, mesti meyakinkan politisi DPR bahwa perjanjian kerja sama pertahanan dengan Singapura tak akan melanggar kedaulatan dan keamanan Indonesia.

Jika serius, jangankan Surya Darmadi, koruptor dari masa 18 tahun silam pun bisa diseret pulang untuk menghadapi perkara hukum di Indonesia. Itu pun kalau belum ngumpet di negara lain lagi.

Bagikan

Berita Terbaru

Awal Pekan, HSC Mulai Didepak dari Perhitungan IHSG, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 02 November 2026 | 06:44 WIB

Awal Pekan, HSC Mulai Didepak dari Perhitungan IHSG, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Kebijakan baru BEI mulai 2 November, saham-saham high shareholding concentration (HSC) dikecualikan dari perhitungan IHSG.

Instrumen Investasi Berguguran di Oktober
| Senin, 02 November 2026 | 06:30 WIB

Instrumen Investasi Berguguran di Oktober

Penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil US Treasury, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik menjadikan investor wait and see

Menakar Prospek Saham Kompas100 Usai Evaluasi Minor
| Senin, 02 November 2026 | 06:27 WIB

Menakar Prospek Saham Kompas100 Usai Evaluasi Minor

Dalam evaluasi kali ini, terdapat perubahan bobot sejumlah saham, termasuk saham-saham berkapitalisasi besar.

Cuan Emiten Migas Belum Merata
| Senin, 02 November 2026 | 06:15 WIB

Cuan Emiten Migas Belum Merata

Meski menghadapi keterbatasan produksi di dalam negeri dan produksi migas seret, emiten hulu diuntungkan lonjakan ICP

Rupiah Lemah, Eksportir Raup Untung
| Senin, 02 November 2026 | 06:12 WIB

Rupiah Lemah, Eksportir Raup Untung

Pelemahan rupiah hingga menembus Rp 18.100 per dolar AS berpotensi membawa keuntungan bagi emiten komoditas berorientasi ekspor

November Rain, IHSG Masih Volatil
| Senin, 02 November 2026 | 06:11 WIB

November Rain, IHSG Masih Volatil

Perubahan metodologi yang membuat saham HSC keluar dari perhitungan IHSG dan review MSCI akan menjadi sentimen IHSG di bulan ini

Rupiah Masih Banyak Tekanan pada Pekan Ini
| Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Rupiah Masih Banyak Tekanan pada Pekan Ini

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak di bawah tekanan pada awal pekan ini.

Alokasi Timpang Subsidi di Angkutan di Musim Liburan
| Senin, 02 November 2026 | 05:35 WIB

Alokasi Timpang Subsidi di Angkutan di Musim Liburan

Menyambut libur Natal dan Tahun Baru, tiket sejumlah moda transportasi mendapat subsidi pemerintah kecuali tiket otobus.

Perlu Mengerek Imbal Hasil Tarik Investor
| Senin, 02 November 2026 | 05:30 WIB

Perlu Mengerek Imbal Hasil Tarik Investor

Masih terjadwal tujuh kali lelang SBN di November-Desember 2026, yang terdiri dari empat kali lelang pada November dan tiga kali pada Desember

Ekspansi Bisnis Mengerek Beban Operasional
| Senin, 02 November 2026 | 05:30 WIB

Ekspansi Bisnis Mengerek Beban Operasional

Beban operasional meningkat akibat ekspansi bisnis dan investasi teknologi di tengah efisiensi.          

INDEKS BERITA

Terpopuler