Rekomendasi Saham Anggota MIND ID yang Menyabet Penghargaan ESG Proper Emas

Senin, 22 Januari 2024 | 07:00 WIB
Rekomendasi Saham Anggota MIND ID yang Menyabet Penghargaan ESG Proper Emas
[ILUSTRASI. Percepat proyek smelter, Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah milik Grup MIND ID ditargetkan beroperasi pada? Oktober 2024]
Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - Anggota MIND ID punya sederet program untuk lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Hal ini sudah diapresiasi investor saham, meski pengaruhnya belum sebesar bisnis utama pertambangannya. 

Sebagian langkah yang diterapkan di kawasan operasi tambang anggota MIND ID, mendulang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan atau Proper 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tahun lalu, MIND ID berhasil memboyong enam Proper Emas, dari  PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan  PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum.

Antam misalnya meraih Proper Emas lewat Unit Bisnis Pengelolaan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia dengan program Agroeduwisata Jayakarta yang membantu penyelesaian sampah di Kelurahan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. Selain itu, Unit Bisnis Penambangan Emas (UBPE) Pongkor meraih Proper Emas dari program penyelesaian permasalahan illegal logging dan penambang emas tanpa izin (PETI) di Kampung Cisangku, Bogor.

PT Timah juga mengangkut Proper Emas melalui TB Batu Besi dengan memanfaatkan lahan bekas tambang untuk budidaya nanas badau dan pengolahannya.

Perusahaan batubara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meraih Proper Emas lewat Unit Pelabuhan Tarahan dan Unit Pertambangan Tanjung Enim. Emiten batubara ini mengklaim telah menjalankan berbagai upaya untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060 yang ditetapkan pemerintah. 

Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso menilai, Proper merupakan tolok ukur   perusahaan tambang memiliki maturitas pelaksanaan ESG.

“Sangat penting bagi kami seperti perusahaan penambang dunia lainnya, bahwa kami punya tolok ukur yang jelas, referensi yang jelas mengenai keberhasilan dalam melakukan semua pilar sustainability yang dibutuhkan,” kata Hendi, dikutip dari rilis. 

Selain itu, emiten-emiten tambang ini punya berbagai strategi untuk dekarbonisasi dan mengurangi efek Gas Rumah Kaca, pengelolaan air dan limbah, sampai efisiensi konsumsi energi dalam kegiatan operasional. Misalnya Antam yang  menggunakan bahan bakar B30 untuk kendaraan alat beratnya. Perusahaan juga menggunakan listrik dari energi terbarukan PLTA. Panel surya dimanfaatkan untuk menerangi penerangan jalan tambang di wilayah operasi. 

PTBA mengklaim, melalui program eco-inovasi, menghasilkan efisiensi energi sebesar 380.697 gigajoule (GJ) per tahun dan penurunan emisi 95.383 ton CO2e per tahun.

Hendi pernah menyebut, MIND ID turut berkomitmen mencapai net zero emission (NZE) pada 2060 nanti. Strateginya, pada 2030, perusahaan capai target konsumsi energi bersih sebesar 40,2 juta giga joule (GJ) yang ditingkatkan menjadi 52,5 juta GJ di tahun 2060.  Strategi perusahaan menerapkan operasional hingga konsumsi energi yang berbasis prinsip ramah lingkungan dan energi baru terbarukan (EBT). 

Saat ini, MIND ID dalam proses melakukan digitalisasi semua alat dan peralatan tambang, elektrifikasi peralatan produksi utama dan transportasi pendukung, meningkatkan komposisi biofuel, serta mengembangkan penggunaan energi terbarukan dengan pembangunan PLTS dan PLTA. 

Implementasi efisiensi energi dalam kegiatan penambangan dan pengolahan hasil tambang diyakini akan mengurangi konsumsi energi dan biaya operasional di masa mendatang.  

Harga komoditas

Sederet upaya anggota MIND ID mulai menjadi pertimbangan bagi investor dalam membuat keputusan investasi. Namun, pengaruhnya masih belum besar. “Faktor penggerak harga saham ANTM, PTBA, dan TINS masih didominasi komoditas yang jadi bisnis utama saat ini,” kata  Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo.

Dia bilang, langkah ESG akan menarik bagi saham-saham ini untuk jangka panjang lantaran kesadaran masyarakat akan meningkat untuk untuk energi hijau dan terbarukan. Namun, masih perlu waktu ke arah itu. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus juga menilai, langkah transisi yang dilakukan emiten tambang ini belum menunjukkan bentuk yang solid. Memang, isu mengenai EBT masihlah seksi. Apalagi pemerintah juga mendorong net zero emission. Komitmen untuk mempermudah transisi juga  seperti tercantum dalam  kebijakan dan komitmen investasi atau comprehensive investment and policy plan (CIPP) saja sangat besar, yaitu mencapai US$ 21,6 miliar atau sekitar Rp 333 triliun. 

Langkah pengelolaan lingkungan juga menghasilkan efisiensi energi. Dari Proper 2023, dihasilkan efisiensi anggaran dalam pengelolaan lingkungan mencapai Rp 158 triliun.

“Tapi saat ini, kembali lagi kita harus melihat bagaimana diversifikasi usaha yang dilakukan masing-masing perusahaan,” kata Nico. 

Meski transformasi bisnis ke ramah lingkungan masih kecil dibanding bisnis utama emiten tambang, Felix Darmawan, Equity Research Analyst Panin Sekuritas menilai, ini merupakan bukti nyata komitmen untuk menuju net zero emission. “Menurut saya, hal ini diapresiasi investor, khususnya yang peduli pada ketaatan terhadap ESG,” kata dia. 

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya tampaknya belum tertarik lagi dengan saham komoditas yang mulai kembali ke ekuilibrium normal dengan harga saat ini cenderung konsolidasi dengan potensi menurun. Dia masih enggan merekomendasikan saham komoditas sekarang. 

Nah, berikut prospek saham-saham MIND ID. 

ANTM

Salah satu komoditas utama ANTM adalah emas, yakni sebesar 60%-70% penjualan bersih mereka. Sutopo menjelaskan, saat ini harga emas masih terjaga oleh  ketakutan akan eskalasi konflik Timur Tengah, menyusul semakin intensifnya bentrokan di Laut Merah. 

Pada Kamis sore (18/1), harga emas ada di US$ 2.011 per onstroi, menguat dibanding akhir tahun lalu di US$ 2.062. 

Namun, ada risiko yang membayangi harga  emas. Penurunan suku bunga akan meningkatkan daya tarik imbal hasil obligasi dibanding emas. Harga emas yang masih terlalu mahal dianggap tidak menarik masuk sektor ini. Dari terawangan Sutopo, penurunan harga ANTM dari level psikologis Rp 1.600 membuka risiko penurunan ke Rp 1.200 per saham. 

Adapun, Nico melihat prospek harga emas masih mengkilap dipoles tensi geopolitik. Dia merekomendasikan buy ANTM di harga Rp 2.100 per saham. 
Felix mengingatkan,  untuk ANTM, investor juga perlu mencermati harga nikel yang sudah merosot ke US$ 16.000-an dari posisi tertinggi US$ 22.000 akibat pelambatan ekonomi China. Tapi, dia masih merekomendasikan buy ANTM dengan target harga Rp 2.200 per saham.

Analis saham teknikal RHB Sekuritas Muhammad Wafi merekomendasikan ANTM untuk buy on weakness, dengan support Rp 1.580 dan resistance Rp 1.630. Dia melihat, ruang penurunan harga ANTM sudah terbatas dan ada peluang rebound. Proyeksi teknikal ini bisa diperhatikan untuk periode 1-2 minggu ke depan.

PTBA

Kekhawatiran mengenai eskalasi konflik di Timur Tengah kemungkinan besar juga mengguncang  harga energi lain. Namun, harga batubara tak menangkap peluang ini karena lemahnya permintaan. Selain itu beberapa aturan impor soal batubara dari China telah membebani harga, yang berpengaruh pada penurunan daya tarik.

Harga batubara yang terkoreksi 48% tahun lalu, melanjutkan pelemahan ke level US$ 126 per ton pada Rabu (17/1). Menurut Sutopo, kenaikan harga PTBA kurang mendapat respons dan terbuka koreksi dengan support di Rp 2.500.

Secara teknikal, saham PTBA tampaknya belum menarik. Wafi merekomendasikan jual dengan support Rp 2.500 dan resistance Rp 2.800. Potensi kenaikan terbatas dan berpeluang untuk koreksi.

TINS

Harga timah cenderung terangkat awal tahun ini akibat ketidakpastian pasokan dari produsen utama di Myanmar. Tapi, terbuka peluang pertambangan timah di Myanmar kembali beroperasi setelah Tahun Baru Imlek dan mendorong normalisasi pasokan di pasar. Hal ini berpeluang menggerus kembali harga timah.

Menurut Sutopo, harga TINS terlihat sulit bangkit. Penurunan harga ke bawah Rp 625 dapat menguji arah Rp 456. Dia tidak memberi rekomendasi untuk TINS. 

Sebaliknya, Wafi melihat peluang buy on weakness untuk saham TINS secara teknikal. Support-resistance di Rp 620-Rp 650. Dia bilang, ruang penurunan TINS sudah terbatas dan berpeluang rebound untuk mengetes jalur sideways

Bagikan

Berita Terbaru

Beredar Rumor, Prajogo Pangestu Ditawari Divestasi Saham BBYB Oleh Akulaku
| Jumat, 22 November 2024 | 15:14 WIB

Beredar Rumor, Prajogo Pangestu Ditawari Divestasi Saham BBYB Oleh Akulaku

Kepemilikan Prajogo Pangestu dalam emiten Gozco Group, diakitkan dengan investasi Gozco di PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB),  

Draf Kabinet Donald Trump Pro Energi Fosil, Begini Dampaknya ke Emiten Energi di RI
| Jumat, 22 November 2024 | 14:33 WIB

Draf Kabinet Donald Trump Pro Energi Fosil, Begini Dampaknya ke Emiten Energi di RI

Dua nama calon menteri Donald Trump yang pro energi fosil, yakni Doug Burgum calon Menteri Dalam Negeri dan Chris Wright calon Menteri Energi.

Pungutan Ekspor Sawit Turun dari Target Awal
| Jumat, 22 November 2024 | 09:50 WIB

Pungutan Ekspor Sawit Turun dari Target Awal

Tahun ini BPDPKS menargetkan setoran pungutan ekspor sawit sebesar Rp 24 triliun, turun dari target awal

Rencana PPN Naik Menuai Petisi Penolakan
| Jumat, 22 November 2024 | 09:32 WIB

Rencana PPN Naik Menuai Petisi Penolakan

Ribuan masyarakat Indonesia menandatangani petisi yang menolak rencana kenaikan tarif PPN menjadi 12% tersebut

Tax Amnesty Bisa Gagal Tarik Dana
| Jumat, 22 November 2024 | 09:14 WIB

Tax Amnesty Bisa Gagal Tarik Dana

Menurut Direktur Eksekutif Indef Eko Listiyanto, tax amnesty tidak bisa diterapkan terus-menerus dalam waktu singkat

Cuan Tinggi Saham Pendatang Baru
| Jumat, 22 November 2024 | 09:12 WIB

Cuan Tinggi Saham Pendatang Baru

Kendati harga saham pendatang baru sudah naik tinggi hingga ratusan persen, waspadai pembalikan arah

Upaya Dorong Ekonomi Akan Memperlebar CAD
| Jumat, 22 November 2024 | 08:58 WIB

Upaya Dorong Ekonomi Akan Memperlebar CAD

Bank Indonesia memperkirakan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) sepanjang tahun 2024 bisa melebar jadi 0,9% PDB

WTON Memangkas Target Nilai Kontrak Baru Jadi Rp 6 Triliun
| Jumat, 22 November 2024 | 08:52 WIB

WTON Memangkas Target Nilai Kontrak Baru Jadi Rp 6 Triliun

PT Wika Beton Tbk (WTON) memperkirakan, hingga akhir 2024 ini nilai kontrak baru hanya akan mencapai ke Rp 6 triliun.

Nobel Ekonomi 2024 dan Pengendalian Inflasi
| Jumat, 22 November 2024 | 08:15 WIB

Nobel Ekonomi 2024 dan Pengendalian Inflasi

Keberadaan tiga BUMD pangan yang ada di Jakarta jadi kunci pengendalian inflasi di Provinsi DKI Jakarta

Mimpi ke Piala Dunia
| Jumat, 22 November 2024 | 08:00 WIB

Mimpi ke Piala Dunia

Indonesia harus mulai membuat cetak biru pengembangan sepakbola nasional yang profesional agar mimpi ke Piala Dunia jadi kenyataan.

INDEKS BERITA

Terpopuler