Berita Kebijakan

Rencana Penghapusan DMO Memantik Pro dan Kontra

Selasa, 26 Juli 2022 | 04:25 WIB
Rencana Penghapusan DMO Memantik Pro dan Kontra

Reporter: Lailatul Anisah, Vendy Yhulia Susanto | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan berencana menghapus kebijakan wajib pasok dalam negeri atau domestic market obligation (DMO). Tujuannya:  untuk memperlancar ekspor produk minyak sawit alias crude palm oil (CPO) dan turunannya.

Hanya saja, rencana ini bisa memantik pro dan kontra. Hanya, menurut Staf Khusus Menteri Perdagangan Oke Nurwan, pencabutan DMO mempertimbangkan:  pertama, komitmen pengusaha sawit untuk menjamin pasokan bahan baku minyak goreng.

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.

Sudah berlangganan? Masuk

Berlangganan

Berlangganan Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi, bisnis, dan investasi pilihan

Rp 20.000

Bayar per artikel

Hanya Rp 5.000 untuk membaca artikel ini

Rp 5.000

Berlangganan dengan Google

Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran karena Google akan mengingat metode yang sudah pernah digunakan.

Terbaru