Rupiah Masih Akan Cermati Data Ekonomi pada Selasa (4/8)

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:55 WIB
Rupiah Masih Akan Cermati Data Ekonomi pada Selasa (4/8)
[ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah melemah (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)]
Reporter: Vatrischa Putri Nur, Vivit Dewi | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat, awal pekan. Melansir Bloomberg, di pasar spot rupiah ditutup menguat 0,14% per hari ke level Rp 17.997 per dolar AS, Senin (3/8). Sejalan, kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) juga naik 0,37% secara harian ke Rp 17.991 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, penguatan rupiah pada awal pekan terutama didorong oleh pelemahan dolar AS di pasar global. "Sementara dari sisi aliran dana asing masih terjadi outflow sehingga terbatas untuk mendukung penguatan rupiah," tutur David, Senin (3/8).

Baca Juga: Rupiah Terpuruk 9 Bulan Beruntun, BI Mesti Waspadai Lonjakan Imbal Hasil US Treasury

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Dari Bantalan ke Mesin Devisa
| Senin, 14 September 2026 | 04:11 WIB

Dari Bantalan ke Mesin Devisa

Sudah saatnya Indonesia bergerak dari sekadar menjaga bantalan menuju memperkuat mesin penghasil devisa.

Dari Bantalan ke Mesin Devisa
| Senin, 14 September 2026 | 04:11 WIB

Dari Bantalan ke Mesin Devisa

Sudah saatnya Indonesia bergerak dari sekadar menjaga bantalan menuju memperkuat mesin penghasil devisa.

Pemegang Saham Borong Rp 9,6 Miliar, Saham IMPC Layak Dikoleksi?
| Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Pemegang Saham Borong Rp 9,6 Miliar, Saham IMPC Layak Dikoleksi?

Pembelian saham oleh pemegang saham pengendali Tunggal Jaya Investama tersebut merupakan sinyal yang positif dan layak dicermati.

Minyak dan Batubara di Level Tinggi, Saham Energi Mana yang Masih Menarik Dikoleksi?
| Minggu, 13 September 2026 | 16:10 WIB

Minyak dan Batubara di Level Tinggi, Saham Energi Mana yang Masih Menarik Dikoleksi?

MEDC menjadi pilihan untuk mendapatkan eksposur terhadap minyak, sedangkan AADI dan ITMG menarik terhadap harga thermal coal.

Emas Global Anjlok dan Emas Antam Ikut Tertekan, Saatnya Akumulasi Bertahap
| Minggu, 13 September 2026 | 15:54 WIB

Emas Global Anjlok dan Emas Antam Ikut Tertekan, Saatnya Akumulasi Bertahap

Prospek emas Antam masih sangat solid untuk tren jangka panjang, sehingga momentum pelemahan harga saat ini dapat dimanfaatkan oleh investor.

Sudah Dua Dekade Menanti Obligasi Daerah
| Minggu, 13 September 2026 | 09:46 WIB

Sudah Dua Dekade Menanti Obligasi Daerah

Obligasi daerah memaksa disiplin yang selama ini sulit dibangun lewat mekanisme administratif semata.

Langkah Manis Jasa Menemani Lari
| Minggu, 13 September 2026 | 06:30 WIB

Langkah Manis Jasa Menemani Lari

Di tengah tren lari yang semakin ramai, aktivitas lari bisa menjadi peluang usaha yang mampu memberikan cuan menggiurkan.

 
Emisi Melandai Saat Performa Bisnis Mendaki
| Minggu, 13 September 2026 | 06:20 WIB

Emisi Melandai Saat Performa Bisnis Mendaki

Di tengah tantangan menyeimbangkan profit dan keberlanjutan, Maybank berhasil mencetak pertumbuhan bisnis sekaligus mengurangi emisi karbon.

Bunga Ultra Mikro Makin Murah, Pindar Cari Ruang Baru
| Minggu, 13 September 2026 | 06:15 WIB

Bunga Ultra Mikro Makin Murah, Pindar Cari Ruang Baru

Pembiayaan digital tak lagi hanya berkutat pada kebutuhan konsumsi. Sudah ada modal untuk warung, pertanian, hingga kerajinan.

Bank Makin Gencar Manfaatkan Teknologi Akal Imitasi
| Minggu, 13 September 2026 | 06:15 WIB

Bank Makin Gencar Manfaatkan Teknologi Akal Imitasi

Akal imitasi mulai dipakai bank untuk mempercepat pembukaan rekening, membaca pola transaksi, hingga mendukung pengelolaan risiko.

INDEKS BERITA

Terpopuler