KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah pada perdagangan Kamis (9/4), di tengah tekanan sentimen global dan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 17.090 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (9/4), melemah 0,46% dari sehari sebelumnya. Sejalan dengan itu, rupiah merujuk Jisdor Bank Indonesia (BI) ada di Rp 17.082 per dolar AS, melemah 0,43% dari sehari sebelumnya.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Emiten dengan Utang Dolar AS Bisa Tercekik
Lukman Leong, Chief Analyst Doo Financial Futures menilai posisi rupiah masih akan didikte oleh perkembangan di Timur Tengah. "Saat ini, pasar umumnya masih meragukan bahwa gencatan senjata dapat dipertahankan," ujar Lukman, Kamis (9/4).
Ruang intervensi otoritas domestik ke rupiah juga dinilai semakin terbatas. Untuk perdagangan Jumat (10/4), Lukman memperkirakan rupiah masih tertekan di kisaran Rp 17.000 - Rp 17.050 per dolar AS. Senada, Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan, rupiah masih akan bergerak dalam tekanan di kisaran Rp 17.090 – Rp 17.140 per dolar AS.
