Rupiah yang Sudah Keok Semakin Terpojok
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah memang menguat tipis 0,10% ke Rp 17.889 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (6/10). Namun, posisi mata uang garuda sejatinya masih terpojok akibat lonjakan yield obligasi global dan dolar AS yang tetap perkasa.
Tengok saja imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang bertahan di kisaran 5,32% pada Selasa (6/10). Yield US Treasury bertahan di dekat level tertinggi sejak 2002, di tengah kekhawatiran fiskal yang meningkat dan tekanan inflasi AS yang masih tinggi.
