Sah, Duo Hartono Pemilik Grup Djarum dan BBCA Kini Resmi Mendekap 5 Persen Saham TOWR

Jumat, 16 September 2022 | 10:41 WIB
Sah, Duo Hartono Pemilik Grup Djarum dan BBCA Kini Resmi Mendekap 5 Persen Saham TOWR
[ILUSTRASI. Bambang Hartono, pemilik Grup Djarum memperlihatkan buku tabungan BRI Britama. DOK/KONTAN]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono telah resmi menjadi pemegang 5% saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Duo pemilik Grup Djarum dan Bank BCA (BBCA) itu menebus saham TOWR dengan mahar sekitar Rp 3,32 triliun.

Sebelumnya, lewat PT Dwimuria Investama Andalan, Duo Hartono itu menggelar tender sukarela sebanyak 2.550.731.300 saham TOWR. Harga penawarannya di Rp 1.300 per saham. Dus, total nilai transaksinya mencapai Rp 3,32 triliun. 

Nah, berdasar data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 15 September 2022, nama PT Dwimuria Investama Andalan sudah tercatat sebagai investor baru di TOWR dengan porsi kepemilikan 5%.

Sementara merujuk data transaksi harian saham TOWR, akumulasi saham tersebut berlangsung pada 14 September 2022. Di hari itu, berlangsung crossing 2.550.731.300 saham TOWR. Nilai transaksi lewat BCA Sekuritas itu mencapai sekitar Rp 3,32 triliun atau Rp 1.300 per saham.

Baca Juga: Duta Pertiwi (DUTI) Mengantongi 67% Target Marketing Sales Tahun Ini

Hanya saja, belum diketahui siapa pihak yang telah menjual saham tersebut ke Dwimuria Investama Andalan. Dus, belum ada informasi bagaimana struktur kepemilikan TOWR saat ini seiring masuknya konglomerat pemilik Grup Djarum itu.

Yang jelas, sebelum masuknya Dwimuria, PT Sapta Adhikari yang menjadi pemegang saham pengendali TOWR mendekap 54,42%, setara 27.764.246.165 saham. Lalu investor dengan kepemilikan di bawah lima persen memiliki 21.725.011.290 saham, setara 42,59%. Sisanya, 1.215.685.200 saham, atau 2,38% merupakan saham treasury.

 

 

Dwimuria Investama Andalan sendiri merupakan perusahaan milik Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono dengan komposisi kepemilikan masing-masing 51% dan 49%.

Selain di TOWR, Dwimuria Investama Andalan juga mendekap 54,94% saham BBCA. Jika dihitung berdasar harga penutupan kemarin (15/9) nilai kekayaan Duo Hartono di bank swasta terbesar di Indonesia itu mencapai Rp 80,60 triliun.

Bagikan

Berita Terbaru

Daya Tarik Emas Memudar? Terjun 8% dalam Sehari, Terburuk 43 Tahun
| Senin, 23 Maret 2026 | 17:27 WIB

Daya Tarik Emas Memudar? Terjun 8% dalam Sehari, Terburuk 43 Tahun

Harga emas turun lebih dari 10% minggu lalu. Ini adalah penurunan mingguan tercuram sejak Februari 1983.

Peluang Saham ICBP di Tengah Isu Daya Beli dan Kenaikan Harga Bahan Baku
| Senin, 23 Maret 2026 | 15:00 WIB

Peluang Saham ICBP di Tengah Isu Daya Beli dan Kenaikan Harga Bahan Baku

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) diproyeksikan masih akan melanjutkan tren kinerja keuangan yang solid di tahun ini.

Kenaikan Harga Ayam Broiler dan Impor Bahan Baku Jadi Penentu Kinerja CPIN
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:50 WIB

Kenaikan Harga Ayam Broiler dan Impor Bahan Baku Jadi Penentu Kinerja CPIN

Pemerintah berencana memperluas cakupan MBG hingga 83 juta penerima pada Mei 2026, naik signifikan dibandingkan 55 juta penerima di Januari 2026.

Konflik Iran: Jebakan Perang yang Kini Menjegal Kekuasaan Trump
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:27 WIB

Konflik Iran: Jebakan Perang yang Kini Menjegal Kekuasaan Trump

Goldman Sachs dan JP Morgan proyeksikan harga Brent bisa tembus US$100. Ketahui pemicu kenaikan dan dampaknya pada pasar energi global.

Ekspor RI Tahan Guncangan Timur Tengah, Tapi Terjepit dari Sisi Biaya
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:20 WIB

Ekspor RI Tahan Guncangan Timur Tengah, Tapi Terjepit dari Sisi Biaya

Jika konflik berkepanjangan, harga minyak global pada 2026 diproyeksikan berada di kisaran US$ 85 – US$ 120 per barel.

Meramu Portofolio Tahan Banting di Tengah Ketidakpastian Global Ala Bank DBS
| Senin, 23 Maret 2026 | 13:00 WIB

Meramu Portofolio Tahan Banting di Tengah Ketidakpastian Global Ala Bank DBS

Bank DBS bahkan menaikkan proyeksi harga emas ke level US$ 6.250 per ons troi pada paruh kedua 2026.

Kinerja 2025 Belum Maksimal, Pemulihan APLN Diproyeksi Akan Lambat
| Senin, 23 Maret 2026 | 11:00 WIB

Kinerja 2025 Belum Maksimal, Pemulihan APLN Diproyeksi Akan Lambat

Sepanjang 2025, APLN mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 3,56 triliun, merosot 36,08% year on year (YoY).

MSCI Indonesia Index Minus di Awal 2026, Kalah dari Malaysia dan Thailand
| Senin, 23 Maret 2026 | 10:00 WIB

MSCI Indonesia Index Minus di Awal 2026, Kalah dari Malaysia dan Thailand

MSCI Indonesia Index berisi 18 saham dengan total market cap senilai US$ 111,98 miliar. Sepuluh saham terbesarnya merupakan saham-saham big caps.

Usai Kemeriahan Lebaran, MAPI Bakal Hadapi Tantangan Tekanan Daya Beli
| Senin, 23 Maret 2026 | 08:00 WIB

Usai Kemeriahan Lebaran, MAPI Bakal Hadapi Tantangan Tekanan Daya Beli

Kondisi harga minyak global yang relatif tinggi saat ini dan diperkirakan akan bertahan lama, diprediksi juga akan berpotensi menekan SSSG MAPI.

Daftar Sentimen Positif dan Negatif yang Mewarnai Kinerja PTPN IV PalmCo
| Senin, 23 Maret 2026 | 07:30 WIB

Daftar Sentimen Positif dan Negatif yang Mewarnai Kinerja PTPN IV PalmCo

PalmCo terus mengakselerasi transformasi bisnis melalui penguatan tata kelola, hingga peningkatan volume produk bersertifikasi.

INDEKS BERITA

Terpopuler