Saham Bank Tetap Menarik Meski Sudah Naik Kencang
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham perbankan termasuk saham pemberi cuan bagi investor tahun ini. Saham-saham bank berkapitalisasi pasar besar, bahkan mencetak kenaikan harga tinggi sejak awal tahun.
Tengok saja, saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat memberi return 10,58% sejak awal tahun ini (lihat tabel). Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) masing-masing mencetak cuan 20,38% dan 25,06%. Saham Bank CIMB Niaga (BNGA) bahkan memberi return 55,40%.
|
10 Bank Lokal dengan Kapitalisasi Pasar Tertinggi |
||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita TerkaitBerita Terbaru
| Sabtu, 18 April 2026 | 07:15 WIB
Polemik Haji Klik CepatPolemik war ticket haji menegaskan satu hal: persoalan antrean memang mendesak, tetapi solusi tidak boleh lahir dari ketergesaan.
| Sabtu, 18 April 2026 | 07:05 WIB
Mengkreasi Instrumen Moneter Valuta AsingStatus finansial SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dalam valas lebih kokoh dari sekuritas dan sukuk valas BI.
| Sabtu, 18 April 2026 | 07:00 WIB
Dampak Geopolitik, Industri Barang Mewah Melambat, Pertumbuhan Cuma 2%-4%Ketidakpastian global pukul industri barang mewah. Proyeksi pertumbuhan hanya 2-4% di 2026. Bagaimana nasib koleksi Anda ke depan?
| Sabtu, 18 April 2026 | 06:00 WIB
Rupiah Loyo, Bank Perketat Risiko KreditPelemahan rupiah belum berdampak signifikan ke NPL bank, namun debitur berpendapatan rupiah dengan utang valas patut waspada. Simak risikonya!
| Sabtu, 18 April 2026 | 06:00 WIB
Nilai Tukar Rupiah Terjun Lagi, Ini Pemicu Pelemahan Sepekan TerakhirRupiah kembali melemah 0,29% ke Rp 17.189 per dolar AS. Perang Timur Tengah dan risiko fiskal domestik jadi biang keroknya.
| Sabtu, 18 April 2026 | 05:47 WIB
Dharma Polimetal (DRMA) Bidik Pertumbuhan Pendapatan 10% Tahun IniDRMA akan mencari jalan untuk mencapai target ini meski konflik Timur Tengah akan memengaruhi permintaan produk otomotif.
| Sabtu, 18 April 2026 | 05:37 WIB
Bisnis Ponsel Metrodata Electronics (MTDL) Masih BerderingAda tren penjualan ponsel mereka dengan merek Infinix laris manis dengan pertumbuhan penjualan dobel digit.
| Sabtu, 18 April 2026 | 05:30 WIB
Peluang OCBC Akuisisi Bisnis Ritel HSBC IndonesiaOCBC berpeluang besar mengakuisisi bisnis ritel HSBC Indonesia senilai Rp 6 triliun. Simak strategi besar di balik langkah ini.
| Sabtu, 18 April 2026 | 05:00 WIB
Gadai Kendaraan Terus TumbuhBisnis gadai kendaraan tumbuh hingga 80% di awal 2026. Temukan bagaimana ini bisa jadi solusi dana cepat bagi UMKM dan individu.
| Jumat, 17 April 2026 | 22:50 WIB
Masyarakat Ramai-ramai Jual Dolar Demi Panen CuanMasyarakat ramai-ramai menukarkan dolar Amerika Serikat (AS) miliknya di tengah pelemahan kurs rupiah, yang mencatat rekor terlemah. Terpopuler | ||||||||
