Saham INET Masih Lanjutkan Tren Penguatan, Bagaimana Prospeknya?

Jumat, 24 Juli 2026 | 06:49 WIB
Saham INET Masih Lanjutkan Tren Penguatan, Bagaimana Prospeknya?
[ILUSTRASI. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) atau Sinergy Networks (Dok/INET)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menunjukkan tren penguatan dalam beberapa waktu terakhir. Pada penutupan perdagangan hari ini saja, Kamis (23/7) INET kembali ditutup menguat 1,71% ke level Rp 238.

Penguatan hari ini melanjutkan penguatan yang sudah tercetak selama sepekan dan sebulan belakangan yang masing-masing sudah naik sebesar 6,25% dan 17,82%. Walau demikian, kinerja saham INET pada horison sepanjang tahun berjalan atau year to date (YtD) masih tertekan 48,93%.

Namun penguatan konsisten yang terjadi ini mendorong pertanyaan mengenai katalis hingga prospek perseroan ke depan. Senior Investment Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta misalnya, memang menilai reli saham INET saat ini merupakan kombinasi antara sentimen positif pasar dan ekspektasi terhadap perbaikan fundamental perusahaan.

Tetapi untuk jangka pendek, faktor sentimen dinilai masih menjadi motor utama kenaikan harga saham.

Baca Juga: Tuntas Gelar Tender Wajib, Saham INET di PADA Melonjak Jadi 53,58%

Salah satu katalis terbesar bagi INET adalah aksi korporasi rights issue yang sebelumnya berhasil menghimpun dana sekitar Rp 3,2 triliun. Dana segar tersebut akan digunakan untuk mempercepat ekspansi bisnis, mulai dari pembangunan jaringan fiber to the home (FTTH), pengembangan teknologi Wi-Fi 7, hingga penguatan jaringan kabel bawah laut.

Rencana ekspansi tersebut dinilai meningkatkan optimisme investor bahwa INET memiliki ruang pertumbuhan yang lebih besar dalam beberapa tahun ke depan.

“Pasar masih merespons positif rights issue yang memberikan ruang bagi perusahaan untuk memperluas jaringan FTTH, mengembangkan teknologi Wi-Fi 7, serta memperkuat infrastruktur kabel bawah laut. Langkah tersebut meningkatkan ekspektasi terhadap pertumbuhan bisnis perseroan,” ujar Nafan kepada KONTAN, Kamis (23/7).

Tak hanya itu saja, sebagaimana dilaporkan keterbukaan informasi pada Kamis (23/7), INET hari ini telah menyerap 240.000 saham PT Personel Alih Daya Tbk (DAYA) dalam aksi penawaran tender wajib alias mandatory tender offer (MTO).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Saham Konglomerasi Jadi Buruan Lagi
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:38 WIB

Saham Konglomerasi Jadi Buruan Lagi

Meredanya sentimen negatif kembali mendorong kenaikan harga saham-saham konglomerasi yang sudah banyak terdiskon

Industri Baja Mendukung Penertiban Pajak
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:36 WIB

Industri Baja Mendukung Penertiban Pajak

Seluruh pelaku usaha yang beroperasi di Indonesia semestinya menjalankan kegiatan usaha sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Harga Energi Naik, Saham Migas Ngegas
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:33 WIB

Harga Energi Naik, Saham Migas Ngegas

Analis mengingatkan, volatilitas harga saham migas masih cukup tinggi lantaran ketidakpastian masih tinggi

Investor Masih Waspada Konflik AS-Iran, IHSG Rawan Terkoreksi
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:31 WIB

Investor Masih Waspada Konflik AS-Iran, IHSG Rawan Terkoreksi

Pelemahan IHSG tidak lepas dari kenaikan harga minyak mentah yang mencapai level tertinggi dalam enam pekan terakhir.

Investor Asing Gencar Akumulasi Saham TINS, Prospek Harga Timah Masih Jadi Penopang
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:29 WIB

Investor Asing Gencar Akumulasi Saham TINS, Prospek Harga Timah Masih Jadi Penopang

Pertumbuhan produksi tambang dunia belum mampu mengimbangi kenaikan permintaan industri elektrifikasi, energi terbarukan, AI, hingga pusat data.

Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) Melanjutkan Ekspansi Gerai
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:29 WIB

Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) Melanjutkan Ekspansi Gerai

ACES tetap menjalankan rencana ekspansi dengan membuka sekitar 25-30 gerai AZKO, terutama di kota tier 2 dan tier 3

Momentum GIASS Jadi Katalis Jangka Pendek untuk Saham ASII
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:28 WIB

Momentum GIASS Jadi Katalis Jangka Pendek untuk Saham ASII

GIIAS merupakan salah satu momentum penting bagi ASII karena menjadi ajang peluncuran model baru serta peningkatan penjualan kendaraan

Investasi Teknologi Hulu Migas Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Bagi Elnusa (ELSA)
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:00 WIB

Investasi Teknologi Hulu Migas Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Bagi Elnusa (ELSA)

Dalam jangka pendek saham ELSA diperkirakan akan dipengaruhi sentimen kenaikan harga minyak efek memanasnya konflik di Timur Tengah. 

Rupiah Masih Dalam Tekanan pada Jumat (24/7)
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:00 WIB

Rupiah Masih Dalam Tekanan pada Jumat (24/7)

Kenaikan harga minyak mentah dunia ymenjadi salah satu sentimen utama yang membebani pergerakan mata uang Garuda.

Saham INET Masih Lanjutkan Tren Penguatan, Bagaimana Prospeknya?
| Jumat, 24 Juli 2026 | 06:49 WIB

Saham INET Masih Lanjutkan Tren Penguatan, Bagaimana Prospeknya?

Salah satu katalis terbesar bagi INET adalah aksi korporasi rights issue yang sebelumnya berhasil menghimpun dana sekitar Rp 3,2 triliun. 

INDEKS BERITA

Terpopuler