Saham MAPA Masih Menarik dan Simpan Optimisme di Tengah Pelemahan Daya Beli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) masih dinilai menyimpan optimisme walau hari ini, Selasa (22/9), ditutup melemah 0,71% ke Rp 695.
Saham emiten ritel olahraga dan gaya hidup ini terpantau terus menguat pada rentang mingguan, bulanan, hingga sepanjang tahun berjalan atau year to date (YtD) masing-masing 7,75%, 3,73% dan 3,73%.
Sementara pada Senin (21/9) lalu, saham MAPA ditutup menguat 1,45% ke level Rp 700 per saham, dan dalam tiga bulan terakhir, saham MAPA telah mengakumulasi kenaikan sekitar 18%.
Melihat penguatan ini, Senior Investment Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, saham MAPA saat ini mencerminkan kombinasi ekspektasi terhadap pertumbuhan fundamental dan momentum teknikal.
“Secara fundamental, MAPA menunjukkan kinerja yang cukup solid pada semester I-2026,” kata Nafan kepada KONTAN, Selasa (22/9).
Baca Juga: Trafik Konsumen Meningkat, Kinerja Duet MAPI dan MAPA Melesat di Semester I-2026
Asal tahu saja, pada semester I-2026, MAPA membukukan pendapatan sekitar Rp 10,12 triliun atau tumbuh 15,1% secara tahunan atau year on year (YoY). Sementara itu, laba bersih perseroan meningkat 30,5% YoY menjadi Rp 864,4 miliar.
Menurut Nafan, pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan tersebut menunjukkan adanya perbaikan profitabilitas dan efisiensi perseroan.
Selain itu, menurut Nafan, investor tampaknya mulai mengantisipasi keberlanjutan pertumbuhan MAPA melalui portofolio merek olahraga dan gaya hidup serta pemulihan aktivitas konsumsi, sehingga penguatan sahamnya tidak hanya bersifat teknikal, tetapi juga ditopang ekspektasi terhadap fundamental.
Sharon Natasha Retaul Research Analyst CGS International Sekuritas Indonesia dalam paparan Berita tentang Saham juga menyebutkan bahwa penguatan saham MAPA bisa didorong dari dari sisi fundamental yang apik.
Pertumbuhan kinerja MAPA di sepanjang semester I-2026, sejalan dengan estimasi konsensus. "Secara geografis, penjualan MAPA pada periode tersebut tumbuh positif di hampir seluruh negara, kecuali Singapura," ujar Sharon dikutip KONTAN.
Dari sisi riset, mobilitas masyarakat dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat aktivitas konsumsi masyarakat, termasuk aktivitas masyarakat berkunjung ke mal dan toko-toko MAPA.
CGS International turut mengamati bahwa mobilitas masyarakat pada Juli hingga Agustus, atau awal kuartal III-2026, masih cukup tinggi. Hal ini tercermin dari tingkat kepadatan lalu lintas di Jakarta yang juga masih tinggi. Hal inilah yang turut mendukung traffic mal dan kunjungan ke gerai-gerai MAPA.
Dari sisi harga saham, MAPA juga dilihat berhasil rebound dari Rp 645 pada 16 September menjadi Rp 700 pada 21 September, hal ini menunjukkan adanya momentum beli yang kembali menguat.
"Secara teknikal, pergerakan MAPA masih menarik karena harga saham terlihat melanjutkan rebound dari area support bullish trendline," ujarnya.
Alrich Paskalis Tambolang Investment Advisor Phintraco Sekuritas pun menyatakan pula bahwa penguatan MAPA saat ini terutama ditopang oleh ekspektasi terhadap pertumbuhan kinerja yang masih solid di semester I-2026.
