Salah Arah Koperasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 06:10 WIB
Salah Arah Koperasi
[ILUSTRASI. TAJUK - Havid Febri (KONTAN/Steve GA)]
Havid Vebri | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar meninggalnya sejumlah calon manajer Koperasi Desa Merah Putih saat mengikuti pelatihan militer menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai arah pembinaan koperasi di Indonesia. Tragedi ini tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga membuka ruang evaluasi terhadap pendekatan yang digunakan dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk mengelola lembaga ekonomi rakyat.

Koperasi pada hakikatnya merupakan entitas bisnis yang bertumpu pada tata kelola, transparansi, akuntabilitas, serta kemampuan membaca peluang pasar. Tantangan utama yang dihadapi koperasi saat ini bukanlah kurangnya disiplin fisik, melainkan lemahnya kapasitas manajerial, rendahnya literasi keuangan, terbatasnya pemanfaatan teknologi, dan buruknya pengawasan internal. Karena itu, muncul pertanyaan mengenai relevansi pelatihan bergaya militer dengan kebutuhan nyata pengelolaan koperasi modern.

Disiplin tentu merupakan nilai penting dalam organisasi apa pun. Namun disiplin tidak identik dengan pendekatan fisik yang keras. Dalam dunia usaha, keberhasilan lebih ditentukan oleh kemampuan mengambil keputusan, mengelola risiko, memahami laporan keuangan, membangun jaringan usaha, dan menjaga kepercayaan anggota. Kualitas-kualitas tersebut tidak lahir dari latihan fisik yang ekstrem, melainkan dari pendidikan, pendampingan, dan pengalaman bisnis yang memadai.

Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri mengemban misi besar. Pemerintah berharap koperasi menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus instrumen pemberdayaan masyarakat. Karena itu, fokus pembinaan semestinya diarahkan pada penguatan kompetensi bisnis. Pengelola koperasi perlu dibekali kemampuan mengelola modal kerja, menyusun rencana usaha, memahami pemasaran digital, hingga menerapkan prinsip tata kelola yang baik.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa tujuan mulia dapat kehilangan arah apabila metode yang digunakan tidak selaras dengan kebutuhan. Yang dibutuhkan koperasi bukanlah manajer yang mampu bertahan dalam tekanan fisik, melainkan pemimpin yang mampu mengelola organisasi secara profesional dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, keberhasilan koperasi akan ditentukan oleh kualitas tata kelola, bukan tingkat ketahanan dalam pelatihan lapangan. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap program pengembangan SDM benar-benar relevan dengan tantangan bisnis yang akan dihadapi.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Pasar Obligasi Menarik Seiring Yield Naik, FR dan PBS Jadi Pilihan yang Bisa Dilirik
| Kamis, 23 Juli 2026 | 09:12 WIB

Pasar Obligasi Menarik Seiring Yield Naik, FR dan PBS Jadi Pilihan yang Bisa Dilirik

Minimum pembelian obligasi FR dan FR Syariah di pasar retail relatif terjangkau, mulai dari Rp 1 juta per unit.

Investor Obligasi Semakin Selektif
| Kamis, 23 Juli 2026 | 08:54 WIB

Investor Obligasi Semakin Selektif

Pasar obligasi korporasi diperkirakan tetap bergairah pada semester kedua tahun ini karena kebutuhan refinancing emiten masih besar.

Harga Emas Berpeluang Naik Menuju US$ 4.329, Simak Level Support dan Resistance
| Kamis, 23 Juli 2026 | 08:51 WIB

Harga Emas Berpeluang Naik Menuju US$ 4.329, Simak Level Support dan Resistance

Harga emas tetap mendapat dukungan dari tingginya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global serta arah kebijakan The Fed.

Menengok Tren Naik Harga Saham AMMN, Efek Sentimen Sesaat atau Perbaikan Fundamental?
| Kamis, 23 Juli 2026 | 08:26 WIB

Menengok Tren Naik Harga Saham AMMN, Efek Sentimen Sesaat atau Perbaikan Fundamental?

Prospek permintaan tembaga global masih menjadi penopang utama bagi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Potensi Profit Taking Masih Ada, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis (23/7)
| Kamis, 23 Juli 2026 | 08:07 WIB

Potensi Profit Taking Masih Ada, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis (23/7)

Potensi lanjutan aksi profit taking masih akan membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Inalum Intip Peluang dari Kenaikan Harga
| Kamis, 23 Juli 2026 | 07:57 WIB

Inalum Intip Peluang dari Kenaikan Harga

Hingga saat ini, harga acuan aluminium dunia masih meningkat dan berada pada level yang dinamis sebagai dampak dari kondisi geopolitik global.

Kompor Listrik Gratis Akan Dieksekusi 2027
| Kamis, 23 Juli 2026 | 07:48 WIB

Kompor Listrik Gratis Akan Dieksekusi 2027

Kementerian ESDM mengusulkan anggaran kompor listrik mencapai Rp 815,56 miliar yang akan dieksekusi tahun depan

Saham Gocap Mulai Bergerak, Bakal Berlanjut atau Cuma Volatilitas Sesaat?
| Kamis, 23 Juli 2026 | 07:48 WIB

Saham Gocap Mulai Bergerak, Bakal Berlanjut atau Cuma Volatilitas Sesaat?

Reli sejumlah saham gocap tidak terlepas dari penguatan IHSG yang meningkatkan minat investor terhadap saham lapis ketiga.

Harga Minyak Tembus US$ 90 Per Barel, Ke Mana Arah Selanjutnya’?
| Kamis, 23 Juli 2026 | 06:51 WIB

Harga Minyak Tembus US$ 90 Per Barel, Ke Mana Arah Selanjutnya’?

Harga minyak mentah terus menanjak dalam dua minggu terakhir. Saat ini, harga minyak Brent sudah menembus level US$ 90 per barel.

Angin Segar dari Bunga Acuan yang Tetap
| Kamis, 23 Juli 2026 | 06:42 WIB

Angin Segar dari Bunga Acuan yang Tetap

Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI rate tidak sontak tecermin dari penguatan pasar saham.

INDEKS BERITA