Sang Garda Terdepan di Hulu Migas
KONTAN.CO.ID - Di balik setiap tetes minyak dan gas yang mengalir untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, ada para pekerja pengeboran (drilling) yang bekerja dalam sunyi. Jauh dari keluarga, bertugas di lokasi terpencil, hingga tetap siaga saat hari raya maupun cuaca ekstrem, mereka memastikan operasional sumur berjalan agar energi terus mengalir ke seluruh pelosok Indonesia.
Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) diperkirakan masih akan menjadi tulang punggung penyediaan energi global dalam beberapa dekade mendatang, meski dunia tengah memasuki fase transisi energi. Kebutuhan energi global saat ini didorong oleh dua faktor utama, yakni ketahanan energi (energy security) dan dekarbonisasi. Kedua faktor tersebut akan membentuk arah pengembangan sektor energi dunia ke depan. Berdasarkan OPEC World Oil Outlook 2025, hingga 2050 sekitar 50% kebutuhan energi global masih akan bergantung pada migas.
