Saratoga (SRTG) Bidik Bisnis Seksi di 2023, Intip Incaran Portfolionya

Kamis, 19 Januari 2023 | 14:19 WIB
Saratoga (SRTG) Bidik Bisnis Seksi di 2023, Intip Incaran Portfolionya
[ILUSTRASI. Presiden Direktur Saratoga Michael William P. Soeryadjaya membeberkan peluang investasi yang menjadi bidikan SRTG di tahun ini. KONTAN/Titis Nurdiana]
Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) tak lama lagi akan menginjak usia 25 tahun. Perusahaan investasi  yang didirikan oleh Edwin Soeryadjaya ini siap bersolek diri di tahun 2023 ini.  Racikan portofolio investasi ditargetkan mampu  terus menorehkan kinerja untuk menompang SRTG.

Presiden Direktur Saratoga Michael William P. Soeryadjaya dalam acara luncheon meeting dengan pemimpin media beberapa waktu lalu (16/1)  menyebut, Indonesia adalah negara yang menarik bagi investasi, lokal maupun asing. “Indonesia mampu menghadirkan peluang  investasi dengan potensi pertumbuhan yang tinggi dalam jangka panjang,” ujar Michael.  

Merujuk  investasi yang dimiliki Saratoga mampu membuahkan hasil dalam jangka panjang. “Tentu saja, investasi kami tak langsung membuahkan berhasil tapi ada prosesnya. Itulah sebabnya,  saat masuk perusahaan, Saratoga melihat fundamental serta prospek usaha,” tandasnya.

Ia lantas mencontohkan investasi SRTG di Primaya Hospital di tahun 2016. Kini rumah sakit ini mengembang menjadi 15 rumah sakit  dari sebelumnya hanya hitungan jari.  Saat pandemi Covid-19, Primaya melayani pasien korona yang kemudian menjadi kontribusi pendapatan perusahaan. “Saat Covid mereda, rumah sakit PRAY yang melayani pasien seperti sebelumnya, sementara pasien korona hanya satu sampai dua saja,” sebut Michael.

Kilas balik, Primaya Hospital atau PT Famon Awal Bros Sedaya masuk bursa saham akhir 2022. Rumah sakit yang sudah beroperasi selama lebih dari 16 tahun ini didirikan Yos E Susanto dengan nama Rumah Sakit Global Medika di Tangerang pada tahun 2006. 

Baca Juga: Anak Usaha Provident Investasi Bersama (PALM) Beli Saham MMLP

Kemudian di tahun 2008  Rumah Sakit Global Medika menggandeng RS Awal Bros yang dikelola oleh Arfan Awaloeddin membangun Rumah Sakit Global Awal Bros di Kota Bekasi.  Berlanjut ke tahun 2011, RS Awal Bros didirikan di Makassar dan semua Rumah Sakit Global Medika serta rumah sakit lainnya serentak berganti nama menjadi RS Awal Bros.  Masuknya PT Saratoga Investama Tbk (SRTG) membuat RS Awal Bros bersulih nama menjadi Rumah Sakit Primaya atau yang sekarang dikenal dengan Primaya Hospital.

Berdasarkan prospektus IPO, PRAY tercatat membukukan laba sebesar Rp 20,27 miliar per April 2022,  turun 87% dibanding periode yang sama pada tahun lalu yakni sebesar Rp243,96 miliar pada April 2021.

Adapun dari pendapatan, PRAY membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 481,2 miliar. Sejalan dengan laba, pendapatan PRAY turun 25,81% secara tahunan. Pada April 2021, PRAY mencatatkan pendapatan sebesar Rp684,61 miliar.

Michael menyebut, sebagai perusahaan investasi, Saratoga laiknya Berkshire Hathaway, perusahaan investasi milik Warren Buffett selalu melihat peluang yang menarik.  “Jika melihat investasi Berkshire Hathaway, kami ini mirip. Kepemilikan kami di perusahaan tak harus mayoritas tapi memili prospek bisnis yang bagus, manajemen bagus serta mitra jangka panjang yang juga bagus,” sebutnya.  Ini mirip dengan investasi Berkshire Hathaway yang di Apple tidak sampai 5%, pun di Coca-Cola dan American Express.

Baca Juga: Kinerja Saratoga (SRTG) Turun di Kuartal III-2022, Simak Rekomendasi Sahamnya

Gurita bisnis Saratoga tercatat ada di beberapa saham  emiten dari pertambangan, telekomunikasi, jasa konstruksi, penyedia gas oksigen hingga rumah sakit. Ada kepemilikan saham mayoitas ddan juga minoritas.  

SRTG misalnya tercatat memiliki saham lumayan besar  di PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). Per 31 Oktober 2022, SRTG menggenggam 15% saham ADRO, 18,34% kepemilikan di MDKA, serta 56,69% di MPMX.

SRTG juga tercatat memiliki saham dengan porsi minoritas di PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII), PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM), Deltomed, MGM Bosco Logistik, Primaya Hospital (PRAY), hingga PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA).

Teknologi dan energi terbarukan jadi incaran

Lantas bagaimana di tahun 2023?  Di usia 25 tahun di tahun ini, Saratoga akan menggelar invesment summit tanggal 26 Januari nanti. Saratoga  mengaku siap menjaring peluang sekaligus mengajak para investor asing untuk menanam investasi di Indonesia baik berpatner dengan lokal untuk investasi di Indonesia.  Bonus demograsi, kenaikan pendapatan masyarakat memantik konsumsi energi, telekomunikasi, kesehatan, hingga layanan logistik.

“Utamanya teknologi dan energi terbarukan, sektor baru yang  menjanjikan peluang di Indonesia ke depan,” ujarnya.  Menurut Michael, Saratoga sejatinya sudah sejak lama masuk bisnis energy terbarujkan atau renewable energy.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham ADRO, ELSA, MPPA, dan SRTG dari Kiwoom Sekuritas, Rabu (18/1)

Antara lain membangun proyek geotermal PLTP Sarulla  dengan bekerjasama dengan Medco. “Fifthy-fifthy,  sekarang PLTP itu sudah produksi sekitar 330 MW,” ujar Michael.

Saratoga lewat Adaro juga membangun PLTA di Kalimantan Utara. Catatan KONTAN, lewat anak usaha Adaro yakni PT Kaltara Power Indonesia  akan menggarap pembangkit listrik untuk menunjang kebutuhan listrik proyek smelter aluminium milik Kaltara Power Indonesia yang direncanakan sampai 2 juta ton.

Perusahaaan akan mengembangkan smelter aluminium di kawasan industri PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) Kalimantan Utara dengan nilai investasi keseluruhan  termasuk pembangkit listrik mencapai US$ 2 miliar.

Lalu bagaimana dengan teknologi? Lewat Atria, Saratoga menjadi penyedia infrastruktur teknologi sebagai penyedia data center.

Kabar burung alias rumors juga merebak bahwa Saratoga juga akan membenamkan investasinya dengan masuk bank digital. Salah satu yang menjadi incaran adalah dengan ikut memiliki saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB).

Diplomatis, Michael hanya menyebut SRTG melihat peluang untuk masuk ke bank digital ke depan. “Bukan hanya BBYB, kami juga melihat peluang bank-bank digital lain,” sebut Michel.

Menurutnya, peluang masuk ke bank digital seiring perkembangan digital. Lalu, jumlah masyarakat Indonesia yang belum tersentuh industri perbankan juga masih banyak. “Jadi peluangnya ada, dengan bank digital kesempatan menjangkau masyarakat yang unbank juga luas,” ujarnya.  

Merujuk kinerja perusahaan, pada kuartal III-2022, Saratoga mencatatkan net asset value (NAV) sebesar Rp 64,9 triliun, naik 42% dibandingkan nilai dana investasi perusahaan pada periode yang sama di tahun 2021 sebesar Rp 45,8 triliun.

Adapun laba bersih atau laba yang diatribusikan kepada pemegang saham hingga kuartal III 2022 sebesar Rp 7,14 triliun. Angka ini  turun 49,25% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 14,07 triliun.

Namun jika ditelisik lebih dalam, secara kuartalan, pada kuartal III tahun lalu, SRTG mampu  mencatat laba bersih Rp 3,8 triliun, berbalik arah dari rugi bersih sebesar Rp 253 miliar pada kuartal II 2020.

 

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Didepak dari LQ45, Simak Prospek Saham ACES Menyambut Ramadan dan Lebaran
| Selasa, 27 Januari 2026 | 08:50 WIB

Didepak dari LQ45, Simak Prospek Saham ACES Menyambut Ramadan dan Lebaran

Manajemen PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menargetkan penambahan toko baru secara bertahap dengan pendekatan yang lebih terukur.

Investasi Danantara Diklaim Memberikan Tenaga Tambahan Kepada Janu Putra (AYAM)
| Selasa, 27 Januari 2026 | 08:36 WIB

Investasi Danantara Diklaim Memberikan Tenaga Tambahan Kepada Janu Putra (AYAM)

Sebagai emiten berkapitalisasi menengah, dampak pertumbuhan kinerja terhadap harga saham AYAM akan jauh lebih eksplosif.

Tren Saham DEWA Turun, Perlu Pembuktian Kinerja Agar bisa Berbalik Arah
| Selasa, 27 Januari 2026 | 08:21 WIB

Tren Saham DEWA Turun, Perlu Pembuktian Kinerja Agar bisa Berbalik Arah

Pergerakan harga saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) belum mencerminkan akumulasi institusional yang solid.

Pergerakan Saham ULTJ Terdongkrak MBG, Resistance Krusial Belum Berhasil Dijebol
| Selasa, 27 Januari 2026 | 08:10 WIB

Pergerakan Saham ULTJ Terdongkrak MBG, Resistance Krusial Belum Berhasil Dijebol

Penambahan lini produksi baru telah masuk dalam rencana Ultrajaya (ULTJ) dan dijadwalkan mulai direalisasikan pada Maret 2026.

Saham BUMI Merosot Lagi, Investor Harap-Harap Cemas Menanti Kepastian MSCI
| Selasa, 27 Januari 2026 | 07:39 WIB

Saham BUMI Merosot Lagi, Investor Harap-Harap Cemas Menanti Kepastian MSCI

Jika PT Bumi Resources Tbk (BUMI) gagal masuk ke indeks MSCI, koreksi harga saham bisa semakin dalam.

Saham PGUN Terkoreksi, Manajemen Bantah Kabar Jadi Kendaraan Bursa Kripto
| Selasa, 27 Januari 2026 | 07:29 WIB

Saham PGUN Terkoreksi, Manajemen Bantah Kabar Jadi Kendaraan Bursa Kripto

Posisi harga saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) saat ini masih berada dalam tekanan jual yang dominan.

Independensi BI Diragukan? Sentimen Negatif Hantam Pasar SBN
| Selasa, 27 Januari 2026 | 07:15 WIB

Independensi BI Diragukan? Sentimen Negatif Hantam Pasar SBN

Yield SBN 10 tahun naik jadi 6,37%, sinyal peluang bagi investor. Strategi ini bisa bantu kunci keuntungan optimal di tengah gejolak pasar.

Nasib Rupiah pada Selasa (27/1): Penguatan Terbatas, Waspada Rapat FOMC
| Selasa, 27 Januari 2026 | 06:45 WIB

Nasib Rupiah pada Selasa (27/1): Penguatan Terbatas, Waspada Rapat FOMC

Rupiah naik 0,23% pada Senin (26/1) didukung sentimen negatif dolar AS. Peluang penguatan masih ada.

Bidik Dana Hingga Rp 170 Triliun dari SBN Ritel
| Selasa, 27 Januari 2026 | 06:35 WIB

Bidik Dana Hingga Rp 170 Triliun dari SBN Ritel

Kementerian Keuangan (Kemkeu) bakal menerbitkan delapan seri surat berharga negara (SBN) ritel pada tahun ini

Siapkan SBN Valas untuk Tampung Pundi DHE SDA
| Selasa, 27 Januari 2026 | 06:32 WIB

Siapkan SBN Valas untuk Tampung Pundi DHE SDA

Instrumen anyar ini akan diterbitkan setelah regulasi anyar DHE SDA dirilis pemerintah              

INDEKS BERITA

Terpopuler