Sempat Dikoleksi Asing, Saham SMGR Mulai Terkoreksi di Tengah Pemulihan Kinerja

Rabu, 26 November 2025 | 08:59 WIB
Sempat Dikoleksi Asing, Saham SMGR Mulai Terkoreksi di Tengah Pemulihan Kinerja
[ILUSTRASI. Direktur Sales & Marketing SIG, Dicky Saelan (kanan), Direktur Keterbukaan Publik, Transparansi, dan Akuntabilitas, Kementerian PKP Brigjen Pol. Julisa Kusumowardono (tengah) memperhatikan penggunaan bata interlock presisi di perumahan Graha Asatu Puncak, Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, pada Jumat (1/8/2025).]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan harga saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) tidak berlanjut di awal pekan ini, padahal sahamnya menjadi salah satu saham yang ramai diborong oleh investor asing dan menguat 1,9% ke level Rp 2.700 di Jumat (21/11) lalu.

Pada penutupan perdagangan Selasa (25/11), SMGR masih betah di zona merah dengan pelemahan 2,67% ke Rp 2.550. Sementara kemarin, Senin (24/11), saham SMGR terkoreksi 2,96% ke level Rp 2.620.

Dengan demikian, selama sebulan ke belakang, SMGR telah melemah 6,93%, dan pada rentang yang lebih panjang, yakni sepanjang tahun berjalan alias year to date (YtD) 2025, SMGR telah terperosok 22,26%.

Pada saat ramai net buy asing di minggu lalu, Stockbit Sekuritas (24/11) juga melaporkan bahwa aliran dana asing yang masuk ke SMGR dipimpin oleh broker BNI Sekuritas (NI) dengan pembelian terbesar dengan nilai Rp 6,4 miliar atau setara 23.800 lot di bawah harga rata-rata yakni Rp 2.678.

Baca Juga: Permintaan Masih Lesu, Pemulihan Kinerja Semen Indonesia (SMGR) Diproyeksi Lambat

"Broker AK (UBS Sekuritas Indonesia) juga menambah kepemilikan saham sebesar 2.800 lot dengan rata-rata harga Rp 2.659. Broker AG (Kiwoom Sekuritas Indonesia) juga terlihat membeli saham SMGR senilai Rp 28,8 juta di harga Rp 2.621. Terakhir, asing juga membeli saham ini melalui broker TP (OCBC Sekurits Indonesia) dengan total Rp 5.000.000 di rentang harga Rp 2.630," urai Stockbit sebagaimana dikutip Kontan, Senin (24/11).

Sebanyak total 23 analis telah memberikan pandangan di Stockbit, sebagian besar dari mereka masih memilih untuk menahan saham ini. Hanya delapan analis yang merekomendasikan beli, sementara sembilan lainnya menyarankan hold atau tahan dan enam analis memberikan rekomendasi jual.

Sejalan dengan pandangan yang berhati-hati tersebut, para analis menetapkan target harga rata-rata di Rp 2.925 per saham, atau sekitar 8% di atas posisi perdagangan saat ini. Namun rentang proyeksi terlihat cukup lebar. Estimasi tertinggi berada di Rp3.600, sedangkan target terendah tercatat Rp 2.090.

Sementara berdasarkan data Bloomberg yang diakses Selasa (25/11), manajer investasi asing Invesco Ltd dan The Vanguard Group tercatat mengempit jumlah saham SMGR terbanyak per November 2025. Invesco Ltd memiliki total 260.872.029 saham SMGR sementara The Vanguard Group menggenggam saham SMGR sebanyak 131.723.574 saham.

Posisi selanjutnya ditempati oleh Nord Asset Management SA dengan total kepemilikan saham SMGR sebanyak 97.860.700 saham disusul T Rowe Price Group Inc dan FIL Ltd yang masing-masing memegang saham SMGR sebanyak 95.255.334 saham dan 84.214.409 saham.



Melihat ramainya aksi akumulasi saham SMGR yang terjadi pada minggu lalu, Senior Investment Analyst Mirae Asset Management Nafan Aji Gusta menilai bahwa hal tersebut berkelindan dengan pemulihan kinerja Perseroan yang dicapai hingga kuartal III-2025 di tengah kompetisi pasar yang ketat.

"Saat ini SMGR sudah mengalami pemulihan, terutama pada kuartal III-2025. Bahkan laba bersih berhasil tercapai, setelah sebelumnya pada kuartal II-2025 perusahaan masih mencatatkan rugi. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan kinerja yang cukup signifikan," ucap Nafan kepada KONTAN, Senin (24/11).

Emiten produsen semen berpelat merah ini memang mencatat hasil positif hingga kuartal III-2025 namun, kinerjanya bisa dikatakan masih lesu. Pendapatan SMGR per kuartal III-2025 turun 3,76% YoY di angka Rp 25,30 triliun dan laba bersih merosot 84,04% YoY menjadi Rp 114,83 triliun.

Sekretaris Perusahaan SMGR Vita Mahreyni menyampaikan dalam keterangan resmi bahwa kinerja ekspor atau pengiriman ke kawasan regional menopang kinerja Perseroan di periode ini. Hingga kuartal III-2025, SMGR catat penjualan semen regional naik 18% yoy atau sebesar 6,08 juta ton sedangkan periode yang sama tahun lalu ada sebesar 5,16 juta ton.

"Strategi tersebut menjadi kunci SIG dalam mempertahankan pertumbuhan di tengah penurunan permintaan semen di dalam negeri," imbuhnya.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Harga Tembaga Dunia Naik 18% Sepanjang 2026, AMMN dan MDKA Jadi Penerima Manfaat
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:29 WIB

Harga Tembaga Dunia Naik 18% Sepanjang 2026, AMMN dan MDKA Jadi Penerima Manfaat

Kenaikan harga tembaga mencerminkan ekspektasi pasar terhadap permintaan yang tetap kuat di tengah kondisi pasokan global yang relatif terbatas.

PMI Manufaktur Kembali Ekspansif, Rebound Sesaat atau Sinyal Kebangkitan Industri?
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:30 WIB

PMI Manufaktur Kembali Ekspansif, Rebound Sesaat atau Sinyal Kebangkitan Industri?

Kenaikan produksi kembali terjadi untuk pertama kali sejak Februari dan pesanan baru mulai stabil, tetapi peningkatan output masih terbatas. 

Pemulihan Harga dan Permintaan Bikin Prospek Emiten Poultry Kembali Menarik
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Pemulihan Harga dan Permintaan Bikin Prospek Emiten Poultry Kembali Menarik

Pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memberikan dampak terhadap sektor poultry.

Indeks Dolar Dalam Tren, Berikut Prediksi Rupiah Hari Ini, Kamis (6/8)
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:32 WIB

Indeks Dolar Dalam Tren, Berikut Prediksi Rupiah Hari Ini, Kamis (6/8)

Pergerakan rupiah didorong oleh melemahnya permintaan terhadap dolar AS.  Pelemahan itu setelah peluang deeskalasi konflik AS–Iran.

Yield US Treasury Menurun, Indeks Dolar AS Ikut Melemah
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:27 WIB

Yield US Treasury Menurun, Indeks Dolar AS Ikut Melemah

Penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) menekan pergerakan indeks dolar AS (DXY).

Investor Asing Gelar Aksi Net Sell Lagi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Investor Asing Gelar Aksi Net Sell Lagi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

 Angka ini memang lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar 5,61%, tetapi lebih tinggi dari konsensus pasar sekitar 5,1%.

Penjualan Sarang Burung Walet Topang Pertumbuhan Laba Abadi Lestari (RLCO)
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:12 WIB

Penjualan Sarang Burung Walet Topang Pertumbuhan Laba Abadi Lestari (RLCO)

Hingga 30 Juni 2026, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mencatatkan laba bersih Rp 20,36 miliar, meningkat 13,39% secara tahunan.

BEI Masukkan ALKA dan AGAR ke Daftar Saham HSC
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:06 WIB

BEI Masukkan ALKA dan AGAR ke Daftar Saham HSC

BEI memasukkan saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) ke daftar saham berkonsentrasi tinggi.

Tekanan Biaya Berpotensi Reda, Kinerja KLBF Bisa Lebih Sehat
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Tekanan Biaya Berpotensi Reda, Kinerja KLBF Bisa Lebih Sehat

Pada semester I-2026,  PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) harus mengalami penurunan laba bersih 2,80% yoy jadi Rp 1,97 triliun dari Rp 2,03 triliun.​

Strategi Promosi Mendorong Laba AMRT Semakin Tinggi
| Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:54 WIB

Strategi Promosi Mendorong Laba AMRT Semakin Tinggi

Per akhir Juni 2026, pengelola jaringan minimarket Alfamart itu mencetak laba bersih Rp 2,02 triliun, naik 7,5% secara tahunan.

INDEKS BERITA

Terpopuler