Skandal Oknum Bank Mantap Purwokerto, Dana Pensiunan Dirampok Lewat Investasi Bodong

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:07 WIB
Skandal Oknum Bank Mantap Purwokerto, Dana Pensiunan Dirampok Lewat Investasi Bodong
[ILUSTRASI. IIlustrasi investasi bodong. (Getty Images/Pheelings Media)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus dugaan penipuan berkedok investasi yang didalangi oleh oknum mantan pegawai PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Cabang Purwokerto terus bergulir layaknya bola salju dan telah memakan banyak korban.

Hingga Jumat (5/6) pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 69 korban telah resmi melapor ke posko pengaduan. Total kerugian yang diderita para nasabah ditaksir menembus angka Rp 15 miliar. Angka fantastis ini menjadikan kasus tersebut sebagai salah satu skandal penipuan investasi dengan dampak finansial terburuk yang pernah menyapu wilayah Banyumas.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Saat Krisis, Strategi Menyusun Portofolio Tetap Merujuk pada Karakteristik Investor
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:42 WIB

Saat Krisis, Strategi Menyusun Portofolio Tetap Merujuk pada Karakteristik Investor

Saat krisis 1998 ketika IHSG juga jatuh 11%, emas menjadi instrumen yang diburu namun saat itu sulit sekali dalam membeli emas.

Sinar Eka Selaras (ERAL) Intip Peluang dari Penjualan Produk Baru
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Sinar Eka Selaras (ERAL) Intip Peluang dari Penjualan Produk Baru

Andre meyakini momentum peluncuran produk baru dapat membantu mendongkrak penjualan hingga akhir tahun ini.

Penyaluran Kredit Bank Besar ke Sektor Batubara Kian Membara
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Penyaluran Kredit Bank Besar ke Sektor Batubara Kian Membara

Kredit bank besar ke sektor batubara terus meningkat, ditopang kebutuhan energi dan imbal hasil menarik di tengah transisi energi

Emiten Memacu Ekspansi Lewat Anak Usaha Baru
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:22 WIB

Emiten Memacu Ekspansi Lewat Anak Usaha Baru

Pendirian anak usaha baru untuk mendukung pengembangan usaha dan menangkap peluang pertumbuhan di sejumlah sektor.

Pertumbuhan DPK Berpotensi Membaik
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Pertumbuhan DPK Berpotensi Membaik

Minat menabung meningkat, membuka peluang pertumbuhan DPK hingga akhir tahun. Namun, tekanan inflasi dan persaingan bunga masih membayangi 

Multifinance Masih Sanggup Memupuk Laba
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Multifinance Masih Sanggup Memupuk Laba

Industri pembiayaan membukukan laba Rp 17,38 triliun per Agustus 2026, alias meningkat 19,04% dibanding periode yang sama di tahun lalu

Menjaga Bisnis Tetap Bugar Lewat Sewa Lapangan
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Menjaga Bisnis Tetap Bugar Lewat Sewa Lapangan

Bisnis olahraga dan kebugaran yang masih terus tumbuh membuat pelaku bisnis kebugaran menanti bantuan investor.​

Usai Guncangan MSCI, Arah IHSG Masih Dibayangi Capital Outflow
| Senin, 19 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Usai Guncangan MSCI, Arah IHSG Masih Dibayangi Capital Outflow

Volatilitas IHSG diperkirakan berlanjut di tengah risiko jual asing. Pasar masih mencermati efektivitas perbaikan transparansi pasar modal.

Harga Emas Lunglai, Industri Gadai Dorong Ekspansi
| Senin, 19 Oktober 2026 | 04:40 WIB

Harga Emas Lunglai, Industri Gadai Dorong Ekspansi

Penyaluran pembiayaan pergadaian tumbuh 44,60% secara tahunan per Agustus menjadi Rp 156,61 triliun per Agustus 2026

Desentralisasi dan Stagnasi Daya Saing Daerah
| Senin, 19 Oktober 2026 | 04:32 WIB

Desentralisasi dan Stagnasi Daya Saing Daerah

Pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi tak linear dengan serapan tenaga kerja, sehingga masyarakat tak kebagian "kue" pertumbuhan itu sendiri

INDEKS BERITA