Tak Ada Rencana Pembatasan Ritel Modern

Selasa, 03 Maret 2026 | 06:27 WIB
Tak Ada Rencana Pembatasan Ritel Modern
[ILUSTRASI. Konsumen berbelanja di jaringan minimarket di Jakarta (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)]
Reporter: Zendy Pradana | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan pihaknya masih akan berpedoman pada aturan yang ada saat ini terkait dengan sistem zonasi untuk membatasi area operasional ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret.

Sebelumnya muncul kabar yang menyebutkan bahwa pemerintah berencana melakukan pembatasan secara masif ekspansi ritel modern setelah pemerintah meluncurkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Siap Menggaet Ritel Modern

Kabiro Humas Kemendag RI, Kusuma Dewi menegaskan tidak ada rencana pembatasan lanjutan untuk ritel modern setelah peluncuran Kopdes Merah Putih. Pasalnya, pembatasan melalui sistem zonasi ritel modern sudah tertuang dalam Permendag Nomor 23 tahun 2021 tentang Pedoman Pengembangan, Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan.

"Izin toko ritel modern (termasuk minimarket) dikeluarkan oleh pemerintah daerah berdasarkan rencana tata ruang wilayah. Jadi, dari awal aturannya juga sudah bilang begitu," kata dia kepada KONTAN, Senin (2/3).

Kusuma juga menjelaskan tentang wacana pembatasan ekspansi. Menurut dia, wacana pembatasan ekspansi akan ditentukan melalui Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) masing-masing daerah.

Pemerintah Pusat belum bisa membahas lebih lanjut karena kewenangan ada pada tingkat Pemda. "Kami perlu dibantu untuk mendorong pemda menetapkan RDTR mereka karena izin dikeluarkan oleh mereka, kami mengeluarkan pedomannya," sambungnya.

Kemendag meminta agar kemunculan Kopdes Merah Putih dan ritel modern tidak terlalu dipertentangkan keberadaannya. "Bahkan malah bisa menjadi mitra ke depannya," ucap Kusuma.

Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto telah menyampaikan, jika Kopdes Merah Putih sudah beroperasi di daerah, maka penyebaran bisnis minimarket harus disetop.

"Saya setuju sekali di forum terhormat ini, Pak Ketua, kalau Kopdes sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop," kata dia dalam rapat bersama Komisi V DPR, beberapa waktu lalu.

Yandri bilang, minimarket sudah terlalu merajalela, bahkan bisa menjadi ancaman untuk eksistensi Kopdes Merah Putih ke depan.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Dana Bencana Diduga untuk Beli Saham Pribadi Adik Mantan Kepala BNPB
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Dana Bencana Diduga untuk Beli Saham Pribadi Adik Mantan Kepala BNPB

KPK menduga dana korupsi sebesar Rp 30,98 miliar digunakan untuk membeli saham PT MDLA              

Gejolak Pasar Keuangan Semakin Menekan Fiskal
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Gejolak Pasar Keuangan Semakin Menekan Fiskal

Pelemahan rupiah, kenaikan imbal hasil, dan lonjakan harga minyak memperbesar defisit               

IPAC Berencana Go Private, APAC Siap Tender Sukarela
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:08 WIB

IPAC Berencana Go Private, APAC Siap Tender Sukarela

APAC Investment 2 Pte.Ltd selaku pengendali IPAC akan melakukan penawaran tender sukarela untuk membeli saham milik pemegang saham publik. ​

PGEO Terbitkan 54,72 Juta Saham Baru dari Program MESOP
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:01 WIB

PGEO Terbitkan 54,72 Juta Saham Baru dari Program MESOP

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menerbitkan 54,72 juta saham baru melalui pelaksanaan program MESOP tahap I, II, dan III.

Bisnis Data Center Angkat Prospek TOTL
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:52 WIB

Bisnis Data Center Angkat Prospek TOTL

PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) akan memfokuskan bisnisnya pada proyeksi kontruksi data center. Ini berpotensi mendongkrak laba TOTL pada 2027.

Saham Big Caps Jadi Pemberat, Laju IHSG Semakin Melambat
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:44 WIB

Saham Big Caps Jadi Pemberat, Laju IHSG Semakin Melambat

IHSG ambruk pasca MSCI umumkan rencana reklasifikasi pasar Indonesia ke standalone market. Saham bank big caps di posisi teratas pemberat IHSG.

Rupiah Berpotensi Terperosok ke Kisaran 18.500 per dolar AS
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Berpotensi Terperosok ke Kisaran 18.500 per dolar AS

Rupiah kembali menembus 18.000  ke Rp 18.027 per dolar Amerika Serikat (AS) atau  melemah 0,50% secara harian pada Jumat (16/10).

Gaet Mitra Baru Demi Perkuat Bisnis
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Gaet Mitra Baru Demi Perkuat Bisnis

PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menggandeng Deniko asal Denmark untuk memperkuat segmen bisnis manufaktur

Imbal Hasil SBN Berpotensi Meningkat
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Imbal Hasil SBN Berpotensi Meningkat

Tekanan dari eksternal  dan internal masih akan menekan pasar surat utang domestik hingga akhir tahun

Sanksi Lambat, MSCI Lebih Cepat
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:12 WIB

Sanksi Lambat, MSCI Lebih Cepat

Sebelum usulan MSCI terkait penurunan status pasar Indonesia, sudah berembus kabar akan ada sanksi kepada pelanggar transaksi pasar saham

INDEKS BERITA

Terpopuler