Tantangan Pembiayaan Utang di Akhir Tahun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan utang yang masih jumbo menjadi ujian bagi pemerintah pada pengujung 2026. Di tengah yield Surat Berharga Negara (SBN) yang tinggi dan gejolak pasar global, pemerintah harus berpacu memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN tanpa membuat ongkos utang kian mahal dan ruang fiskal semakin sempit.
Hingga September 2026, realisasi pembiayaan utang neto mencapai Rp 494,3 triliun, atau 59,4% dari target APBN 2026 sebesar Rp 832,2 triliun. Angka tersebut terdiri dari penerbitan SBN neto Rp 497,5 triliun dan pembiayaan pinjaman neto yang masih negatif Rp 3,2 triliun.
