Tekanan Ganda Bisnis Vape Dalam Negeri
JAKARTA. Industri rokok elektrik kembali mendapat tekanan. Pandangan mengenai risiko kesehatan atas penggunaan vape mulai menggerus penjualan pelaku usaha, di tengah daya beli masyarakat yang belum pulih.
Ketua Umum Asosiasi Ritel Vape Indonesia (Arvindo) Fachmi K Firmansyah mengatakan penjualan di tingkat peritel vape menyusut 20%-30% setelah muncul pemberitaan mengenai hasil uji Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait efek penggunaan vape terhadap kesehatan.
