Temukan Momentum

Jumat, 19 Mei 2023 | 08:35 WIB
Temukan Momentum
[]
Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Terus menemukan momentum! Begitulah harapan Komisaris PT GoTo Gojek Tokopendia Tbk (GOTO) William Tanuwidjaya saat bertemu dengan media.  

Ia berharap, GOTO bisa menjadi salah satu perusahaan yang punya makna lebih. Ia mencontohkan tiga dari lima perusahaan paling bermakna di dunia yakni yakni Amazon, Apple dan Microsoft.   Microsoft ambil contoh, kata William, sempat dianggap terpuruk, sulit bangkit dan dinilai tak lagi punya masa depan lantaran tergilas dengan persaingan, nyata mampu kembali menunjukkan gigi dengan inovasi.  

"Setelah saya baca, kuncinya adalah terus menemukan momentum!" sebut William. Ia berharap itu pula yang dilakukan Goto, yakni terus menemukan momentum dalam perjalanan bisnis perusahaan. Apalagi, berdasarkan studi terbaru yang dilakukan LPEM UI, peran Goto dalam ekonomi Indonesia tumbuh besar.

Sebagai ekosistem digital terbesar di Indonesia, Grup Goto mengakumulasi transaksi sebesar Rp 349 triliun hingga Rp 428 triliun sepanjang tahun 2022 lalu. Jumlah tersebut memberikan kontribusi setara 1,8%-2,2% terhadap ekonomi Indonesia. Kontribusi itu berasal pebisnis UMKM serta para pengemudi yang masuk ekosistem Grup Goto.  

Masih merujuk kajian sama, Goto  Grup juga disebut mampu menurunkan kesenjangan pendapatan rata-rata sebesar 4,43% lantaran bisa membawa 24.666 orang keluar dari garis kemiskinan.

Dengan peran seperti itu, target Goto merdeka finansial layak dicermati. Apalagi, Goto memasang target adjusted earning before interest tax, depreciation, and amortization  atau EBITDA yang disesuaikan  bisa positif kuartal IV 2023 ini. Ini artinya, Goto tengah mengejar titik impas agar mandiri membiayai operasionalnya.  Merujuk kinerja kuartal I 2023, adjusted Ebitda Goto masih minus Rp 1,6 triliun. Tapi, ini lebih baik dari posisi tahun lalu yang minus nyaris Rp 5 triliun.

Tahun ini sepertinya akan menjadi pembuktian Goto Grup bisa mandiri finansial. Salah satu momentum yang digadang dari Goto Financial lewat Gopay.  Goto akan menjadikan Gopay sebagai apps sendiri. 

Goto berharap ini menjadi momentum memaksimalkan bisnis Gopay dalam bisnis uang elektronik. Dengan perputaran uang transaksi lebih dari Rp 400 triliun, Gopay akan jadi kendaraan menggendutkan transaksi dan tentu saja meraih fee baik dari fee base maupun value dari layanan.  Dengan begitu, Goto bisa jadi lebih bermakna bagi semua pihak, termasuk ke investor saham.

Bagikan

Berita Terbaru

Asing Akumulasi ASII, Tekanan Otomotif Dinilai Masih Wajar
| Selasa, 14 April 2026 | 22:38 WIB

Asing Akumulasi ASII, Tekanan Otomotif Dinilai Masih Wajar

Penurunan market share otomotif ASII menjadi 49% memang memberi tekanan terhadap volume penjualan, tapi dampaknya terhadap laba relatif terbatas.

Harga Amonia serta Proyek SAF dan Blue Amonia Menyengat Saham ESSA
| Selasa, 14 April 2026 | 18:52 WIB

Harga Amonia serta Proyek SAF dan Blue Amonia Menyengat Saham ESSA

Proyeksi harga rata-rata amonia tahun ini pun diprediksi masih akan tinggi mengingat konflik geopolitik di Timur Tengah yang belum usai.

SRBI Makin Menarik di 2026: Yield Naik, Asing Masuk Agresif
| Selasa, 14 April 2026 | 14:06 WIB

SRBI Makin Menarik di 2026: Yield Naik, Asing Masuk Agresif

Imbal hasil SRBI melesat hingga 5,76%, tertinggi sejak Agustus 2025. Waspada dampak pada suku bunga bank dan harga obligasi.

Mekar Sejak Juli, Kini Dana Kelolaan Reksadana Layu pada Maret 2026
| Selasa, 14 April 2026 | 12:00 WIB

Mekar Sejak Juli, Kini Dana Kelolaan Reksadana Layu pada Maret 2026

Penurunan tajam harga saham dan obligasi, menjegal tren pertumbuhan dana kelolaan industri. Masih bisa mekar di tengah dinamika pasar?

Jaga Pengeluaran biar WFH Tak Bikin Boncos
| Selasa, 14 April 2026 | 11:24 WIB

Jaga Pengeluaran biar WFH Tak Bikin Boncos

Kebijakan WFH bisa mengurangi berbagai pengeluaran. Bagaimana cara agar pengeluaran tak jebol saat WFH? 

Menelisik Dana Kelolaan Reksadana Kuartal Pertama Tahun 2026
| Selasa, 14 April 2026 | 10:33 WIB

Menelisik Dana Kelolaan Reksadana Kuartal Pertama Tahun 2026

Penyebab utama koreksi tentu saja perang Iran yang memicu kenaikan harga energi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) koreksi 15% di  Maret 2026.

Daya Beli Tercekik, Emiten Consumer Staples Dihantui Ancaman Pertumbuhan Semu!
| Selasa, 14 April 2026 | 09:30 WIB

Daya Beli Tercekik, Emiten Consumer Staples Dihantui Ancaman Pertumbuhan Semu!

Fokus utama emiten saat ini bukan lagi memburu pertumbuhan yang meroket, melainkan mempertahankan pangsa pasar.

Kinerja Tahun 2025 Menguat, Prospek Darya-Varia (DVLA) Pada 2026 Masih Sehat
| Selasa, 14 April 2026 | 08:29 WIB

Kinerja Tahun 2025 Menguat, Prospek Darya-Varia (DVLA) Pada 2026 Masih Sehat

Prospek PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) diproyeksi masih sehat, meski ada potensi kenaikan harga bahan baku akibat konflik di Timur Tengah.​

Emiten Siap Membayar Dividen, Investor Bisa Mengalap Cuan
| Selasa, 14 April 2026 | 08:23 WIB

Emiten Siap Membayar Dividen, Investor Bisa Mengalap Cuan

Sejumlah emiten akan melakukan pembayaran dividen pada April ini​. Bagi para pemburu dividen, masih ada kesempatan untuk meraup cuan dividen.

Gencatan Senjata Ambyar, Pasar Saham Berdebar
| Selasa, 14 April 2026 | 08:15 WIB

Gencatan Senjata Ambyar, Pasar Saham Berdebar

Kekhawatiran pasar berpotensi meningkat pasca gagalnya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang.​

INDEKS BERITA

Terpopuler