Terlalu Percaya Diri?

Jumat, 17 April 2026 | 06:10 WIB
Terlalu Percaya Diri?
[ILUSTRASI. TAJUK - Haris Hadinata (KONTAN/Indra Surya)]
Harris Hadinata | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hadir dengan percaya diri di pertemuan tahunan IMF-World Bank yang digelar di Amerika Serikat. Bahkan, menteri yang dikenal suka ngomong blak-blakan ini berkisah, ia membuat IMF dan World Bank heran setelah menuturkan ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah gejolak global, yang antara lain diakibatkan perang di Timur Tengah. 

Pemerintah konsisten terus menyampaikan sinyal optimisme. Di sisi lain, sejumlah lembaga internasional justru memiliki pandangan lebih pesimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia. World Bank misalnya, menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dari 4,7% jadi 4,6%. 

Ini jauh di bawah target pemerintah, yakni sebesar 5,4%. Saking jauhnya di bawah target pemerintah, Menteri Purbaya bahkan sempat bilang lembaga internasional tersebut kemungkinan salah hitung.

Selain World Bank, IMF dan ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,1% jadi 5% untuk 2026. Sementara ADB mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 5,2%.

S&P Global juga memberi peringatan kondisi geopolitik global bisa menekan fiskal Indonesia. Indonesia dinilai paling rentan mengalami pelemahan terhadap metrik-metrik utang dibanding negara lain di Asia Tenggara.

To be fair, Indonesia memang memiliki sejumlah penopang pertumbuhan yang relatif solid. Konsumsi rumah tangga, yang biasanya memberi kontribusi lebih dari separuh produk domestik bruto, masih menunjukkan ketahanan. Stabilitas sektor perbankan juga terjaga, dengan rasio permodalan yang kuat dan tingkat kredit bermasalah yang masih terjaga di level aman.

Cuma perlu dicermati juga, konsumsi rumah tangga saat ini masih banyak ditopang oleh program stimulus pemerintah, di antaranya bansos dan perlinsos. Selain itu, meski tingkat non performing loan (NPL) bank secara umum masih aman, tingkat NPL di segmen UMKM terhitung masih tinggi. 

Di Januari lalu, BI mencatat NPL segmen UMKM mencapai 4,68%, naik dari 4,33% di akhir 2025. Segmen UMKM bisa disebut mencerminkan kondisi dunia usaha masyarakat Indonesia di level rentan.

Pemerintah perlu benar-benar punya bantalan yang kuat dalam menghadapi situasi saat ini. Jangan sampai saat ditanya mana bantalannya, cuma dijawab "Pokoknya ada!"

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Beli atau Ngontrak Rumah, Ini Pertimbangannya!
| Minggu, 19 April 2026 | 08:20 WIB

Beli atau Ngontrak Rumah, Ini Pertimbangannya!

Mengontrak atau langsung membeli rumah kadang jadi pertimbangan bagi sebagian orang. Simak cara menentukan sebaiknya beli rumah atau ngontrak?

Minyak Sawit Siap Merekah Tersundul Mandatori Biodiesel B50
| Minggu, 19 April 2026 | 07:20 WIB

Minyak Sawit Siap Merekah Tersundul Mandatori Biodiesel B50

Mandatori biodiesel B50 digadang jadi game changer di pasar minyak sawit. Harga CPO bisa tumbuh subur di sisa tahun ini? 

Menangkal Serangan Siber yang Membidik Usaha Kecil
| Minggu, 19 April 2026 | 07:15 WIB

Menangkal Serangan Siber yang Membidik Usaha Kecil

Perusahaan IT management operational dan keamanan siber berusaha menangkap pasar UMKM yang besar. Simak layanan yang mereka tawarkan.

 
Kunci Sukses Investasi ala Presiden Diretur Valbury Futures: Membaca Momentum Harga
| Minggu, 19 April 2026 | 07:00 WIB

Kunci Sukses Investasi ala Presiden Diretur Valbury Futures: Membaca Momentum Harga

Mulai dari tontonan Wall Street, kini Presiden Direktur Valbury ungkap strategi diversifikasi portofolio. Simak rahasia untung ribuan persen!

Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Bidik Marketing Sales Tumbuh 31% di Tahun Ini
| Minggu, 19 April 2026 | 06:20 WIB

Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Bidik Marketing Sales Tumbuh 31% di Tahun Ini

Target tersebut akan dicapai dengan melakukan pendekatan yang selektif dan juga adaptif terhadap dinamika pasar.

Industri Ban Memangkas Pemakaian Energi
| Minggu, 19 April 2026 | 06:15 WIB

Industri Ban Memangkas Pemakaian Energi

Industri ban yang menggunakan energi besar untuk produksi berupaya melakukan transisi energi dengan berbagai upaya. 

 
Konflik Timur Tengah Mengobok Rantai Pasok Pupuk Dunia
| Minggu, 19 April 2026 | 06:05 WIB

Konflik Timur Tengah Mengobok Rantai Pasok Pupuk Dunia

Gangguan distribusi barang di Selat Hormuz berdampak pada pasokan bahan baku pupuk, yang berimbas pada kenaikan harga di pasaran.

 
Segmen Residensial Turun, ,Segmen Recurring Income Bakal Topang Kinerja CTRA
| Minggu, 19 April 2026 | 05:56 WIB

Segmen Residensial Turun, ,Segmen Recurring Income Bakal Topang Kinerja CTRA

CTRA melakukan diversifikasi bisnis yang tersebar di 34 kota juga memberikan fleksibilitas dalam menghadapi siklus produk.

Mengangkut Cuan dari Usaha Jasa Pindahan
| Minggu, 19 April 2026 | 05:10 WIB

Mengangkut Cuan dari Usaha Jasa Pindahan

Layanan jasa pindahan rumah atau kantor makin banyak dicari. Pelaku usaha mulai mengintip peluang, apalagi melihat omzet yang menggiurkan.

 
Lewat Olahraga, Bos Valbury Asia Futures Ini, Bangun Kedekatan dan Soliditas Tim
| Sabtu, 18 April 2026 | 10:20 WIB

Lewat Olahraga, Bos Valbury Asia Futures Ini, Bangun Kedekatan dan Soliditas Tim

Ini membuka ruang komunikasi yang lebih jujur dan nyaman, sehingga masukan atau ide dari rekan-rekan bisa tersampaikan dengan lebih cepat.

INDEKS BERITA

Terpopuler