Tertekan BBM dan Data Amerika

Senin, 05 September 2022 | 04:40 WIB
Tertekan BBM dan Data Amerika
[]
Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan membuat kurs rupiah kembali melemah pada perdagangan awal pekan ini. Akhir pekan lalu, kurs spot rupiah melemah tipis 0,09% jadi Rp 14.896 per dollar Amerika Serikat (AS). Sementara kurs rupiah Jisdor  melemah 0,11% jadi Rp 14.900. 

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin menjelaskan, dengan rilis data tenaga kerja AS yang jauh lebih buruk dari proyeksi, sejatinya rupiah masih ada kesempatan menguat. Non farm payroll AS di Agustus cuma sebesar 315.000. Angka ini lebih rendah dari realisasi bulan sebelumnya, 526.000.

Baca Juga: Dibebani Sentimen Global, Simak Proyeksi Pergerakan Rupiah Senin (5/9)

Tingkat pengangguran AS juga lebih buruk dari proyeksi, yaitu mencapai 3,7% di Agustus. Proyeksi analis, tingkat pengangguran AS 3,5%, tidak berubah dari posisi Juli. 

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Puteri juga berpendapat, data eksternal masih akan menekan rupiah pada Senin (5/9). Dia menjelaskan, kebijakan The Fed yang tetap hawkish masih menopang dollar AS. 
The Fed menyatakan masih akan menaikkan suku bunga acuan. "Rupiah akan berada di kisaran Rp 14.850-14.935 per dollar AS pada Senin," tutur Reny. 

Nanang memperkirakan, rupiah hari ini (5/9) melemah dan bergerak ke Rp 14.920-Rp 14.935. Tapi bila terjadi profit taking, rupiah bisa menuju Rp 14.850-Rp 14.870 per dollar AS. 

Baca Juga: Cadangan Devisa Berpotensi Menguat

Bagikan

Berita Terbaru

Kapitalisasi Pasar 10 Emiten Terbesar BEI Menyusut, Porsi Saham Menengah Makin Besar?
| Kamis, 23 April 2026 | 22:23 WIB

Kapitalisasi Pasar 10 Emiten Terbesar BEI Menyusut, Porsi Saham Menengah Makin Besar?

Kapitalisasi 10 saham terbesar BEI anjlok Rp 1.644 triliun dalam 4 bulan. Sektor energi dan perbankan terpukul. 

Barito Pacific Lepas 38,4 Juta Saham BREN, Dorong Free Float di Tengah Status HSC
| Kamis, 23 April 2026 | 16:45 WIB

Barito Pacific Lepas 38,4 Juta Saham BREN, Dorong Free Float di Tengah Status HSC

MSCI menyatakan akan menghapus saham-saham dengan status HSC sejalan dengan perlakuan terhadap saham sejenis di pasar lain.

Saham BDMN Melesat Dua Hari Beruntun, Rumor Aksi Korporasi Mencuat
| Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Saham BDMN Melesat Dua Hari Beruntun, Rumor Aksi Korporasi Mencuat

Nilai, volume, dan frekuensi transaksi BDMN ikut meningkat, investor asing mencatatkan net foreign buy Rp 18,71 miliar dalam dua hari perdagangan.

Transformasi LPPF Berpeluang Memoles Kinerja di Tahun 2026
| Kamis, 23 April 2026 | 08:43 WIB

Transformasi LPPF Berpeluang Memoles Kinerja di Tahun 2026

PT Matahari Department Store kini jadi MDS Retailing Tbk. Analis sebut potensi kinerja LPPF membaik bertahap hingga 2026, tapi ada syaratnya.

Catat! BTN Bahas Rencana Akuisisi di RUPST Hari Ini Senilai Rp 15,43 Triliun
| Kamis, 23 April 2026 | 08:12 WIB

Catat! BTN Bahas Rencana Akuisisi di RUPST Hari Ini Senilai Rp 15,43 Triliun

Diperkirakan nilai transaksi tersebut paling banyak senilai Rp15,432 triliun atau sekitar 42,6% dari nilai ekuitas BTN per 31 Desember 2025.

IPCC Membidik Pendapatan Tumbuh 12%, Simak Strateginya
| Kamis, 23 April 2026 | 07:52 WIB

IPCC Membidik Pendapatan Tumbuh 12%, Simak Strateginya

PT Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) menargetkan pendapatan Rp 1,04 triliun pada 2026. Diversifikasi layanan dan tender OEM jadi kunci utama

MINE Menebar Dividen Rp 60,23 Miliar
| Kamis, 23 April 2026 | 07:27 WIB

MINE Menebar Dividen Rp 60,23 Miliar

Sepanjang 2025, MINE mencatatkan pertumbuhan pendapatan 11,8% year-on-year (yoy) menjadi Rp 2,36 triliun.

 Penjualan Tertahan Biaya Produksi
| Kamis, 23 April 2026 | 07:23 WIB

Penjualan Tertahan Biaya Produksi

Target penjualan mobil 850.000 unit pada tahun ini menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku hingga kebijakan fiskal

Ekspor Listrik Masih Terganjal Regulasi
| Kamis, 23 April 2026 | 07:15 WIB

Ekspor Listrik Masih Terganjal Regulasi

"ASEAN memiliki program interkoneksi listrik melalui program ASEAN Power Grid baik dalam konteks investasi dan meningkatkan ketahanan energi

Laba Asuransi Jiwa Mulai Tumbuh Positif
| Kamis, 23 April 2026 | 07:14 WIB

Laba Asuransi Jiwa Mulai Tumbuh Positif

Hasil investasi asuransi jiwa mendorong laba menguat.                                                   

INDEKS BERITA

Terpopuler