Tertekan di Kuartal I 2026, Kinerja AADI Diproyeksi Membaik di Semester II 2026

Kamis, 04 Juni 2026 | 06:00 WIB
Tertekan di Kuartal I 2026, Kinerja AADI Diproyeksi Membaik di Semester II 2026
[ILUSTRASI. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk AADI (Dok/AADI)]
Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada 2026 dinilai masih cukup positif meskipun perusahaan ini membukukan kinerja yang lemah pada kuartal I-2026. Kinerja di tiga bulan pertama 2026 tertekan akibat penurunan volume produksi di tengah ketidakpastian persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara.

Pendapatan AADI terkoreksi 10,34% secara year on year (yoy) menjadi US$ 1,04 miliar pada kuartal I-2026. Bersamaan dengan itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk AADI juga menurun 27,02% yoy menjadi US$ 143,03 juta pada kuartal I-2026.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Industri Manufaktur di Balik Tekanan Rupiah
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 07:10 WIB

Industri Manufaktur di Balik Tekanan Rupiah

Ketergantungan industri manufaktur terhadap bahan baku impor menciptakan efek domino yang mematikan.

Miskin Se-Indonesia
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 07:05 WIB

Miskin Se-Indonesia

Jika ekonomi saat ini mengandalkan belanja pemerintah bukan lagi dari konsumsi publik yang tengah loyo berarti ekonomi sedang terganggu.

Kredibilitas Pasar Finansial RI Diuji: Siapkan Portofolio Anda!
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 07:00 WIB

Kredibilitas Pasar Finansial RI Diuji: Siapkan Portofolio Anda!

Pasar finansial meriang, reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap tawarkan imbal hasil menarik. Simak strategi analis

Rupiah Merosot, Bank Semakin Hati-hati Kucurkan Kredit
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 06:50 WIB

Rupiah Merosot, Bank Semakin Hati-hati Kucurkan Kredit

Pelemahan nilai tukar rupiah mendorong perbankan memperketat penyaluran kredit valas demi menjaga kualitas aset.

Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS, Ini Pemicu Utama Pelemahannya
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS, Ini Pemicu Utama Pelemahannya

Rupiah terancam terus melemah di kisaran Rp 18.150. Pahami risiko inflasi dan defisit fiskal yang bisa merugikan investasi Anda.

Gihon Telekomunikasi (GHON) Lanjutkan Ekspansi Penyewaan Menara
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 05:20 WIB

Gihon Telekomunikasi (GHON) Lanjutkan Ekspansi Penyewaan Menara

Hingga akhir 2026, perusahaan ini menargetkan total penyewaan mencapai 1.820 menara atau bertambah 115 penyewaan dari realisasi di 2025.

Pendanaan Lender Asing Masih Mungucur Deras
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 04:50 WIB

Pendanaan Lender Asing Masih Mungucur Deras

Outstanding pendanaan dari pemberi pinjaman asing mencapai Rp 14,06 triliun di kuartal I-2026, alias naik 18,28% secara tahunan.

Midi Utama Indonesia (MIDI) Pasang Target Lebih Moderat
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 04:20 WIB

Midi Utama Indonesia (MIDI) Pasang Target Lebih Moderat

Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang sudah berada di kisaran Rp 18.000, jelas akan berdampak pada sejumlah produk dengan komponen impor.

Danantara Bantah Rumor Wajib Beli Merah Putih Bond untuk Tabungan di Atas Rp 3 Miliar
| Jumat, 05 Juni 2026 | 20:25 WIB

Danantara Bantah Rumor Wajib Beli Merah Putih Bond untuk Tabungan di Atas Rp 3 Miliar

Tak ada rencana pemerintah mewajibkan masyarakat yang punya tabungan di atas Rp 3 miliar, untuk membeli Patriot Bond maupun Merah Putih Bond.

Rebalancing Tak Cukup Jadi Pendorong Kenaikan, 7 Saham Baru JII Justru Lesu
| Jumat, 05 Juni 2026 | 20:15 WIB

Rebalancing Tak Cukup Jadi Pendorong Kenaikan, 7 Saham Baru JII Justru Lesu

Masuknya saham baru ke JII biasanya memicu aksi beli dari manajer investasi yang menggunakan indeks ini sebagai acuan.

INDEKS BERITA

Terpopuler