Titik Nadir BBM

Jumat, 06 Maret 2026 | 17:15 WIB
Titik Nadir BBM
[ILUSTRASI. Asnil Bambani Amri (KONTAN/Indra Surya)]
Asnil Bambani | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dampak konflik di Timur Tengah mulai terasa di Asia Tenggara. Myanmar menjadi salah satu contohnya. Antrean panjang kendaraan bermotor terjadi di berbagai stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU) karena keterbatasan pasokan.

Gempuran Amerika Serikat-Israel terhadap Iran memicu gangguan serius pada jalur distribusi minyak dunia. Penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur perdagangan minyak global, membuat pengiriman kapal tanker terhambat. Termasuk kapal tanker menuju Myanmar. 

Alhasil, junta militer Myanmar memberlakukan pembatasan pembelian BBM dengan alasan cadangan energi mereka itu hanya cukup untuk 40 hari. Lalu bagaimana dengan stok BBM di Indonesia? 

Kabar yang muncul justru memunculkan kekhawatiran. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (4/3) bilang, cadangan BBM nasional saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 20 hari. Angka ini berada di bawah Myanmar yang tengah mengalami krisis pasokan.

Kondisi ini tentu memicu kecemasan publik, terlebih Indonesia sedang bersiap menghadapi arus mudik Lebaran. Pada periode ini konsumsi BBM biasanya melonjak seiring meningkatnya mobilitas warga. Tanpa manajemen pasokan yang cermat, tekanan terhadap ketersediaan energi semakin besar.

Situasi ini harus disikapi serius oleh pemerintah. Dalam jangka pendek, langkah mitigasi perlu segera dilakukan untuk memastikan pasokan energi tetap aman. Pemerintah bersama Pertamina harus memastikan kelancaran distribusi, memperkuat cadangan operasional. 

Koordinasi dengan negara pemasok juga menjadi penting untuk menjamin keberlanjutan suplai minyak mentah maupun BBM. Namun solusi jangka pendek saja tidak cukup. Krisis energi yang berulang akibat konflik geopolitik menunjukkan ketergantungan Indonesia, dan ini rentan secara struktural. 

Untuk itu, pemerintah perlu mempercepat strategi jangka panjang menuju ketahanan energi. Diversifikasi sumber energi harus jadi prioritas, termasuk memperbesar porsi energi terbarukan seperti tenaga surya, panas bumi, dan energi air. 

Selain itu, percepatan elektrifikasi transportasi dan efisiensi energi di sektor industri juga harus dilakukan untuk menekan ketergantungan terhadap BBM. Pembangunan cadangan energi strategis yang lebih besar juga menjadi langkah penting, agar Indonesia tak selalu berada di titik nadir stok BBM.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Surplus Dagang Indonesia Tersisa US$ 89,1 Juta Saja, Terendah Dalam 6 Tahun
| Selasa, 02 Juni 2026 | 19:54 WIB

Surplus Dagang Indonesia Tersisa US$ 89,1 Juta Saja, Terendah Dalam 6 Tahun

Surplus neraca dagang RI hanya US$ 89,1 juta di April 2026, terendah sejak Mei 2020. Pahami penyebab anjloknya surplus perdagangan.

Bukan Cuma Pangan, Ini Komoditas Pemicu Laju Inflasi Mei 2026
| Selasa, 02 Juni 2026 | 16:59 WIB

Bukan Cuma Pangan, Ini Komoditas Pemicu Laju Inflasi Mei 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi 0,28% secara bulanan pada Mei 2026, lebih tinggi dibandingkan inflasi April 2026 yang sebesar 0,13%.

Saham Prajogo Pangestu Terbang Seiring Rebalancing MSCI, Mana yang Menarik Dicermati?
| Selasa, 02 Juni 2026 | 09:29 WIB

Saham Prajogo Pangestu Terbang Seiring Rebalancing MSCI, Mana yang Menarik Dicermati?

Pergerakan saham-saham terafiliasi Prajogo Pangestu masih akan dipengaruhi aksi fund manager yang menyesuaikan portofolio.

ESG HMSP: Ketika Warung Naik Kelas Lewat Bimbingan SRC
| Selasa, 02 Juni 2026 | 09:19 WIB

ESG HMSP: Ketika Warung Naik Kelas Lewat Bimbingan SRC

Warung kelontong anggota SRC disebut mampu meningkatkan omzet setelah mendapat pendampingan dan akses digital. Ekosistem

Baru Satu IPO Hingga Tengah Tahun Saat IHSG Jeblok, Ada Apa di Pasar Saham Indonesia?
| Selasa, 02 Juni 2026 | 09:18 WIB

Baru Satu IPO Hingga Tengah Tahun Saat IHSG Jeblok, Ada Apa di Pasar Saham Indonesia?

Di tengah pelemahan pasar ini, suntikan dana baru dari aksi initial public offering (IPO) perusahaan besar juga belum terlihat.

Peluang dari Koreksi Indeks Kompas100
| Selasa, 02 Juni 2026 | 08:46 WIB

Peluang dari Koreksi Indeks Kompas100

Indeks Kompas100 ambles lebih dalam dari IHSG. Tapi, analis melihat ada sinyal rebound. Simak sektor & saham pilihan yang siap bangkit!

Banyaknya Hari Libur Memoles Kinerja Jasa Marga (JSMR)
| Selasa, 02 Juni 2026 | 08:41 WIB

Banyaknya Hari Libur Memoles Kinerja Jasa Marga (JSMR)

Volume lalu lintas tol melonjak hampir 20% saat libur Iduladha. Namun, ada beban keuangan yang mengancam kinerja JSMR. Pelajari selengkapnya.

Berupaya Mengalap Berkah dari Tayangan Siaran Piala Dunia, Simak Prospek Saham WIFI
| Selasa, 02 Juni 2026 | 08:20 WIB

Berupaya Mengalap Berkah dari Tayangan Siaran Piala Dunia, Simak Prospek Saham WIFI

Kontribusi dari gelaran Piala Dunia 2026 terhadap pendapatan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) diperkirakan terbatas.

Bisnis Data Center Menopang Penjualan Lahan Kawasan Industri
| Selasa, 02 Juni 2026 | 07:34 WIB

Bisnis Data Center Menopang Penjualan Lahan Kawasan Industri

Penjualan lahan industri pada awal 2026 dinilai masih bertumbuh kuat dibanding periode yang sama tahun lalu.

Mengantisipasi Kemunculan Black Swan di Bursa Saham
| Selasa, 02 Juni 2026 | 07:30 WIB

Mengantisipasi Kemunculan Black Swan di Bursa Saham

Bahkan ahli ekonomi dunia gagal memprediksi Black Swan. Jangan biarkan Anda menjadi korban berikutnya. Kenali risiko dan peluangnya sekarang.

INDEKS BERITA

Terpopuler