TMMIN Buka Peluang Ekspor Mobil Veloz Hybrid ke Pasar Global
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) membuka peluang mengekspor New Veloz Hybrid Electric Vehicle (HEV) ke pasar global. Namun, untuk saat ini, perusahaan masih memprioritaskan pemenuhan permintaan pasar domestik yang dinilai cukup tinggi.
Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya mengatakan, ekspor Veloz Hybrid dapat menjadi bagian dari strategi perusahaan ke depan. Kendati demikian, realisasi ekspor akan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik pasar tujuan.
Baca Juga: Kesiapan Komponen Lokal 60%, Ini Kata Toyota Motor Manufacturing Indonesia
"Untuk saat ini, Veloz Hybrid masih kami fokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Ke depan, kami tetap terbuka untuk melihat peluang ekspor, tentunya dengan mempertimbangkan kebutuhan, karakteristik, serta permintaan di masing-masing pasar," ujar Nyoman, Selasa (29/9).
Hingga akhir Agustus 2026, TMMIN telah memproduksi 15.737 unit Veloz Hybrid sejak model tersebut mulai diproduksi. Tingginya produksi tersebut sejalan dengan permintaan domestik yang cukup kuat.
Sejak pemesanan dibuka pada November 2025 hingga Agustus 2026, surat pemesanan kendaraan (SPK) Veloz Hybrid telah melampaui 19.000 unit.
Di sisi lain, TMMIN masih mengandalkan sejumlah model untuk pasar ekspor. Hingga Agustus 2026, kendaraan Toyota produksi Indonesia yang diekspor mencakup Avanza/Veloz, Raize, Yaris Cross, Fortuner, serta Agya atau Wigo. Avanza dan Veloz menjadi kontributor ekspor terbesar. TMMIN mengoperasikan fasilitas manufaktur di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi sekitar 282.000 unit kendaraan per tahun. Fasilitas tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
