Ujian Berat Ketahanan APBN
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ujian tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) nampaknya belum akan berkurang dalam waktu dekat ini. Per 30 April 2026, ujian APBN kembali meningkat ketika harga minyak kembali meningkat menembus level US$ 126 per barel. Angka tersebut jauh melampaui asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang ditetapkan pada APBN 2026 di kisaran US$ 70 per barel. Pemicunya tentu saja eskalasi risiko pasokan minyak di Timur Tengah yang berlapis, mulai dari tertahannya lalu lintas tanker di Selat Hormuz hingga kerusakan infrastruktur kilang yang memangkas kapasitas produksi kawasan.
Tekanan harga minyak global ini sebenarnya datang ketika postur APBN sudah dalam kondisi rapuh sejak awal tahun. Defisit anggaran hingga akhir Maret 2026 telah mencapai Rp 240,1 triliun atau setara 34,8% dari target tahunan, laju tertinggi dalam lima tahun terakhir. Realisasi subsidi dan kompensasi bahan bakar minyak (BBM) bahkan telah melonjak 382,6% secara tahunan hingga Februari 2026, menjadi Rp 51,5 triliun. Lonjakan beban subsidi ini terjadi padahal dampak penuh dari konflik Iran belum tecermin sepenuhnya pada periode tersebut.
Baca Juga: Surplus Dagang Indonesia Kuartal I-2026 Susut Hampir Separuh
