Utang Negara dan Ujian Keberlanjutan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Utang negara bukan dosa fiskal. Ia bisa menjadi jembatan yang memungkinkan pembangunan dilakukan lebih cepat daripada sekadar mengandalkan kemampuan pajak hari ini. Jalan, pelabuhan, sekolah, rumah sakit, irigasi, transportasi publik dan infrastruktur digital sering kali membutuhkan pembiayaan besar sekarang, sementara manfaatnya baru dipetik bertahun-tahun kemudian.
Oleh karena itu, perdebatan tentang utang seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan dangkal: apakah boleh berutang besar, atau harus kecil? Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah utang itu produktif, dan berkelanjutan? Dalam konteks Indonesia pertengahan 2026, pertanyaan ini bukan lagi sekadar diskusi akademik.
