UU Anti Deforestasi Bakal Mundur Lagi

Kamis, 02 Mei 2024 | 05:00 WIB
UU Anti Deforestasi  Bakal Mundur Lagi
[ILUSTRASI. Sejumlah pekerja memanen tandan buah segar kelapa sawit di PT Kimia Tirta Utama (KTU) di Kabupaten Siak, Riau, Kamis (27/6/2019). Berdasarkan data Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kini mencapai Rp6.620 per kilogram di bursa komoditi dan derivatif Indonesia, anjlok 17 persen dibandingkan harga tahun lalu, akibat kampanye negatif dari kebijakan renewable energy derivatife Uni Eropa yang tidak memperbolehkan penggunaan biodesel dari kelapa sawit karena tidak ramah lingkungan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc.]
Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Negara yang keberatan dengan aturan deforestasi di Uni Eropa terus bertambah. Alhasil, penerapan Undang-Undang Anti Deforestasi Uni Eropa (EUDR) diprediksi mundur lagi.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan penolakan terhadap regulasi ini semakin meluas, bukan hanya dilakukan Indonesia dan Malaysia.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Dunia Usaha Menanti Kepastian Tarif Amerika
| Senin, 27 Juli 2026 | 06:54 WIB

Dunia Usaha Menanti Kepastian Tarif Amerika

Pelaku usaha mewaspadai ketidakpastian aturan di balik pemberlakuan tarif baru oleh pemerintah Amerika Serikat

Proyeksi IHSG pada Senin 27 Juli 2026 dan Rekomendasi Sahamnya
| Senin, 27 Juli 2026 | 06:45 WIB

Proyeksi IHSG pada Senin 27 Juli 2026 dan Rekomendasi Sahamnya

Pergerakan IHSG masih mendapat dukungan dari ekspektasi kinerja emiten kuartal II dan semester I-2026 yang relatif solid.

Tekanan Luar dan Dalam Masih Kuat, Yield SBN Menanjak
| Senin, 27 Juli 2026 | 06:20 WIB

Tekanan Luar dan Dalam Masih Kuat, Yield SBN Menanjak

Meski bunga acuan tetap, investor tetap meminta premi risiko lebih tinggi. Ini tercermin dari yield SBN yang menanjak. 

Beras Menengah
| Senin, 27 Juli 2026 | 06:10 WIB

Beras Menengah

Sudah saatnya pemerintah menanggalkan ilusi bahwa kelas menengah dapat dibiarkan berjalan sendiri tanpa intervensi kebijakan.

Pelemahan Harga Emas Global Menyeret Pergerakan Saham Emiten Peremasan
| Senin, 27 Juli 2026 | 06:00 WIB

Pelemahan Harga Emas Global Menyeret Pergerakan Saham Emiten Peremasan

Harga emas sejak awal tahun ini masih diliputi awan gelap, setelah reli panjang yang terjadi pada tahun 2024-2025.

Mengejar Realisasi Rumah Subsidi
| Senin, 27 Juli 2026 | 05:35 WIB

Mengejar Realisasi Rumah Subsidi

Pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah subsidi sudah mencapai Rp 13,87 triliun.

Industri Harap Lingkup PPP Dikaji Luas
| Senin, 27 Juli 2026 | 05:35 WIB

Industri Harap Lingkup PPP Dikaji Luas

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tak memasukkan asuransi kredit dan suretyship dalam produk yang akan dijamin Program Penjaminan Polis (PPP). 

Pembentukan URI Tak Efektif, Tak Selesaikan Masalah
| Senin, 27 Juli 2026 | 05:35 WIB

Pembentukan URI Tak Efektif, Tak Selesaikan Masalah

Pemerintah bakal membangun sebanyak 10 perguruan tinggi dengan label Universitas Republik Indonesia (URI). ​

Program Biodiesel Bisa Terkendala Pembiayaan
| Senin, 27 Juli 2026 | 05:15 WIB

Program Biodiesel Bisa Terkendala Pembiayaan

Kebijakan mandatori B50 kerek permintaan sawit, Gapki mengingatkan risiko terhadap ekspor dan pembiayaan.

Menanti Tuah Insentif Portofolio Asing
| Senin, 27 Juli 2026 | 05:04 WIB

Menanti Tuah Insentif Portofolio Asing

Kestabilan nilai tukar diyakini akan terjadi bila bertumpu pada kedalaman pasar valuta asing yang sudah mapan.

INDEKS BERITA

Terpopuler