Waspada, Beban Bunga Utang Berisiko Membengkak
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Beban bunga utang pemerintah, yang menjadi sorotan sejumlah lembaga pemeringkat kredit internasional, bakal makin berat. Sebab, eskalasi konflik geopolitik Timur Tengah mengerek premi risiko investasi alias credit default swap (CDS) maupun imbal hasil (yield) obligasi.
Premi CDS tenor lima tahun Indonesia melonjak tajam, dari level 68,26 pada 31 Desember 2025 menjadi 92,02 bps pada 16 Maret 2026. Sejalan dengan naiknya premi CDS, yield SBN tenor 10 tahun juga melonjak dari level 6,11% pada akhir tahun lalu menjadi 6,81% per kemarin, mendekati asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang dipatok sebesar 6,9%.
