Yield Global Tinggi Bikin Waswas, Bentengi Portofolio Investasi
KONTAN.CO.ID - Memasuki kuartal akhir 2026, pekerjaan rumah investor semakin berat. Rapor sebagian besar instrumen investasi domestik masih merugi. Sementara situasi global kian runyam. Tren suku bunga tinggi, kenaikan yield obligasi, dan harga minyak, membuat jalan pemulihan lebih menantang.
Hingga 7 Oktober 2026, kinerja saham-saham di pasar domestik kesulitan bangkit. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles hampir 29% sepanjang tahun berjalan (YTD). Begitu pula, obligasi pemerintah masih loyo. Dus, performa rata-rata reksadana berbasis saham dan obligasi memble.
