Beban Tinggi, Pemain Asuransi Kesehatan Berkurang
Tingginya inflasi medis membuat sejumlah perusahaan mundur dari bisnis asuransi kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.
Simpanan Rekening Saldo Jumbo Semakin Gendut
Dana nasabah bersaldo di atas Rp5 miliar tumbuh lebih dari 20% per Mei 2026, jauh melampaui pertumbuhan simpanan kelompok nasabah lainnya.
Likuiditas Bank Berpotensi Semakin Mengetat
Industri perbankan menghadapi risiko likuiditas yang lebih ketat setelah BI menaikkan suku bunga acuan 1% dalam sebulan terakhir.
Simpanan Valas Nasabah Ritel dan Korporasi Mekar
Pelemahan rupiah dan kebutuhan hedging mendorong lonjakan simpanan valas di perbankan, baik dari kalangan korporasi maupun nasabah perorangan
Transaksi QRIS Perbankan Semakin Menggeliat
Penggunaan QRIS semakin masif, mendorong pertumbuhan transaksi digital perbankan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Premi Asuransi Kredit Bakal Semakin Mahal
Klaim asuransi kredit di tiga bulan pertama tahun ini naik 17% secara tahunan menjadi Rp 4,2 triliun.
Suku Bunga Naik, Multifinance Berjuang Menjaga Laba
Industri multifinance mencetak laba Rp 5,99 triliun hingga kuartal I-2026, meningkat 6,5% secara tahunan.
Demutualisasi BEI Mengubah Status Sekuritas
Selain bisa menghadirkan manfaat, demutualisasi bursa juga memberikan tantangan sendiri bagi perusahaan sekuritas.
Investasi Digital Dongkrak Biaya Operasional Bank
Margin perbankan tertekan, bank memperkuat efisiensi dan pendapatan komisi.
Risiko Naik, Bank Lebih Selektif Salurkan Kredit Channeling
Penyaluran kredit bank lewat fintech capai Rp 108 T, tapi bank kini lebih ketat pilih mitra.
Pinjaman Produktif Fintech Masih Jauh Dari Target
Pinjaman fintech lending yang disalurkan ke sektor produktif mencapai Rp 34,80 triliun, setara 34,09% dari total penyaluran pinjaman.
Kredit Kontruksi Menanjak, Tapi Risikonya Masih Tinggi
Tantangan untuk menjaga kualitas aset kredit konstruksi masih sangat besar, terutama di segmen konstruksi perumahan.
Dapen Racik Ulang Strategi Investasi
Kenaikan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin, memengaruhi prospek kinerja dari sejumlah instrumen investasi
Andalkan Dana Perbankan, Fintech Terus Berbenah
Pendanaan pinjaman daring dari perbankan mencapai Rp 66,25 triliun per April 2026, atau setara 75,59% dari total pendanaan.
Bank Syariah Perkuat Investasi pada Kanal Digital
Industri perbankan syariah terus mempercepat transformasi digital guna mendorong pertumbuhan bisnis dan memperkuat daya saing.
Bank Tak Cemas Pembelian Valas Tanpa Underlying Dibatasi
BI kian membatasi transaksi pembelian valas tanpa underlying. Mulai 1 Juli 2026, pembelian dibatasi menjadi US$ 10.000 per orang setiap bulan
BI dan Pemerintah Ibarat Menginjak Pedal Rem dan Gas Bersamaan
Kenaikan BI rate 1% dalam sebulan terakhir menjadi 5,75% demi menarik arus modal asing menyimpan konsekuensi lain, menekan pertumbuhan kredit.
Ruang Bank Mencari Dana ke Luar Negeri Dilonggarkan
BI mengerek Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) dari 35% menjadi 40% untuk memberi ruang lebih besar memperoleh pendanaan dari luar negeri
Risiko Multifinance Kian Berat
NPF multifinance melonjak ke 2,89% per April 2026. Meski begitu, satu pemain justru pangkas beban pencadangan.
Asuransi Marine Cargo Hadapi Ketidakpastian
Premi marine cargo anjlok 12,6% per Maret 2026, namun klaim melonjak 6,7%. Kondisi geopolitik Timur Tengah jadi pemicu.
Jaga Dompet Tetap Waras kala Transaksi Kian Praktis
Membayar pakai ponsel terasa mudah, tapi ada ilusi uang tak berkurang. Hindari jebakan ini!
Kredit Perbankan Tumbuh Dua Digit, Tapi Hanya Ditopang Himbara
Sejatinya pertumbuhan kredit dua digit per Mei 2026 relatif belum merata di seluruh segmen kredit, pun tak semua bank merasakan tren serupa.
BI Rate Naik 1%, Tantangan Bank Digital Semakin Berat
Di tengah persaingan yang ketat dengan bank-bank besar, bank digital sulit menghindari kenaikan bunga simpanan.
Permudah Fintech Cekak Cari Investor
Perusahaan bisa mengajukan permohonan keringanan batas kepemilikan asing menjadi lebih dari 85% demi mendapat suntikan modal.
Penghimpunan Dana LKM Mengalami Tekanan
Membeli emas pekan lalu ternyata belum tentu untung. Kalkulasi terbaru menunjukkan ada selisih harga yang harus diwaspadai sebelum menjual.

