Ada Megaproyek Infrastruktur, Pemprov DKI Jakarta Jajaki Penerbitan Surat Utang

Rabu, 03 Juli 2019 | 06:49 WIB
Ada Megaproyek Infrastruktur, Pemprov DKI Jakarta Jajaki Penerbitan Surat Utang
[]
Reporter: Abdul Basith, Danielisa Putriadita | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta tercatat sebagai provinsi terkaya di Indonesia. Ini nampak dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2019 dengan total pendapatan Rp 74,77 triliun.

Meski berkantong tebal, bukan berarti Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mampu mendanai semua pembangunan dari kantong anggaran sendiri.

Untuk memenuhi kebutuhan pembangunan, Pemprov DKI Jakarta berencana menerbitkan surat utang atau obligasi daerah. Rencana ini bahkan sudah dirintis sejak 2018 lalu.

Pemprov DKI kini membentuk tim khusus untuk mempersiapkan penerbitan obligasi. Yakni lewat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No 964/2019 tentang Tim Persiapan Penerbitan Obligasi Daerah yang terbit 31 Mei 2019 lalu.

Rencana DKI menerbitkan obligasi seiring rencana Pemprov DKI Jakarta menggulirkan megaproyek infrastruktur senilai Rp 571 triliun. Selain menargetkan bisa menggaet investor, salah satu opsi pendanaan yang akan dipilih adalah melalui penerbitan obligasi.

Rencana ini makin mendekati kenyataan lantaran PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mendesain rencana pembentukan Lembaga Pembiayaan Pembangunan Daerah (LPPD). Lembaga ini kelak akan membiayai proyek Light Rail Transit atau Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta rute Velodrome - Manggarai, Kelapa Gading - Jakarta International Stadion, dan LRT Fase 3 yang membutuhkan dana jumbo, yakni Rp 28,31 triliun.

Menjawab pertanyaan KONTAN, Selasa (2/7), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, penerbitan obligasi itu masih dalam kajian. "Obligasi masih dikaji, belum final," ujar Anies, tak memerinci target nilai serta waktu penerbitan.

Boleh jadi karena masih dikaji, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebut, hingga kini belum ada pembahasan rencana obligasi ini.

Hanya, jika terbit, Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi memprediksi obligasi Pemrov DKI akan diminati oleh investor. Pasalnya, Jakarta punya keunggulan dan kesiapan di proyek infrastruktur.

Hanya, pengamat Perkotaan Universitas Trisakti Nirwono Joga beranggapan Pemprov DKI Jakarta belum perlu menerbitkan obligasi daerah. Pasalnya DKI Jakarta masih punya anggaran besar. "Penyerapan belanja di APBD tak pernah mencapai 100%," ujar dia.

Bagikan

Berita Terbaru

B50: Menguji Kesiapan Kapal dan Asuransi
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:47 WIB

B50: Menguji Kesiapan Kapal dan Asuransi

Perpindahan ke B50 sebaiknya tidak diperlakukan sebagai sekadar pencapaian target kalender atau seremonial semata.

Menakar Dampak Krisis Diesel Global terhadap Pasokan & Harga Solar Nasional
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Menakar Dampak Krisis Diesel Global terhadap Pasokan & Harga Solar Nasional

Krisis pasokan diesel di pasar solar global saat ini bersifat struktural, dan berpotensi bertahan hingga awal 2027. Indonesia mesti waspada

Bongkar Pasang
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Bongkar Pasang

Kalau reshuffle terjadi lebih sering daripada kita mengganti kalender, lantas hasil kerja semacam apa yang bisa diharapkan?

Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi domestik belum cukup kuat menahan tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan yield US Treasury.

Menakar Posisi Darma Henwa (DEWA) di Aturan Baru Jasa Tambang, Peluang Atau Beban?
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Menakar Posisi Darma Henwa (DEWA) di Aturan Baru Jasa Tambang, Peluang Atau Beban?

PT Darma Henwa (DEWA) merupakan kontraktor tambang KPC dan Arutmin, dua anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI). 

Tren Melemah Terus Melanda Rupiah, Cek Prediksi Pergerakan Mata Uang Garuda Hari Ini
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Tren Melemah Terus Melanda Rupiah, Cek Prediksi Pergerakan Mata Uang Garuda Hari Ini

Pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed. Terutama setelah data inflasi AS menunjukkan perkembangan yang lebih rendah daripada perkiraan.

Tekanan Jual Asing Masih Tinggi, Jelang Weekend, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Tekanan Jual Asing Masih Tinggi, Jelang Weekend, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dari domestik, pelaku pasar mencermati perkembangan reshuffle kabinet. Tekanan jual investor asing juga masih menjadi perhatian.

Aksi Buyback Saham Marak Lagi, UNTR Hingga BTPS Siapkan Dana Triliunan
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Aksi Buyback Saham Marak Lagi, UNTR Hingga BTPS Siapkan Dana Triliunan

Besar kecilnya pengaruh buyback sangat tergantung pada realisasinya, bukan hanya nilai maksimum anggaran yang diumumkan.

Harganya Lebih Resilien, ANTM Jadi Saham Emas Paling Diburu Investor Asing
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Harganya Lebih Resilien, ANTM Jadi Saham Emas Paling Diburu Investor Asing

Meski sebulan terakhir harganya cuma naik tipis, posisi ANTM jauh lebih baik ketimbang saham emiten emas lainnya.

Tekanan IHSG Masih Kuat
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Tekanan IHSG Masih Kuat

Tekanan terhadap IHSG masih cukup kuat setelah indeks sempat turun ke bawah level psikologis 6.000 pada Kamis (1/10).

INDEKS BERITA

Terpopuler