Hanya Rp 10.000 selama 30 hari untuk berita pilihan, independen, dan inspiratif Berlangganan Sekarang
Berita Opini

Adaptasi Kebiasaan Baru

Oleh Ekuslie Goestiandi - Pengamat Manajemen dan Kepemimpinan
Minggu, 16 Agustus 2020 | 10:10 WIB
Adaptasi Kebiasaan Baru

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga tulisan ini dibuat, tak ada satu pun ahli dan pihak otoritas yang bisa memperkirakan kapan puncak pandemi Covid-19 akan terjadi di Indonesia. Dengan penambahan kasus baru sekitar 1000-2000an per hari, kita tak pernah tahu, bagaimana kurva pandemi di negeri ini akan menuju. Apakah selanjutnya akan bergerak semakin meninggi, atau mulai beranjak turun? Semua hanya bisa diam terpaku menghadapi pertanyaan ini.

Di tengah ketidakpastian pergerakan kurva pandemi, kita pun menyaksikan betapa sulitnya mendisiplinkan publik dalam urusan adaptasi kebiasaan baru. Tak perlu bicara kebiasaan yang rumit, kita fokuskan saja kepada perilaku dasar yang sudah disepakati oleh para ahli dapat mencegah penyebaran virus ini, yakni: mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Jika kita menyempatkan diri ke tempat publik, tak sulit untuk menyaksikan mereka yang bergerombol, bahkan tanpa mengenakan masker. Tak heran, jika menggelar razia, aparat dengan mudah menemukan para pelanggar aturan tersebut. Jika ditanya mengapa mereka tak menjalankan protokol kesehatan tersebut, beragam jawaban terlontar dari mulutnya.

Ini Artikel Spesial
Hanya dengan berlangganan Rp 10.000 selama 30 hari Anda dapat membaca berita pilihan, independen, dan inspiratif ini.
ATAU
Sumber: Tabloid Kontan

Baca juga