Berita Bisnis

Adu Kekuatan Go-Jek dan Grab di Kawasan Asia Tenggara

Sabtu, 01 Desember 2018 | 09:00 WIB

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan dua perusahaan transportasi online makin sengit. Baik Grab maupun Go-Jek tak mau kehilangan pangsa pasarnya. Sementara Go-Jek mulai berekspansi ke Singapura, Grab tetap mengincar kue yang besar di pasar Indonesia. 

Kepada Kontan.co.id, juru bicara Grab Melanie Lee bilang pasar Indonesia merupakan prioritas ekspansi bagi Grab. 

"Sebagai pasar dengan populasi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia jadi prioritas kami. Pertumbuhan di pasar Indonesia sangat fenomenal dan kami bersemangat melihat masa depan kami di sana," kata Melanie Lee, dalam wawancara via email dengan Kontan.co.id, Jumat (30/11). 

Grab mengklaim menguasai pangsa pasar transportasi online sebesar 60% untuk kendaraan roda dua dan 70% untuk kendaraan roda empat. "GrabFood tumbuh lebih dari 6 kali dalam 11 bulan di Indonesia," kata Melanie. 

Tak heran kalau Grab makin haus pendanaan untuk bahan bakar ekspansinya ini. 

Baru-baru ini tersiar rumor bahwa Grab akan disuntik dana oleh perusahaan pembayaran online terbesar di dunia, PayPal. 

Terkait hal tersebut, Melanie enggan menanggapi lebih lanjut. "Kami tidak berkomentar terkait rumor dan spekulasi di pasar," ujar dia. 

Yang terang, Grab masih tetap membuka sesi penggalangan dananya hingga akhir tahun ini. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Grab tengah menggalang dana Seri H dengan target US$ 3 miliar di akhir tahun 2018. 

Sampai sekarang, total dana yang berhasil dihimpun Grab sebanyak US$ 2,7 miliar. Dengan rincian US$ 1 miliar dari Toyota pada Juni lalu, dan US$ 2 miliar terkumpul selama sesi penggalangan dana pada bulan Agustus.

"Kami masih mengumpulkan dana untuk investasi dan menggunakan dananya tersebut untuk mengembangkan bisnis online to offline (O2O) kami dan investasi di Indonesia," kata Melanie.

Sayangnya Melanie enggan menjabarkan alokasi penggunaan dana dari investor. Dia hanya menyebut sebagian besar dana yang terkumpul akan diguyurkan ke pasar Indonesia, mengingat momentum pertumbuhan Grab di tanah air cukup pesat.  

Dari jalanan sampai dompet

Pertarungan antara Grab dan Go-jek tak berhenti di jalanan saja. Dompet digital juga jadi kue incaran dua perusahaan unicorn ini. Sebab, tingkat inklusi keuangan yang rendah di negara ini jadi peluang bisnis yang menggiurkan. 

Awalnya Grab mulai menggenggam pasar keuangan Indonesia lewat akuisisinya terhadap start-up Kudo pada April tahun lalu. Kudo memiliki jaringan sebanyak 1,7 juta agen yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Kudo yang sudah bermitra dengan perusahaan FMCG, operator telekomunikasi hingga layanan e-commerce di Indonesia, dapat menghadirkan pilihan penjualan berbagai produk tersebut di dalam aplikasi Grab. 

Selain Kudo, Grab juga bekerjasama dengan OVO, perusahaan fintech untuk melahap pangsa pasar Go-Jek di Indonesia. 

"Strategi Grab dan OVO adalah dengan mempermudah penggunaan dompet digital (e-wallet) sebagai uang tunai di 90% mal di Indonesia dan jaringan ritel seperti Hypermart, Alfamart, Tokopedia dan platform e-commerce, kata Melanie.

Akhir tahun ini, Grab dan OVO menargetkan bisa mendapat 100.000 UKM yang menggunakan pembayaran berbasis kode quick response (QR). Saat ini, dompet digital Grab dan OVO telah digunakan oleh 60 juta pengguna di Indonesia. 

Begitu juga dengan Go-Jek yang mengakuisisi tiga perusahaan fintech: Kartuku, Midtrans dan Mapan, demi memperkuat bisnis dompet digitalnya, Go-Pay. 

Sementara Kartuku dan Midtrans menopang sistem pembayaran digital Go-Jek lewat produknya, Mapan menggarap bisnis yang mirip dengan Kudo dan menggunakan agen-agen sebagai tenaga pemasar di daerah. Sekitar 50% dari 108 juta pengguna Go-Jek menggunakan Go-Pay sebagai alat pembayaran.

Head of Corporate Affair Go-Pay, Winny Triswandhani menyebut mayoritas penggunaan Go-Pay masih di dalam ekosistem Go-Jek. Walau begitu, Go-Pay sudah bisa digunakan di 200.000 merchant. Agar Go-Pay makin banyak digunakan, Winny bilang Go-Jek tengah menggenjot transaksi pembayaran offline salah satunya dengan program GoPay PayDay akhir November. 

Nampaknya kedua unicorn ini saling menyerang pasar dan menguji kekuatannya masing-masing. Sementara Go-Jek juga mulai mengaspal di tiga negara di kawasan Asia Tenggara: Vietnam, Thailand dan Singapura.  

Grab yang sudah menggenggam pasar kawasan tersebut justru mulai ekspansif di Indonesia. Soalnya, populasi negara ini hampir setengah dari total penduduk di Asia Tenggara. 

Melanie menyebut Grab optimis bisa mengantongi pendapatan sebanyak US$ 1 miliar hingga tutup tahun ini. 

 

Reporter: Dian Sari Pertiwi
Editor:


Baca juga