Aduh, Kebijakan Ganjil Genap Bikin Biaya Logistik Melonjak 20%

Kamis, 08 Agustus 2019 | 07:26 WIB
Aduh, Kebijakan Ganjil Genap Bikin Biaya Logistik Melonjak 20%
[]
Reporter: Abdul Basith | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana memperluas penerapan kebijakan ganjil genap bagi mobil.

Namun kebijakan ini berpotensi menambah biaya distribusi barang di Jakarta.

Bahkan, ganjil genap diperkirakan bisa mengerek biaya logistik di ibukota hingga 20%.

Aturan ganjil genap saat ini berlaku di sembilan ruas jalan dan akan bertambah menjadi sekitar 25 ruas jalan.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldi Ilham Masita memastikan kebijakan ini akan menambah biaya logistik di Jakarta, terutama, perusahaan jasa kurir.

"Perusahaan kurir akan mendapat dampak paling besar," terang Zaldi.

Ganjil genap menyebabkan perusahaan kurir harus memperbanyak armada sepeda motor yang terbebas dari kebijakan tersebut.

"Tarif logistik (jasa kurir) akan naik sekitar 20%," hitung Zaldi.

Namun ia belum bisa memastikan periode pemberlakukan kenaikan tarif logistik tersebut.

Pakar transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno meragukan efektivitas perluasan ganjil genap bagi pengurangan polusi.

Sebab, kebijakan ini tidak menyentuh pengguna motor.

"Populasi terbesar kendaraan adalah sepeda motor 75%, mobil pribadi hanya 23% serta angkutan umum sebanyak 2%" terang Djoko.

Dimulai Agustus ini

Pemprov DKI akan mulai uji coba penerapan aturan ini pada ruas jalan baru sekaligus sosialisasi di minggu ketiga Agustus hingga minggu pertama September 2019. 

Selain menambah ruas jalan, aturan baru juga menambah waktu penerapan ganjil-genap menjadi lebih lama.

Pada pagi hari, waktu tetap mulai pukul 06.00 WIB -10.00 WIB.

"Untuk petang, lebih panjang dari pukul 16.00-20.00 WIB menjadi 16.00-21.00 WIB," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat konferensi pers di Balai Kota, Rabu (7/8).

Aturan ini akan berlaku mulai 9 September 2019.

Hanya, aturan ini akan mengecualikan beberapa kendaraan seperti sepeda motor, mobil listrik, angkutan umum, serta mobil pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG).

Pemprov DKI Jakarta berharap perluasan ganjil genap ini bisa menurunkan tingkat polusi udara di Jakarta.

Belakangan ini Jakarta dinobatkan sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Selain itu, perluasan ganjil genap diharapkan bisa mengurangi kemacetan lalu lintas.

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:30 WIB

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut

Persaingan bisnis rumah sakit semakin sengit sehingga akan memengaruhi ekspansi, khususnya ke kota-kota tier dua.

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:26 WIB

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus menggeber ekspansi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) miliknya.

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:06 WIB

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1

Saham bonus yang akan dibagikan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham tahun buku 2024.

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:02 WIB

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)

Momentum Ramadan dinilai bakal menjadi salah satu katalis positif bagi emiten farmasi. Salah satunya PT Darya-Varia Laboratoria Tbk.​

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:56 WIB

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI

Proyek hilirisasi Danantara juga membuka peluang keterlibatan emiten pendukung, baik di sektor energi, logistik, maupun konstruksi.

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:48 WIB

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025

Segmen selular jadi kontributor utama pertumbuhan kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) di sepanjang tahun 2025.

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:33 WIB

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi

Pelaksanaan aturan ini tidak langsung, tapi ada waktu transisi. Ini penting agar pemilik dan pengendali punya waktu menyusun strategi 

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11 WIB

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026

Sentimen positif bagi BMRI di tahun 2026 berasal dari fundamental yang solid dan efisiensi berkelanjutan.

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:57 WIB

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Penjualan periode Lebaran menyumbang hampir 30% dari total target penjualan tahunan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:43 WIB

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun

Indonesia perlu belajar dari India yang mengalami masalah serupa pada 2012 namun bisa bangkit dan berhasil merebut kembali kepercayaan investor.

INDEKS BERITA

Terpopuler