Ajang Predator Baru

Selasa, 13 Juni 2023 | 08:00 WIB
Ajang Predator Baru
[]
Reporter: Barly Haliem | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mulai Senin (12/6), Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan papan pemantauan khusus terhadap sejumlah saham yang dinilai tidak likuid. Sebanyak 171 saham masuk papan baru perdagangan saham di bursa Jakarta. 

Namanya juga khusus, kelompok saham yang masuk papan ini pun diperlakukan spesial. Misalnya, perdagangannya menggunakan mekanisme lelang atau call auction yang dibuka hanya dua sesi dalam satu hari perdagangan.

Mekanisme ini berbeda dengan transaksi saham pada umumnya yang bisa diperdagangkan kapan pun (continous call) sepanjang jam perdagangan saham.

Pun ketentuan batas atas kenaikan harga saham atau auto rejection atas (ARA) maupun batas bawah penurunan harga saham atau auto rejection bawah (ARB) di papan ini. BEI membanderol persentase auto rejection yang berbeda bagi saham di papan ini dibanding dengan ketentuan yang berlaku selama ini. 

Secara umum, BEI menyatakan bahwa kehadiran papan pemantauan khusus sebagai bentuk perlindungan bagi investor. Maklum, sudah menjadi rahasia umum, banyak investor yang hanya ingin mengeduk cuan dari saham gorengan tanpa memperdulikan fundamental emiten.

Nah, kehadiran papan baru ini dinilai sebagai alat tambahan bagi investor dalam mengambil keputusan investasi, sekaligus pengingat agar investor menyadari besarnya risiko spekulasi di saham gorengan (Harian KONTAN, edisi Jumat, 8 Juni 2023). 

Dari sisi emiten, papan pemantauan khusus akan memberi tekanan potensi bad publicity yang bisa menurunkan kredibilitas si emiten dan manajemennya.

Oleh karena itu, kehadiran papan khusus ini diharapkan menyentil emiten agar memperbaiki good corporate governance (GCG), menyelesaikan persoalan hukum, dan serius menjaga kepentingan investor.

Namun demikian, beleid baru itu bukannya bebas sorotan, utamanya terkait dengan transparansi perdagangannya, penjual, pembeli dan pembentukan harga dalam mekanisme call auction. Apalagi pada hari perdana penerapannya nyaris tiada perubahan transaksi di sejumlah saham yang masuk papan khusus ini.  

Urusan transparansi di papan pemantauan khusus jelas penting dikemukan agar benar-benar sesuai tujuannya yakni melindungi investor.

Tanpa transparansi, niscaya kehadiran papan pemantauan khusus ini tak lebih dari perluasan arena spekulasi saham gorengan dan area baru bagi predator di bursa saham.

Alhasil, investor culun kembali menjadi bulan-bulanan para bandar, alih-alih terlindungi.

Bagikan

Berita Terbaru

BEST Incar Segmen Data Center
| Rabu, 04 Februari 2026 | 05:10 WIB

BEST Incar Segmen Data Center

PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) menangkap potensi permintaan lahan industri dari segmen bisnis pangkalan data.

Transaksi Judol Merosot  di Tengah Euforia Global
| Rabu, 04 Februari 2026 | 05:05 WIB

Transaksi Judol Merosot di Tengah Euforia Global

PPATK mencatat nilai transaksi judi online sepanjang tahun 2025 sebesar Rp 286 triliun dan bisa tembus Rp 1.100 triliun jika tak ada pengawasan.

Meski Pajak Moncer, Fiskal Berisiko Tertekan
| Rabu, 04 Februari 2026 | 05:00 WIB

Meski Pajak Moncer, Fiskal Berisiko Tertekan

Meski penerimaan pajak diklaim tumbuh 30%, namun capaian itu tidak sampai 5% dari target            

Pergerakan IHSG Rabu (4/2): Prediksi Indeks dan Rekomendasi Saham Pilihan
| Rabu, 04 Februari 2026 | 04:55 WIB

Pergerakan IHSG Rabu (4/2): Prediksi Indeks dan Rekomendasi Saham Pilihan

IHSG diprediksi menguat terbatas pada Rabu (4/2). Analis beberkan level support-resistance dan daftar saham yang wajib Anda pantau.

Saham TINS Terdepak dari IDX BUMN 20 Mulai 4 Februari, Ini Penggantinya!
| Rabu, 04 Februari 2026 | 04:45 WIB

Saham TINS Terdepak dari IDX BUMN 20 Mulai 4 Februari, Ini Penggantinya!

SMBR resmi gantikan TINS di IDX BUMN 20 mulai 4 Februari 2026. Jangan sampai salah langkah, lihat daftar saham terbaru!

Permodalan Kuat, Risiko Mengintai
| Rabu, 04 Februari 2026 | 04:40 WIB

Permodalan Kuat, Risiko Mengintai

CAR perbankan 26,05% per Nov 2025. Namun, modal tebal belum tentu untung. Tantangan baru menanti, jangan lewatkan strateginya!

Asuransi Umum Atur Ulang Strategi Saat Pasar Otomotif Masih Lunglai
| Rabu, 04 Februari 2026 | 04:40 WIB

Asuransi Umum Atur Ulang Strategi Saat Pasar Otomotif Masih Lunglai

Membuat perusahaan asuransi umum melakukan penyesuaian strategi dalam menjalankan bisnis asuransi kendaraan di tahun ini.

Pemburu Dividen, Intip Daftar Saham IDX High Dividend 20 Berlaku 4 Februari 2026
| Rabu, 04 Februari 2026 | 04:35 WIB

Pemburu Dividen, Intip Daftar Saham IDX High Dividend 20 Berlaku 4 Februari 2026

Tiga saham keluar dari indeks IDX High Dividend 20 yang berlaku mulai hari ini, 4 Februari 2026 hingga setahun ke depan pada 2 Februari 2027.

Biaya Dana Tekan Pendapatan Laba BNI
| Rabu, 04 Februari 2026 | 04:30 WIB

Biaya Dana Tekan Pendapatan Laba BNI

Membukukan kredit dua digit, laba bersih BNI justru turun 6,6% pada 2025. Biaya dana dan pencadangan menekan profitabilitas bank.

Berharap Ekonomi Bisa Lari di Tengah Stimulus Mini
| Rabu, 04 Februari 2026 | 04:25 WIB

Berharap Ekonomi Bisa Lari di Tengah Stimulus Mini

Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 12,83 triliun untuk paket stimulu periode kuartal pertama 2026

INDEKS BERITA

Terpopuler