AKRA Yakin Laba Neto Tahun Ini Bisa Tumbuh Dua Digit

Jumat, 16 Juli 2021 | 06:30 WIB
AKRA Yakin Laba Neto Tahun Ini Bisa Tumbuh Dua Digit
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Coporindo Tbk (AKRA) yakin mencetak pertumbuhan laba dua digit di tahun 2021. Optimisme ini didapatkan dari proyeksi peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) serta kontribusi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) milik perusahaan ke kinerja keuangan. 

Direktur AKRA, Suresh Vembu mejelaskan, kegiatan tambang dan harga komoditas yang tinggi  mendorong segmen perdagangan dan distribusi BBM. Dia memproyeksikan, volume penjualan BBM AKRA akan tumbuh 8%-10% hingga tutup tahun nanti.

Kinerja lebih baik juga ditopang kontribusi dari kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE)  yang semakin meningkat sepanjang enam bulan terakhir. Apalagi, JIIPE baru saja ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)  Teknologi & Manufaktur.

"Kami percaya laba neto dapat tumbuh dua digit pada akhir 2021 ini," imbuh Suresh. Sebagai gambaran, di akhir tahun 2020, AKRA mencetak pendapatan Rp 17,7 triliun dan laba 929,21 miliar. 

Dengan potensi kenaikan pendapatan tahun ini, AKRA berpeluang mendapatkan laba lebih tinggi. Apalagi, Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)  Teknologi & Manufaktur.

Berdasarkan catatan KONTAN, kontribusi JIIPE terhadap laba bruto baru mencapai 9% per Desember 2020 lalu. AKRA menargetkan, kontribusi dalam laba kotor tahun 2021 naik menjadi 15% dan menjadi 23% di tahun 2022.

Untuk mendorong percepatan usaha, anak uaha yangmengembangkan KEK Gresik-JIIPE , PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera telah menandatangani  tiga nota kesepahaman (MOU) pekan lalu. Salah satunya dengan Adimmune Corporation, perusahaan pembuat vaksin biologis yang membeli lahan untu pembangunan manufaktur.

Kerja sama lainnya dijalin dengan Taiwan External Trade Development Council dan Sinotech Engineering Consultants, Ltd.

Emiten perdagangan dan distribusi BBM serta kimia dasar ini juga berencana membuka SPBU BP-AKR baru di 20 lokasi. Sejauh ini, bersama BP melalui perusahaan patungan antara keduanya, PT Aneka Petroindo Raya (APR), telah membuka SPBU BP-AKR di 16 lokasi.

Sebanyak 11 lokasi di antaranya berada di wilayah Jabodetabek, sedangkan sisanya di rest  KM 72A tol Cipularang arah Bandung (1 lokasi) dan Surabaya (4 lokasi).

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Bagaimana Dampaknya ke Pengusaha dan Buruh?
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:37 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Bagaimana Dampaknya ke Pengusaha dan Buruh?

Serikat Pekerja menilai adanya aturan dana cadangan pesangon terbilang sangat baik karena hak pesangon pekerja yang terkena PHK terjamin aman.

AALI Buyback Rp 400 miliar, Murni Undervalued atau Cuma Pemanis?
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:19 WIB

AALI Buyback Rp 400 miliar, Murni Undervalued atau Cuma Pemanis?

Secara matematis penyusutan jumlah saham AALI dapat meningkatkan EPS sekitar 2,5% jika seluruh saham buyback jadi treasuri dan laba bersih tetap

Biar Anak Tidak Kaget saat Mengelola Uang Sendiri
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Biar Anak Tidak Kaget saat Mengelola Uang Sendiri

Pemerintah berencana membuka rekening tabungan perdana bagi masyarakat usia 17 tahun. Simak tahapan memberi tanggungjawab finansial ke anak!

Ada Transaksi Jumbo BYAN Rp 26,1 Triliun di Pasar Nego, Haji Isam Resmi Masuk?
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Ada Transaksi Jumbo BYAN Rp 26,1 Triliun di Pasar Nego, Haji Isam Resmi Masuk?

Haji Isam lewat PT Jhonlin Baratama sudah bersepakat untuk membeli 10.084.088.370 saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Investasi Transisi Energi Butuh Kepastian Regulasi dan Dukungan Danantara
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Investasi Transisi Energi Butuh Kepastian Regulasi dan Dukungan Danantara

Berbagai kajian memperkirakan ada peluang investasi dengan nilai signifikan untuk menggarap berbagai jenis proyek transisi energi di Indonesia.

GOTO Mau Pangkas 32,18 Miliar Saham Treasuri, Bagaimana Efeknya?
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:00 WIB

GOTO Mau Pangkas 32,18 Miliar Saham Treasuri, Bagaimana Efeknya?

Penarikan 32,18 miliar saham treasuri GOTO akan mengurangi jumlah saham beredar. Alhasil, dengan asumsi laba tetap, EPS akan meningkat.

Lengkap Sudah, Seluruh Saham BUMN Karya Kena Suspensi Setelah PTPP Ikut Disetop Bursa
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Lengkap Sudah, Seluruh Saham BUMN Karya Kena Suspensi Setelah PTPP Ikut Disetop Bursa

Sederet investor institusi asing dan lokal hingga investor individu nyangkut di saham PTPP akibat suspensi. 

Harga Batubara Di Atas US$ 150, Cek Saham Pilihan Analis untuk Kuartal IV
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Harga Batubara Di Atas US$ 150, Cek Saham Pilihan Analis untuk Kuartal IV

Dampaknya harga batubara terhadap ASP dan laba emiten bergantung pada kalori, porsi ekspor, serta waktu penyesuaian harga jual.

Manuver ULTJ Akuisisi FFI: Ujian Valuasi Premium dan Dilusi Saham
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:04 WIB

Manuver ULTJ Akuisisi FFI: Ujian Valuasi Premium dan Dilusi Saham

Jika Frisian Flag Indonesia dikonsolidasikan, pendapatan ULTJ berpotensi meningkat lebih dari dua kali lipat. 

Menakar Prospek Saham Saham Sektor Properti Seiring Stimulus Perumahan 2027
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Menakar Prospek Saham Saham Sektor Properti Seiring Stimulus Perumahan 2027

Analis merekomendasikan netral bagi sektor properti, karena tekanan daya beli masyarakat dan suku bunga kredit KPR yang masih relatif tinggi.

INDEKS BERITA

Terpopuler