Akses Mineral Kritis untuk AS Belum Imbang
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah perlu menimbang kembali kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat (AS). Pasalnya, akses mineral kritis yang rencananya akan diberikan kepada pihak AS sebagai imbalan dari pengecualian bea masuk untuk ekspor beberapa komoditas asal Indonesia, dinilai belum seimbang.
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai, kesepakatan RI-AS tersebut justru membuat Indonesia berada di posisi yang kurang menguntungkan. Sebab, manfaat yang bakal diperoleh AS jauh lebih besar.
