Ambisi Koperasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tidak ada yang mustahil di negeri ini. Apa pun bisa terjadi. Setelah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terbentuk, kini Kementerian Koperasi mengusung dua wacana besar. Pertama, wacana menjadi penyaluran gaji dan pensiun aparatur sipil negara (ASN).
Lalu yang Kedua, wacana pengambilalihan Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) yang kini telah bersalin nama menjadi PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP). Seperti diberitakan Kontan.co.id, Rabu (7/10/2026), Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam Diskusi Publik Pra Kongres Nasional SI ke-42 tanggal 5 Oktober 2026 bilang bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) akan diambil alih.
Ferry menegaskan, bahwa rencana itu berkaitan dengan sejarah Bank Bukopin yang sejak awal didirikan oleh induk-induk koperasi. Sayangnya, Ferry tak merinci bagaimana rencana pengambilalihan bank yang 67% sahamnya kini dikuasai Kookmin Bank Co., Ltd. itu akan direalisasikan.
Saat ini, kapitalisasi pasar BBKP bernilai sekitar Rp 7,88 triliun, pada harga penutupan sesi 1 perdagangan Senin (12/10/2026) di posisi Rp 42 per saham.
Meski demikian, bukan berarti rencana Ferry tersebut hanya akan menjadi sebatas wacana saja. Karena sekali lagi, tidak ada yang mustahil di negeri ini.
Tengok saja kisah pembelian 30,25% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam lewat bendera PT Jhonlin Barata. Transaksi senilai total Rp 26,1 triliun tersebut terjadi di pasar negosiasi pada harga Rp 2.588 per saham, terdiskon 76,53% dari harga pasar pada penutupan perdagangan 7 Oktober 2026 senilai Rp 12.550.
Meski tidak menjadi pengendali, namun Jhonlin Barata kini telah mendekap saham BYAN dengan porsi saham setara dengan pihak pengendali. Adapun pengendalian masih tetap berada pada pendiri BYAN, Low Tuck Kwong yang kini mendekap 9,95% saham, bersama putrinya, Elaine Low yang menguasai 22,05% saham.
Entah bagaimana rencana Menkop tersebut kelak akan direalisasikan, namun sudah sepantasnya Otorias Jasa Keuangan mengambil peran. Setiap informasi yang dapat mempengaruhi harga saham emiten, harus diumumkan di publik.
Siapa tahu, wacana akuisisi BBKP yang disuarakan Menkop, masih terkait keberlanjutan agenda KDMP dan penyaluran gaji serta pensiunan ASN.
