Ambisi Koperasi

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:09 WIB
Ambisi Koperasi
[ILUSTRASI. Yuwono Triatmodjo (KONTAN/Steve GA)]
Yuwono Triatmodjo | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tidak ada yang mustahil di negeri ini. Apa pun bisa terjadi. Setelah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terbentuk, kini Kementerian Koperasi mengusung dua wacana besar. Pertama, wacana menjadi penyaluran gaji dan pensiun aparatur sipil negara (ASN).

Lalu yang Kedua, wacana pengambilalihan Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) yang kini telah bersalin nama menjadi PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP). Seperti diberitakan Kontan.co.id, Rabu (7/10/2026), Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam Diskusi Publik Pra Kongres Nasional SI ke-42 tanggal 5 Oktober 2026 bilang bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) akan diambil alih.

Ferry menegaskan, bahwa rencana itu berkaitan dengan sejarah Bank Bukopin yang sejak awal didirikan oleh induk-induk koperasi. Sayangnya, Ferry tak merinci bagaimana rencana pengambilalihan bank yang 67% sahamnya kini dikuasai Kookmin Bank Co., Ltd. itu akan direalisasikan.

Saat ini, kapitalisasi pasar BBKP bernilai sekitar Rp 7,88 triliun, pada harga penutupan sesi 1 perdagangan Senin (12/10/2026) di posisi Rp 42 per saham.

Meski demikian, bukan berarti rencana Ferry tersebut hanya akan menjadi sebatas wacana saja. Karena sekali lagi, tidak ada yang mustahil di negeri ini.

Tengok saja kisah pembelian 30,25% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam lewat bendera PT Jhonlin Barata. Transaksi senilai total Rp 26,1 triliun tersebut terjadi di pasar negosiasi pada harga Rp 2.588 per saham, terdiskon 76,53% dari harga pasar pada penutupan perdagangan 7 Oktober 2026 senilai Rp 12.550.

Meski tidak menjadi pengendali, namun Jhonlin Barata kini telah mendekap saham BYAN dengan porsi saham setara dengan pihak pengendali. Adapun pengendalian masih tetap berada pada pendiri BYAN, Low Tuck Kwong yang kini mendekap 9,95% saham, bersama putrinya, Elaine Low yang menguasai 22,05% saham.

Entah bagaimana rencana Menkop tersebut kelak akan direalisasikan, namun sudah sepantasnya Otorias Jasa Keuangan mengambil peran. Setiap informasi yang dapat mempengaruhi harga saham emiten, harus diumumkan di publik.

Siapa tahu, wacana akuisisi BBKP yang disuarakan Menkop, masih terkait keberlanjutan agenda KDMP dan penyaluran gaji serta pensiunan ASN.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Rupiah Masih Tertekan, Pasar Cermati MSCI an Data AS
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Rupiah Masih Tertekan, Pasar Cermati MSCI an Data AS

 Sentimen risk-off di pasar keuangan domestik dan regional membuat investor cenderung mengurangi aset berisiko

Berkat Ekspor Produk Nikel, Kinerja HRUM Semakin Harum
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23 WIB

Berkat Ekspor Produk Nikel, Kinerja HRUM Semakin Harum

PT Harum Energy Tbk (HRUM) akan memperoleh tambahan sumber pendapatan dari segmen bisnis nikel berkat ekspor mixed hydroxide precipitate (MHP)

Akuisisi Hak Partisipasi Proyek Migas, MEDC Berharap Ngegas
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Akuisisi Hak Partisipasi Proyek Migas, MEDC Berharap Ngegas

Usai akuisisi hak partisipasi non-operator proyek migas di Kalimantan Timur, kinerja MEDC diproyeksikan meningkat.

Kebijakan Tarif Hingga Free Float Menyetir Saham PGEO, Simak Rekomendasi Sahamnya
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:19 WIB

Kebijakan Tarif Hingga Free Float Menyetir Saham PGEO, Simak Rekomendasi Sahamnya

Menakar prospek saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) di tengah revisi kebijakan tarif panas bumi

Emiten Akuisisi, Investor Hati-Hati
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:17 WIB

Emiten Akuisisi, Investor Hati-Hati

Akuisisi berpotensi memicu perubahan pengendalian, pergeseran kegiatan usaha, hingga kemungkinan menjadi jalur backdoor listing 

Serapan SBR015 Masih Lambat, Investor Pilih Tenor Pendek
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Serapan SBR015 Masih Lambat, Investor Pilih Tenor Pendek

Minat investor terhadap instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel seri SBR015 terpantau masih lesu pada pekan kedua masa penawaran. 

Reformasi Bursa Berlanjut, Pasar Masih Kalut
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:12 WIB

Reformasi Bursa Berlanjut, Pasar Masih Kalut

Perluasan peninjauan metodologi high share holding (HSC) berdampak ke volatilitas harga saham dalam jangka pendek

Ambisi Koperasi
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:09 WIB

Ambisi Koperasi

Siapa tahu, wacana akuisisi BBKP yang disuarakan Menkop, masih terkait keberlanjutan agenda KDMP dan penyaluran gaji serta pensiunan ASN.

Pengembang Lirik Peluang Bangun Rumah Subsidi
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Pengembang Lirik Peluang Bangun Rumah Subsidi

Pengembang properti mencermati rencana pemerintah menaikkan batas penghasilan penerima rumah subsidi hingga Rp 17 juta per bulan.

Menilik Sektor Penopang Kredit Bank Swasta
| Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Menilik Sektor Penopang Kredit Bank Swasta

Kredit bank swasta masih lesu. Segmen korporasi daru sektor manufaktur dan perdagangan menjadi penopang ekspansinya

INDEKS BERITA

Terpopuler